28 Tahun RS Awal Bros Perkuat Layanan, Bangun Ekosistem Kesehatan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Peta Rs Awal Bros
Peta Rs Awal Bros

 

Memasuki usia ke-28 tahun, RS Awal Bros memperluas kapabilitas layanan melalui penguatan jaringan, teknologi medis, digitalisasi, clinical outcome, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembangunan ekosistem kesehatan yang terintegrasi.

Memasuki usia ke-28 tahun, perjalanan RS Awal Bros bukan lagi sekadar tentang pertumbuhan sebuah rumah sakit. Perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi medis, serta tuntutan terhadap kualitas dan keselamatan pasien telah mengubah cara industri kesehatan melihat masa depan. Rumah sakit tidak cukup hanya menyediakan fasilitas dan tindakan medis, tetapi perlu menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi, komprehensif, mudah diakses, efisien, dan mampu memberikan hasil yang terukur bagi pasien.

Perjalanan RS Awal Bros berawal dari Pekanbaru, dari kepedulian almarhum H. Awaloeddin dan Hj Muslamah Ali terhadap kesehatan masyarakat di daerah. Dari satu rumah sakit, jaringan tersebut kini berkembang menjadi 11 rumah sakit di Riau dan Kepulauan Riau.

Skala perkembangan tersebut tercermin dari jumlah masyarakat yang telah dilayani. Sejak 2015 hingga 2025, jaringan RS Awal Bros telah mencatat lebih dari 26,4 juta kunjungan dan tindakan, dengan pertumbuhan rata-rata 17,8% per tahun. Pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat ter­hadap layanan kesehatan dan tanggung jawab penyedia layanan untuk memastikan ekspansi berjalan seiring dengan peningkatan mutu.

Baca Juga: RS Awal Bros Hadirkan Robotic Orthopedic Surgery untuk Operasi Lutut yang Lebih Akurat dan Presisi

CEO RS Awal Bros Group Arfan Awaloeddin mengatakan, usia 28 tahun bukan hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tetapi juga momentum untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan.

“Di era yang berubah begitu cepat, keberanian untuk memulai jauh lebih penting daripada menunggu semuanya sempurna,” ujar Arfan.

Pertumbuhan jaringan tersebut dibangun bersama standar mutu dan keselamatan pasien. RS Awal Bros Sudirman dan RS Awal Bros Gajah Mada Batam telah meraih akreditasi Joint Commission International (JCI), sementara RS Awal Bros A. Yani dan RS Awal Bros Ujung Batu memperoleh re-akreditasi nasional KARS. Jaringan RS Awal Bros juga telah mendapatkan akreditasi LAFKI serta sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan, dan ISO 45001 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja serta terakreditasi KAN untuk Laboratorium RS Awal Bros Sudirman. 

Baca Juga: RS Awal Bros Usung Tema HUT Ke-28 Quality of Life 

Dari sisi pengakuan nonmedis, RS Awal Bros tercatat memperoleh Indonesia Most Reputable Company_ 2025 serta Customer Satisfaction Champion in Healthcare Services_ 2023. Di bidang klinis, National-wide Clinical Outcome Recognition mendapat penghargaan sebagai 12 rumah sakit terbaik layanan onkologi, jantung, dan saraf. Selain itu, RS Awal Bros Sudirman, Panam, A. Yani juga memperoleh penghargaan dari World Stroke Organization (WSO) Angels Award pada Kuartal II 2026 kategori excellence in stroke patient care. 

Penguatan kualitas tersebut berjalan bersamaan dengan pengembangan kapabilitas klinis. Saat ini layanan dikembangkan melalui Cardiac & Vascular Center, Nuclear Medicine & Theranostic Center, Oncology Center, Orthopedi & Spine Center, Neuroscience Center, Uronephrology Center, LASIK & Eye Center, Mother & Child Care Center, Minimal Invasive Surgery Center, Gastroenterohepatology Center, Wellness & Aesthetic Center, Sports Medicine & Performance Center, Breast Care Center, Pain Care Center serta layanan lainnya.

Pengembangan layanan tersebut juga ditopang pembaruan teknologi medis di berbagai Center of Excellence. Mammography 3D, CT scan dual source, MRI 1.5 Tesla dengan kecepatan tinggi mendukung pemeriksaan dengan gambaran tubuh yang lebih detail untuk ketepatan diagnostik. 

Di Oncology Center terdapat CT Simulator dan LINAC untuk layanan radioterapi. Tidak hanya itu, saat ini juga telah tersedia SPECT/CT sebagai modalitas layanan Teranostik dari kedokteran nuklir untuk kasus tiroid, jantung, ginjal, tulang dan lainnya. RS Awal Bros telah mengembangkan layanan theranostik dengan modalitas SPECT-CT sejak tahun 2025 dan dalam waktu dekat akan menghadirkan layanan PET Scan yang akan diperkenalkan sebagai yang pertama di Sumatra. 

