PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jumlah titik panas di wilayah Riau dan Pulau Sumatera kembali membara, Kamis (3/9/2026) sore.
Berdasarkan pantauan radar citra satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pukul 16.00 WIB, total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera kembali mencapai 2.340 hotspot yang tersebar secara merata di seluruh provinsi.
Menurut Prakirawan BMKG Pekanbaru Deby C, titik panas terbanyak petang ini masih didominasi oleh Provinsi Sumatera Selatan dengan 1.391 titik panas.
Baca Juga: PGN Siap Salurkan Gas Bumi ke Tiga UMKM di Pelalawan
Disusul Provinsi Bangka Belitung dengan 299 titik panas, Provinsi Jambi 266 titik Provinsi Riau kembali meningkat dengan 205 titik panas, Provinsi Lampung 104, Bengkulu 29, Sumatera Barat 13, Sumatera Utara 6, dan Provinsi Kepulauan Riau 27 titik panas.
Sementara itu, untuk sebaran titik panas di Provinsi Riau tersebar di sepuluh daerah di antaranya Kabupaten Indragiri Hilir yang mendominasi titik panas sebanyak 69, disusul Kabupaten tetangganya Indragiri Hulu dengan 41 titik panas.
Lalu Kabupaten Kepulauan Meranti 24, Kabupaten Bengkalis 32, Kabupaten Kampar 1, Kabupaten Kuantan Singingi 6, Kabupaten Pelalawan 19, Kabupaten Rokan Hulu 3, Kabupaten Siak 9, dan Kota Pekanbaru 1.
Baca Juga: Karhutla Tidak Kunjung Padam, Bupati dan Kapolres Inhu Turut Memadamkan dan Beri Semangat Personel
Meningkatnya jumlah titik panas ini turut membuat kualitas udara di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru kembali mengalami penurunan.
Dimana pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada kondisi yang perlu diwaspadai. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 59,3 µg/m³ dengan kategori Tidak Sehat.
Grafik pemantauan BMKG memperlihatkan konsentrasi PM2.5 berada di atas 50 µg/m³ pada sejumlah waktu pemantauan. Setelah sempat berada di kisaran 36 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB, konsentrasi kembali meningkat hingga mencapai sekitar 63 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan masih berada di kisaran 59 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Pembentukan Regulasi, Kemenkum Riau Ikuti Pelatihan Teknis PPU
Kualitas udara di Pekanbaru terus mengalami penurunan dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di pukul, 13.00 WIB berkisar 115.5 µg/m3. Yang masuk dalam Kategori Tidak Sehat. Kondisi ini masih bertahan pada pukul 17.00 wib, dimana konsentrasi partikulat (PM2.5) berkisar 89.3 µg/m3. Yang masuk dalam Kategori Tidak Sehat.
"Karena masih diselimuti kabut asap kiriman dari daerah lain karena arah angin berhembus ke arah selatan Pekanbaru Kondisi ini injug membuat jarak pandang di sejumlah wilayah Riau masih tergolong cukup baik. Pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru tercatat 5 kilometer dan masih diselimuti kabut tipis,Rengat 8 kilometer, Pelalawan 7 kilometer, dan Tambang 5 kilometer dengan masih diselimuti kabut asap tipis"tegasnya. (ayi)
Editor : M. Erizal