PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru meproptindeteksi kualitas udara di Kota Pekanbaru hingga awal pekan ini, Senin (7/9/2026), masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Dimana berdasarkan pantauan BMKG, kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru pukul 4.00 WIB berkisar 86.3 µg/m3. Hal ini membuat udara Pekanbaru masuk pada kategori tidak sehat.
Kondisi ini semakin memburuk pada pukul 09.00. Dimana Konsentrasi partikulat halus PM2.5 masih berada pada level 119,3 µg/m³ atau masuk kategori tidak sehat.
Baca Juga: Erupsi Masih Terjadi, 15 Penerbangan dari dan Menuju Bandara SSK II Mengalami Pembatalan
Menurut Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna, berdasarkan pantauan terupdate kualitas udara di Pekanbaru hingga pukul 09.00 WIB pagi ini masih dalam kategori tidak sehat.
Buruknya kualitas udara di Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau lainnya terjadi lantaran Riau masih menghadapi dampak asap dari aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dengan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, masyarakat, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Polres Kuansing Amankan Bentrok di Lahan Konflik Desa Muara Langsat, Sembilan Orang Luka-luka
Sementara itu, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas di Provinsi Riau mulai mengalami penurunan dan hanya tersisa sebanyak 176 titik panas.
Meksipun begitu, jumlah titik panas di Pulau Sumatera hingga pagi ini masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dan masih mencapai 2.395 hotspot .
Sebaran titik panas terbanyak yang juga menyebabkan kualitas udara di Pulau Sumatera kurang baik masih didominasi oleh Provinsi Sumatera Selatan dengan 1.493 titik.
Baca Juga: Banyak Truk Terjebak Lumpur di Jalan Sontang-Duri
Disusul Provinsi Jambi dengan 285 titik, Lampung 145 titik, Bangka Belitung 215 titik, Riau 176 titik, Kepulauan Riau 30 titik, Sumatera Utara 28 titik, Sumatera Barat 14 titik, Aceh lima titik dan Bengkulu empat titik.
Sedangkan untuk Riau sendiri, jumlah titik panas terbanyak masih didominasi Kabupaten Indragiri Hulu dengan jumlah hotspot 69 titik. Diikuti Kabupaten Bengkalis dengan 26 titik, Indragiri Hilir 21 titik, Dumai 20 titik, serta Pelalawan dan Siak masing-masing 12 titik Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat memiliki 8 hotspot, Kuantan Singingi 4 titik, Rokan Hilir 2 titik, dan Rokan Hulu 2 titik.
"Arah angin masih berasal dari tenggara-selatan menuju barat laut-utara yang membuat sebagian besar wilayah Riau masih diselimuti kabut asap. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan kualitas udara, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG. Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun, jangan lupa gunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan," tegasnya.
Editor : Rinaldi