Untuk meningkatkan kecepatan akses pelayanan serangan jantung dan stroke selain ketersediaan layanan EMS 1500088 yang dapat diakses di seluruh RS Awal Bros Group, di usia ke 28 tahun, layanan Cathlab akan dapat diakses di 5 cabang RS Awal Bros Group yang sudah dilengkapi dengan intravascular ultrasound atau IVUS untuk menjamin tindakan PCI yang presisi. selain itu, layanan Elektrofisiologi dan Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS) juga menambah scope of service dari Cardiac & Vascular Center. Orthopedi & Spine Center, robotic arthroplasty digunakan untuk membantu tindakan penggantian sendi yang presisi, teknologi BESS dalam tindakan operasi tulang belakang serta arthorscopy untuk pendekatan minimal invasif dalam penanganan kasus orthopedi di bidang hip & knee serta foot & ankle yang dilengkapi dengan teknologi Robotic Rehabilitation untuk memastikan proses pemulihan pasca operasi. Di Uronephrology Center, tersedia teknologi terkini yaitu Laser High Power untuk penanganan batu saluran kemih dan REZUM untuk penanganan prostat. 

Teknologi lain yang dikembangkan mencakup ERCP,  endoscopy, laparoscopy, Optical Coherence Tomography atau OCT, LASIK, Bedah Epilepsi, EEG long term, EMG dan TMS, hyperbaric chamber, apheresis. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi dilakukan lintas bidang, mulai dari diagnosis, intervensi, tindakan bedah, hingga pemulihan.

Penguatan teknologi juga tercermin dari volume layanan yang ditangani. Hingga Juni 2026, tercatat 8.814 coronary angiography, 6.985 PCI, 3.175 tindakan bedah kepala, 5.909 tindakan neurointervensi, 14.520 Interventional Pain Management,  85.773 tindakan radioterapi, 40.191 kemoterapi, 1.880 Tindakan Arthroscopy, 307 Tindakan Robotic Total Knee Replacement (TKR), 3.460 Hiperbarik. 

Namun, bagi manajemen, jumlah tindakan dan kecanggihan teknologi bukan ukuran akhir kualitas layanan. Ukuran yang lebih penting adalah hasil yang diterima pasien. Karena itu, clinical outcome menjadi bagian dari pengembangan layanan dan pengukuran kualitas.

Pada layanan jantung, angka keberhasilan tindakan PCI mencapai 97,7%. Pada tindakan yang lebih canggih, RS Awal Bros juga telah melakukan 410 tindakan operasi bedah jantung terbuka dan 139 operasi Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) atau bedah jantung invasif minimal, yaitu metode operasi jantung modern yang dilakukan melalui sayatan kecil tanpa membelah tulang dada. 

Tidak hanya menangani Jantung Dewasa, RS Awal Bros telah melakukan 815 tindakan Transcatheter closure pada kelainan jantung bawaan. Tingkat keberhasilan prosedur juga layak diperhitungkan, dengan angka keberhasilan pada pasien ASD yaitu 98,5%, dan PDA 99,8% , angka ini melampaui benchmark dunia yaitu 92-96%.

Pada layanan kanker, survival rate pasien pada pasien kanker payudara yaitu 81% dan survival rate pasien dengan kanker serviks yaitu 90%, angka ini sesuai dengan benchmark Nasional dimana angka 5-year Survival Rate Ca Serviks >60%.

Pada layanan stroke, aktivasi Code Stroke_ di RS Awal Bros Group terbukti meningkatkan kecepatan pelayanan, pemeriksaan CT Scan <  30 menit sejak pasien masuk UGD  tercapai 100% dan door to IVT Time_ < 45 menit pada pasien stroke iskemik sejak pasien masuk UGD  tercapai 100%. 

Pada layanan LASIK & Eye Center, RS Awal Bros telah mengerjakan 28.397 Operasi Mata, diantaranya 474 Tindakan Strabismus Surgery, 585 Tindakan Corneal Cross-Linking (CXL). Tingkat keberhasilan tindakan operasi mata juling (Strabismus)  adalah 94,02% (Benchmark rujukan 81.6%), bersaing dengan berkembangnya di RS lainnya.

Pada layanan IVF, Keberhasilan hamil dari program IVF 40.7% (Benchmark 33%), angka keberhasilan Kelahiran bayi program IVF yaitu 30.8% (Benchmark 29.5%), Keberhasilan hamil dari program Inseminasi (IUI) 14,7% (Benchmark 10,9%)

Dari aspek pengembangan kompetensi, RS Awal Bros sukses menorehkan prestasi lewat penghargaan jurnal ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di kancah global, sejumlah dokter spesialis, dokter umum dan perawat RS Awal Bros aktif mempresentasikan riset clinical outcome RS Awal Bros Group.

"Saat ini kami juga tengah beradaptasi, dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kami menyesuaikan diri terhadap perubahan dan kebutuhan yang berkembang, berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan di seluruh aspek bisnis dan layanan, menghadirkan solusi kesehatan yang tepat, berkualitas, dan sesuai harapan masyarakat, serta tumbuh dengan strategi yang berkelanjutan untuk  memberikan nilai jangka Panjang bagi semua dengan melakukan digitalisasi proses pelayanan dalam rangka meningkatkan mutu dan pengalaman pelayanan bagi pasien," jelas Arfan.

Perjalanan tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan Bintang 5 dari BPJS Kesehatan atas penerapan transformasi digital. Saat ini, transformasi tersebut terus kami kembangkan melalui aplikasi Halo Awal Bros, yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan layanan kesehatan secara lebih praktis. 

“Transformasi digital bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, kami percaya bahwa inovasi adalah kunci untuk memberikan pelayanan terbaik. Sejak 2013, RS Awal Bros telah memulai perjalanan transformasi digital ini dengan membangun sistem secara mandiri," tutur Arfan.

Sejalan dengan perjalanan tersebut, RS Awal Bros juga terus membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi melalui berbagai entitas dalam Group, seperti CPN yang bergerak di bidang food service management, Langit Biru Sehat Sentosa dalam pengelolaan limbah, Digital Indonesia Hebat (DIH) yang memperkuat teknologi dan digitalisasi, DigiCal untuk pengujian dan kalibrasi fasilitas kesehatan, Emergency Medical Response Center untuk layanan kegawatdaruratan medis, serta Awal Bros Training Center dan Universitas Awal Bros dalam pendidikan dan pengembangan kompetensi. Ekosistem ini juga diperkuat Aquabe dalam penyediaan air minum dan WellABe yang menghadirkan layanan wellness dan klinik eksekutif. Kolaborasi berbagai kapabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang tidak hanya mendukung pelayanan rumah sakit, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat secara lebih menyeluruh.

Di luar pelayanan medis, rumah sakit memiliki tanggung jawab kepada masyarakat di luar pelayanan medis. Melalui program Sentuhan Nyata untuk Masyarakat (SENYUM), Komitmen terhadap Quality of Life juga kami wujudkan melalui berbagai upaya untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga melalui edukasi, kepedulian sosial, dan kontribusi terhadap lingkungan. 

"RS Awal Bros terus mendukung gerakan Go Green melalui pengurangan penggunaan bahan sekali pakai, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, efisiensi energi, serta edukasi lingkungan kepada insan RS, pasien dan masyarakat," papar Arfan.

RS Awal Bros menjalankan berbagai kegiatan kesehatan, kemanusiaan, pendidikan dan kepedulian sosial. Sepanjang 2023-2025, lebih dari 200 kegiatan telah dilaksanakan dengan lebih dari 10 ribu penerima manfaat, sementara lebih dari 4.000 pekerja mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Tahun 2026 ini, kami Bersama Polda Riau dan Yayasan Sekar Ayu Jiwa Tani, Perdami, mengadakan operasi katarak gratis untuk 310 orang di Riau. Dan baru-baru ini kami juga berkolaborasi kemanusiaan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kodam XIX Tuanku Tambusai dengan mengadakan  layanan operasi gratis untuk pasien katarak, hernia, benjolan, dan bibir sumbing yang diikuti lebih dari 600 warga Pekanbaru dan sekitarnya.

Bagi industri kesehatan, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting ketika kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya.Memasuki usia 28 tahun, perjalanan RS Awal Bros karena itu bukan semata tentang seberapa besar jaringan yang telah dibangun atau berapa banyak tindakan yang telah dilakukan. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kapabilitas tersebut dapat bekerja secara terintegrasi untuk memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah rumah sakit, kecanggihan teknologi, maupun volume layanan. Nilainya terletak pada kemampuan mengubah seluruh sumber daya tersebut menjadi pelayanan yang aman, berkualitas, mudah diakses, efisien, dan memberikan outcome yang lebih baik bagi pasien.

Dari Pekanbaru, perjalanan tersebut terus berkembang. Dengan memperkuat layanan, teknologi, digitalisasi, sumber daya manusia, dan ekosistem kesehatan, RS Awal Bros memasuki fase berikutnya dengan satu tantangan yang sama, bagaimana terus relevan terhadap kebutuhan masyarakat sambil menjaga kualitas pelayanan dan membangun pertumbuhan yang berkelanjutan.***

Editor : Bayu Saputra
rs sawal bros Rs Awal Bros-28 Quality Of Life rumah sakit di pekanbaru kesehatan riau