Tanoto Foundation Dorong Inovasi dan Literasi Numerasi melalui Proyek Fasda Perubahan 2026

Joko Susilo • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:38 WIB
Para siswa SMP Negeri Binaan Khusus Dumai saat mendapatkan materi di luar kelas, siswa diajak mengamati lingkungan sekitar dan menggunakannya sebagai objek pembelajaran.
Para siswa SMP Negeri Binaan Khusus Dumai saat mendapatkan materi di luar kelas, siswa diajak mengamati lingkungan sekitar dan menggunakannya sebagai objek pembelajaran.

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di Kota Dumai terus didorong melalui berbagai inovasi pembelajaran berbasis konteks lokal. Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Proyek Fasilitator Daerah (Fasda) Perubahan 2026 yang digagas Tanoto Foundation.

Tim Tanoto Foundation meninjau langsung sejumlah praktik pembelajaran yang menjadi bagian dari proyek tersebut di Kota Dumai, Senin (7/9/2026). Kunjungan diawali dengan melihat kegiatan belajar siswa SMP Negeri Binaan Khusus Dumai di kawasan Taman Bukit Gelanggang.

Para siswa kelas VIII memanfaatkan lingkungan taman sebagai sumber pembelajaran. Selain mendapatkan materi di luar kelas, siswa diajak mengamati lingkungan sekitar dan menggunakannya sebagai objek pembelajaran.

 Baca Juga: Dalam 20 Hari, Kasus ISPA di Kuansing Capai 993

Kepala SMP Negeri Binaan Khusus Dumai, Hayati, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan potensi wisata lokal.

"Anak kelas delapan kebetulan mata pelajarannya Bahasa Indonesia, berkegiatan pemanfaatan wisata lokal," ungkap Hayati.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 siswa dalam satu kelas. Menurutnya, pemanfaatan potensi wisata lokal dapat membuat pembelajaran lebih kontekstual sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Salah seorang siswa, Ikhsan, mengaku belajar di luar sekolah membuat kegiatan pembelajaran terasa lebih menyenangkan.

 Baca Juga: Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi

"Belajar lebih asyik di luar sekolah. Tadi tentang mengukur panjang dan lebar lapangan," ungkap Ikhsan.

Kunjungan kemudian berlanjut dengan melihat penerapan lesson study yang dilakukan para guru di Kota Dumai.

Ketua Tim EduCore Numeracy sekaligus Kepala SMP Negeri 14 Dumai, Rudi Candra, mengatakan sebelumnya telah dilakukan pelatihan bagi guru dari berbagai sekolah di Kota Dumai.

"Memang sudah melakukan pelatihan bagi guru se Kota Dumai. Masing-masing sekolah ada satu guru. Setelah kita melakukan pelatihan, masing-masing guru melakukan diseminasi di sekolah mereka," ujar Rudi.

Hasil diseminasi tersebut selanjutnya diterapkan melalui kegiatan lesson study yang terdiri dari tiga tahapan, yakni Plan, Do dan See.

"Kemudian hasil diseminasi inilah yang diimplementasikan di sekolah melalui lesson study, di mana ada Plan, Do dan See dari kegiatan tersebut," tambahnya.

 Baca Juga: Minta Hujan Turun, Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Salat Istisqa

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Dumai, Wasrin, yang hadir di sekolah tersebut mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap program tersebut, khususnya dalam mendorong kepala sekolah dan guru meningkatkan kualitas pembelajaran.

"Kita pengawas tentunya memberikan dukungan program ini terhadap para kepala sekolah yang berjuang sekuat tenaga, dan terutama kepada Tanoto Foundation yang sudah mendukung dari finansial dan sumbangan pikiran sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan baik dan lancar," ujar Wasrin.

Tim Tanoto Foundation selanjutnya mengunjungi SD Negeri 10 Jaya Mukti Dumai. Di sekolah tersebut, tim berinteraksi dengan para siswa serta melihat secara langsung praktik pembelajaran literasi.

Tim bertemu dengan Kepala SD Negeri 10 Jaya Mukti, Asma Nelsy, serta melihat kegiatan yang dilakukan guru dan siswa dalam program Gerakan Literasi Terbimbing atau GLITTER.

Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Dumai sekaligus pengawas sekolah, Asniarny, yang turut hadir di sekolah tersebut mengatakan peningkatan literasi masih menjadi perhatian yang perlu terus diperkuat.

"Perlu mendapatkan peningkatan literasi. Ada 20 sekolah yang mendapatkan bimbingan dari Tanoto. Berdampak pada peningkatan hasil literasi," ungkap Asniarny.

Guru SD Negeri 10 Jaya Mukti, Trisna Handayani, turut mendampingi proses pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan berbagai aktivitas kreatif, mulai dari membuat poster, pantun, cerita, ringkasan hingga komik. Salah seorang siswa, Mezi, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam belajar literasi.

"Membuat poster, pantun, cerita, ringkasan sama membuat komik. Prosesnya ada yang mudah dan sulit," ungkap Mezi.

 Baca Juga: Kuansing Matangkan Persiapan HUT Kabupaten, para Tokoh Pendiri Akan Diundang

Project Management Unit Tanoto Foundation, Yusriwiati Yose, mengatakan berbagai praktik pembelajaran tersebut merupakan bagian dari Proyek Fasda Perubahan 2026.

Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan bagi Fasilitator Daerah (Fasda) untuk berperan sebagai agen perubahan dengan mengembangkan solusi terhadap berbagai persoalan literasi dan numerasi di daerah.

"Kita sudah melihat bagaimana implementasi dari Proyek Fasda Perubahan. Sebagai agen perubahan, kemudian bagaimana mereka berinovasi terkait literasi dan numerasi. Apa yang direkomendasikan dari rapor-rapor pendidikan, kemudian dirancang sebuah proyek yang diajukan ke Tanoto Foundation," ujar Yusriwiati.

Baca Juga: Polres Kuansing Periksa Enam Orang Saksi dalam Kasus Bentrokan di Muara Langsat

Di Kota Dumai ini kebetulan ada tiga proyek yang lolos, yakni Tim Gemilang, Tim Gerakan Literasi Terbimbing dan EduCore Numeracy. Ini menyasar SD, SMP dan MTs serta guru," tambahnya.

Tim Gemilang mengusung pemanfaatan potensi wisata lokal dalam penguatan literasi dan numerasi guru, dengan sasaran 43 guru dari 43 SMP.

Sementara itu, EduCore Numeracy mengembangkan program Kolab Numerasi melalui kolaborasi guru dengan pendekatan Lesson Study berbasis Realistic Mathematics Education (RME). Program tersebut menyasar 45 guru dari 42 SD Negeri.

Adapun Tim Anre Beraksi mengembangkan Gerakan Literasi Terbimbing (GLITTER) yang menyasar 40 guru dari 20 SD Negeri.(ilo/rls)

 

Editor : Edwar Yaman
Proyek Fasilitator Daerah inovasi tanoto foundation numerasi literasi