PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) dan D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) melakukan kunjungan benchmarking ke Faculty of Information Science, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Kamis (3/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis UHTP untuk memperkuat kualitas akademik, mengembangkan jejaring internasional, serta menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan pendidikan dan teknologi di bidang manajemen informasi kesehatan.
Rombongan UHTP diterima jajaran pimpinan Faculty of Information Science UiTM. Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi bertukar informasi mengenai pengelolaan pendidikan, kurikulum, perkembangan teknologi informasi, serta praktik terbaik dalam bidang manajemen informasi dan rekod.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Kucurkan Rp3,6 Miliar CSR sepanjang Semester Pertama 2026
Selain berbagi pengalaman akademik, pertemuan juga membahas peluang kerja sama yang lebih luas, di antaranya pertukaran dosen dan mahasiswa, kuliah tamu internasional, pengabdian kepada masyarakat berskala internasional, serta publikasi ilmiah bersama. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di UHTP.
Ketua Program Studi D3 RMIK UHTP Dr Tri Purnama Sari AMd PK SKM MKes mengatakan bahwa kegiatan benchmarking memberikan wawasan penting mengenai praktik terbaik pengelolaan informasi kesehatan di tingkat internasional.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana UiTM mengintegrasikan perkembangan teknologi informasi ke dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pengelolaan rekam medis elektronik.
Baca Juga: Sukses Hadirkan Sekolah Rakyat, Kini Kuansing Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi ke Pusat
“Hal ini menjadi referensi penting bagi UHTP untuk terus mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan benchmarking tersebut tidak hanya menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga merupakan bagian dari strategi UHTP dalam memperkuat kapasitas institusi dan meningkatkan daya saing di tingkat regional, khususnya dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi dan layanan kesehatan yang semakin dinamis.
“Kegiatan ini memperkuat UHTP dalam mengimplementasikan praktik terbaik bertaraf internasional dan memperkuat kapasitas program studi, sehingga visi UHTP untuk mampu berdaya saing di tingkat Asia Tenggara dapat diwujudkan secara bertahap,” katanya.
Baca Juga: Gol Spektakuler Mac Allister Jadi Pembeda bagi Liverpool saat Kalahkan Atletico Madrid
Sementara itu, Ketua Program Studi D4 MIK UHTP Haryani Octaria AMd PK SKM MKes yang juga didampingi oleh dosen MIK Wen Via Trisna AMd PK SKM MKM dan merupakan salah Satu Pengurus Pusat APTIRMIKI mengatakan kunjungan tersebut membuka peluang pengembangan kerja sama, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan manajemen informasi kesehatan.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan benchmarking, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.“Kami berharap hasil dari kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen UHTP untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri kesehatan.
Melalui penguatan kerja sama internasional dan pembelajaran dari institusi pendidikan yang memiliki pengalaman di tingkat regional, UHTP optimistis dapat menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan kompetitif. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi UHTP dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang mampu berdaya saing di tingkat Asia Tenggara.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman