BBKSDA Riau Sebut Warga Meninggal di Duri Bukan Karena Gajah

Hendrawan Kariman • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:33 WIB
Tim BBKSDA Riau bersama warga mengecek jejak gajah di Pinggir, Duri, yang masuk kawasan Suaka Margasatwa Sebanga pada Jumat (21/8/2026) lalu. (BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)
Tim BBKSDA Riau bersama warga mengecek jejak gajah di Pinggir, Duri, yang masuk kawasan Suaka Margasatwa Sebanga pada Jumat (21/8/2026) lalu. (BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Beredar informasi melalui media sosial satu orang warga Pinggir, Duri meninggal karena diserang gajah liar. Hal ini disebutkan setelah kawanan gajah liar muncul pada Jumat (21/8/2028) lalu.

Namun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membantah narasi yang beredar. Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, memang benar ada warga di wilayah pinggir yang terluka akibat dari interaksi negatif dengan Gajah Sumatera.

Menurut Supartono, berdasarkan penulusuran Tim Seksi Konservasi wilayah III BBKSDA Riau, ada dua tempat kejadian perkara (TKP). TKP pertama, adalah lokasi terlukanya Mikhael Daniel Simarmata (18) setelah diduga terkena tendangan gajah liar saat melakukan upaya pengusiran. 

Baca Juga: Libur Sekolah Kembali Diperpanjang di Kuansing

''Korban mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sedangkan yang meninggal adalah Darwin Sondang Napitupulu (47), tapi dia meninggal bukan karena gajah akan tetapi karena faktor kelelahan,'' jelas Supartono, Ahad (30/8/2026).

Supartono turut memastikan, dua kejadian di dua TKP itu sama-sama berada di kawasan Sebanga yang merupakan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah. Saat tim yang didampingi warga setempat tiba di lokasi, ditemukan jejak gajah liar.

''Titik lokasi kejadian berada dalam kawasan Suaka Margasatwa, ada jejak gajah disana. Tim juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi, namun gajah liar sudah tidak berada di lokasi,'' ujarnya.

Baca Juga: KMP Tirus Meranti akan Masuk Docking, Lintasan Alai Insit - Mengkapan Tanpa Kapal Pengganti

Atas kejadian tersebut, Supartono  menghimbau masyarakat agar tetap menjaga ketenangan, tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa. 

''Apabila kembali ditemukan keberadaan gajah liar di sekitar permukiman warga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa, dan dapat menghubungi Call Centre BBKSDA Riau agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur,'' ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Supartono, Tim BBKSDA Riau bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah liar di wilayah tersebut. Hal ini guna mencegah terjadinya konflik lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar dilindungi.

Editor : M. Erizal
bbksda riau gajah sumatera gajah liar