Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Riau Kembali Sumbang 222 Hotspot

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi: Riau menjadi provinsi kedua di Sumatera yang menyumbang  hotspot terbanyak dengan 222 titik panas setelah Sumatera Selatan. (Istimewa)
Ilustrasi: Riau menjadi provinsi kedua di Sumatera yang menyumbang hotspot terbanyak dengan 222 titik panas setelah Sumatera Selatan. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih  berada dalam kategori tidak sehat akibat kebakaran kehutan dan lahan (karhutla), Senin (7/9/2026) sore. 

Menurut pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil. 

Atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer) dengan Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³) di Pekanbaru masih terdeteksi.

Tercatat mencapai 119,3 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB, setelah sebelumnya berada di kisaran 86,3 µg/m³ pada dini hari dan masih masuk dalam kategori tidak sehat. Kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru pukul, 13.00 WIB. 63.9 µg/m3. Kategori: Tidak Sehat, kondisi ini masih berlanjut hingga di pukul 16.00. Di mana kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru 66.6 µg/m3. Kategori: Tidak Sehat.

 Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat

Bahkan berdasarkan pantauan BMKG Pekanbaru, www.bmkg.go.id/kualitas-udara/pm25/pm25_pk2, Kota Pekanbaru menjadi kota ketujuh di seluruh Indonesia yang masih memiliki kualitas udara yang tidak sehat, setelah Talang Betutu yang miliki kualitas udara konsentrasi partikulat (PM2.5) berkisar 116,9µg/m3 dan Musi 2 Palembang yang memiliki konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru 66.6 µg/m3. Kategori: Tidak Sehat.

Masih belum membaiknya kualitas udara di Pekanbaru dan wilayah Riau dipicu oleh masih tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ratusan titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Riau.

 Baca Juga: Dosen FKIP Unri Edukasi Pentingnya Pendampingan Belajar Anak

Menurut Prakirawan BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru pukul 16.00 wib, total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 1.716. Ribuan titik panas ini masih tersebar di sejumlah daerah di Pulau Sumatera. Di antaranya  Provinsi Sumatera Selatan masih mendominasi titik panas meskipun mulai alami penurunan jumlah titik panas hingga tersisa 980 titik.

Lalu Provinsi Riau menjadi provinsi kedua di Sumatera yang menyumbang  222 titik panas. Berikutnya Jambi 190, Bangka Belitung  140 titik, Lampung  102, Kepulauan Riau  52, Provinsi Sumatera Barat  23,  Sumatera Utara  7. Sedangkan Provinsi Aceh dan Bengkulu nihil titik panas.

"Sebaran titik panas di Riau masih didominasi Kabupaten Indragiri Hulu dengan 115. Berikutnya Kabupaten Siak  29, Kota Dumai  19, Indragiri Hilir 16, Bengkalis 12, Kepulauan Meranti  9, Pelalawan 7,  Rokan Hilir 4, Rokan Hulu  4, Kabupaten Kuantan Singingi  4, dan Kabupaten Kampar  3," ucapnya.

Melihat masih tingginya jumlah titik panas di Provinsi Riau membuat sejumlah kota masih diselimuti kabut asap dan jarak pandang yang juga terbatas. Di mana untuk jarak pandang di Pekanbaru tercatat 6 kilometer, Tambang 6 kilometer . Namun Rengat jarak pandang hanya tersisa 5 kilometer, Pelalawan 5 kilometer, dengan masih diselimuti kabut asap tipis hingga tebal.

Baca Juga: Terjebak di Pekanbaru Akibat Penerbangan Dibatalkan, Warga Jakarta Terpaksa Ambil Rute Jauh

Kondisi ini juga diperkuat dengan arah angin yang masih berasal dari tenggara-selatan menuju barat laut-utara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan kualitas udara, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG. Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun, jangan lupa gunakan masker," tegasnya.(ayi)

Editor : Edwar Yaman
karhutla kabut Asap hotspot kualitas udara pekanbaru