Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna, berdasarkan pantauan radar citra satelit sejak pukul 16.00 WIB, total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera mulai mengalami perubahan dari sebelumnya 4.000 lebih kini hanya tersisa sebanyak 2.253 titik panas.
Ribuan titik panas ini masih tersebar di sejumlah daerah di Pulau Sumatera di antaranya Provinsi Sumatera Selatan yang mendominasi jumlah titik panas sebanyak 1.379, disusul Bangka Belitung 200, Jambi 188, Riau 191 titik panas dan Lampung 145 titik.
Baca Juga: Paparan Asap Karhutla Dipantau, 437 Kasus Gangguan Kesehatan Muncul di Kampar
Kemudian ada Provinsi Aceh dengan 11 titik panas, Bengkulu 36, Sumatera Barat 39, Sumatera Utara 9, dan Provinsi Kepulauan Riau 55 titik panas.
Untuk sebaran titik panas di Provinsi Riau terdapat sepuluh daerah yang ikut menyumbang hotspot. Di antaranya Kabupaten Indragiri Hulu yang sebelumnya tidak mengalami tanda peningkatan jumlah titik panas kini ikut alami lonjakan yang cukup signifikan menjadi 76 titik panas, disusul Indragiri Hilir dengan 42 titik panas, Kabupaten Siak 38 titik panas, Bengkalis 5, Kepulauan Meranti 9, Kuantan Singingi 4, Pelalawan 4, Rokan Hilir 1, Rokan Hulu 5, dan Kota Dumai 7.
"Masih tingginya jumlah titik panas di Provinsi Riau membuat sejumlah kota di Negeri Lancang Kuning masih diselimuti kabut asap dan jarak pandang yang juga terbatas. Jarak pandang di Pekanbaru tercatat 3,5 kilometer. Rengat jarak pandang 5 kilometer, Pelalawan 5 kilometer, dan Tambang 4 kilometer dengan masih diselimuti kabut asap tipis hingga tebal," tegasnya.
Editor : Rinaldi