CERENTI (RIAUPOS.CO) - Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (Unri) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi dan edukasi dengan tema ‘’Pentingnya Pendampingan Belajar Anak’’ di Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, belum lama ini.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya peran pendampingan dalam mendukung proses belajar dan perkembangan anak. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Teluk Pauh, Mona Syamelita SKM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dosen FKIP Unri.
Menurutnya, pendampingan belajar anak merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang baik, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga.
Baca Juga: Terjebak di Pekanbaru Akibat Penerbangan Dibatalkan, Warga Jakarta Terpaksa Ambil Rute Jauh
‘’Peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam mendukung pendidikan anak. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Teluk Pauh,’’ ujar Mona Syamelita.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Dr Otang Kurniaman SPd MPd selaku ketua, dengan anggota Dr Eddy Noviana SPd MPd, Zufriady SSn MPd, Radini SH MH, Beny Al Fajar SPd MPd dan Ningrum Melihayatri MPd. Ketua tim, Dr Otang Kurniaman dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pendampingan belajar tidak hanya berkaitan dengan membantu anak menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga memberikan motivasi, membangun kebiasaan belajar yang positif, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak.Materi sosialisasi dan edukasi disampaikan oleh Zakiah Ulya SPsi MPsi Psikolog.
Baca Juga: Karhutla di Inhu Belum Padam, Bekas Lahan Terbakar Masih Muncul Api
Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep pendampingan belajar, peran orang tua dalam proses belajar anak, karakteristik kebutuhan belajar anak, serta strategi membangun komunikasi yang positif antara orang tua dan anak.
Zakiah Ulya menekankan bahwa pendampingan belajar yang efektif bukan berarti orang tua harus menguasai seluruh materi pelajaran anak. Hal yang lebih penting adalah bagaimana orang tua memberikan dukungan, perhatian, motivasi, dan membantu anak membangun kemandirian dalam belajar.
‘’Anak membutuhkan pendampingan yang mampu membuat mereka merasa didukung, bukan merasa ditekan. Orang tua dapat memberikan motivasi, membantu mengatur waktu belajar, mendengarkan kesulitan anak, serta memberikan apresiasi terhadap proses dan usaha yang dilakukan anak,’’ jelas Zakiah Ulya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab interaktif. Peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan permasalahan yang dihadapi dalam mendampingi anak belajar di rumah dan memperoleh solusi yang relevan dengan kondisi keluarga masing-masing.
Baca Juga: Pemkab Meranti Tekankan Tanggung Jawab Pemegang HGU Cegah Karhutla
Melalui kegiatan tersebut, tim berharap terjalin kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam menciptakan pola pendampingan belajar anak yang positif dan sesuai kebutuhan perkembangan mereka.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman