Hujan Merata, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis

Tim Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 11:19 WIB
Tim Manggala Agni Rengat melakukan pembangunan sekat bakar agar karhutla tidak menjalar ke SM Kerumutan, Sabtu (12/9/2026). Manggala Agni Rengat untuk Riau Pos
Tim Manggala Agni Rengat melakukan pembangunan sekat bakar agar karhutla tidak menjalar ke SM Kerumutan, Sabtu (12/9/2026). Manggala Agni Rengat untuk Riau Pos

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hujan yang terjadi di Provinsi Riau pada Jumat (11/9) dini hari hingga pagi cukup merata terjadi di Provinsi Riau. Kondisi tersebut cukup membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal mengatakan, beberapa titik karhutla yang cukup besar seperti di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Siak dilaporkan apinya sudah padam. Hal ini juga dikarenakan wilayah ini diguyur hujan cukup deras.

“Hujan cukup merata terjadi di Riau. Beberapa lokasi karhutla yang sebelumnya cukup besar seperti di Inhu dan Siak dilaporkan apinya sudah padam,” katanya.

Meskipun apinya sudah padam, namun pihaknya tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi api kembali muncul, karena lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga dikhawatirkan di bawah permukaan masih terdapat bara api yang sewaktu-waktu bisa kembali membakar lokasi tersebut.

Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Titik Api Nihil

“Tim tetap standby di lokasi bekas terbakar, sembari melakukan pendinginan. Ini sebagai upaya antisipasi ketika api kembali muncul sehingga bisa segera dipadamkan,” ujarnya.

Meskipun titik lokasi karhutla di Inhu dan Siak sudah padam, namun pihaknya mendapat laporan bahwa ada muncul titik karhutla baru yakni di Kecamatan Bantan, Bengkalis. Lokasi yang terbakar tersebut berada di dekat lokasi yang sebelumnya terbakar dan sudah berhasil dipadamkan.

“Ada muncul titik api baru di Bengkalis. Lokasinya berada di dekat yang sebelumnya terbakar. Saat ini masih dilakukan pemadaman oleh tim gabungan,” sebutnya.

Baca Juga: Karhutla di Inhu, Tim Bangun Sekat Bakar agar Kepala Api Tidak Melebar ke Hutan SM Kerumutan 

Selain mengarahkan tim darat. Dua helikopter water bombing juga sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Pihaknya juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sekitar wilayah Bengkalis.

“Dua helikopter juga sudah diturunkan untuk membantu pemadaman api di Bengkalis. Termasuk OMC juga kami laksanakan karena ada potensi awan,” ujarnya. 

Angin Kencang dan Berubah Arah Jadi Kendala 

Utama Tim Satgas 

Tim Satgas Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kampar berhasil memadamkan kebakaran lahan gambut seluas 3 hektare yang melanda kawasan perbatasan Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, hingga area Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Sabtu (12/9).

​Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops BPBD Kampar Adi Candra menyampaikan bahwa berdasarkan laporan harian hingga pukul 17.00 WIB, kobaran api utama di lokasi sudah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, petugas masih mengintensifkan proses pendinginan di area terdampak.

​“Api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik. Tim Satgas Karhutla Kampar terus melakukan pemadaman sisa asap, pemblokiran, sekaligus pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali,” ujar Adi Candra.

​Kebakaran tersebut melanda lahan gambut dengan vegetasi semak belukar. Total area yang terbakar mencakup luas sekitar 3 hektare, yang terbagi sebesar 1,5 hektare pada hari pertama dan 1,5 hektare pada hari kedua. Pada pemantauan hari ketiga, tidak ditemukan lagi penambahan luas lahan yang terbakar.

​Upaya penanggulangan karhutla ini melibatkan puluhan personel gabungan dari pelbagai unsur. BPBD Kampar mengerahkan 9 personel, dibantu oleh 30 personel Polri, 10 personel Manggala Agni, serta 5 personel TNI. Penanganan di lokasi turut disokong oleh armada kendaraan operasional, alat berat, mesin pompa, selang, nozzle, HT, serta pemanfaatan embung air sekitar.

​Dalam proses pemadaman, tim di lapangan menghadapi tantangan cuaca, khususnya kondisi angin yang berembus kencang dan berubah-ubah arah. Hal ini sempat menyulitkan ruang gerak petugas serta memperbesar risiko penyebaran api.

​“Perubahan arah angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan pemadaman. Karena itu, tim ekstra hati-hati dan terus mengawal proses pendinginan,” jelas Adi.

​Selain melakukan penanganan di lapangan, BPBD Kampar juga memantau kondisi meteorologi dan kualitas udara secara berkala. Berdasarkan data pemantauan AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 16.25 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada angka 103 dengan kategori Tidak Sehat, di mana PM2,5 menjadi parameter kritisnya. 

Sementara itu, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Kampar. ​BPBD Kampar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan tidak melakukan aktivitas penyiapan lahan dengan cara membakar. Hingga saat ini, Tim Satgas Gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan area gambut benar-benar aman dan bebas dari potensi munculnya titik api baru.

Khawatir Kepala Api Melebar ke SM Kerumutan 

Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih harus berjibaku memadamkan titik api di sejumlah wilayah daerah itu. Hanya saja, jumlah titik karhutla yang terjadi, jauh berkurang dari sebelumnya. Bahkan, titik panas (hotspot) pada Sabtu (12/9) pukul 16.00 WIB hanya terdapat 11 titik. Semua hotspot itu berada di Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Inhu dan tidak ada hotspot baru.

Dari data yang ada pada Satgas Karhutla Inhu, karhutla sebelumnya terjadi di Desa Penyaguhan Kecamatan Batang Gansal, Desa Paya Rumbai Kecamatan Seberida, Desa Tanjung Sari Kecamatan Kuala Cenaku, Desa Rantau Mapesai Kecamatan Rengat berbatasan dengan Hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.

Selanjutnya, di Desa Kampung Besar Seberang Kecamatan Rengat, Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat, Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat terdapat dua titik yang juga berbatasan dengan Hutan SM Kerumutan.

Sementara karhutla yang masih menimbulkan api yakni di Desa Tanjung Sari, Desa Kuantan Babu dan Desa Sungai Guntung Hilir. “Agar tidak meluas ke areal penyangga Hutan SM Kerumutan, dilakukan pembangunan sekat bakar menggunakan alat berat,” ujar Kepala DOPS Manggala Agni Sumatera VII Rengat, Muhammad Ilham Sidik, Sabtu (12/9).

Pembangunan sekat bakar sebutnya, harus dilakukan lantaran kepala api sudah berada di penyangga Hutan SM Kerumutan. Hingga sore kemarin, pembangunan sekat bakar sudah mencapai 120 meter. Pembangunan sekat bakar tidak dilakukan pemanjang, tetapi melingkari kepala api yang akan menuju areal Hutan SM Kerumutan. “Lebar sekat bakar itu, dari 5 meter hingga 10 meter agar kepala api tidak bisa meluas,” ungkapnya.

Untuk luas yang terbakar di daerah itu, sambungnya, sudah mencapai 476,5 ha dan kejadiannya sudah memasuki hari ke-40. “Luas yang sudah berhasil dipadamkan masih proses penghitungan,” ungkapnya.

Dalam pada itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBDPKP Inhu, Mulyadi SSos mengatakan bahwa untuk karhutla di Desa Paya Rumbai sudah berhasil dipadamkan dan beberapa titik masih mengeluarkan asap. “Operasi pemadaman lebih kepada pendinginan dan sudah dibangun sekat bakar,” sebutnya.

Untuk karhutla di Desa Penyaguhan, sudah berhasil dipadamkan total. “Fokus operasi pemadaman karhutla yakni di Desa Kuantan Babu yang bersebelahan dengan Sungai Guntung Hilir serta Desa Tanjung Sari,” kata Mulyadi

30 Ha Karhutla Dayun  Dipadamkan secara Kolaborasi

Sementara itu, lahan terbakar di Kampung Dayun yang berbatasan dengan Kampung Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak berhasil dipadamkan. Hal itu berkat kolaborasi semua pihak, dan dilakukan sebagai terpadu dengan teknis yang tertata, sehingga pergerakan pemadaman dilakukan benar-benar terstruktur.

Demikian dikatakan Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak Ihsan Abdillah. Menurutnya, kebakaran di wilayah Dayun ini, menghanguskan lahan 30 hektare.

“Hal ini tentu saja sangat menguras tenaga, waktu dan biaya,” katanya.

Sepanjang 2026, di Kabupaten Siak ada 546 titik panas, 94 titik api, dan 412,36 hektare lahan yang terbakar. Dan itu terjadi di hampir semua kecamatan, kecuali Kerinci Kanan, Lubuk Dalam dan Minas.

Kedatangan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI, Thomas Nifinluri, pada Jumat (11/9), dan mengapresiasi upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak yang dinilai berjalan berkat kolaborasi dan kerja sama seluruh pihak, membuat semangat kolaborasi terus bertumbuh.

Tak hanya sampai di situ, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo juga meninjau kebakaran lahan di Dayun, Siak, Sabtu (5/9) lalu.

“Saya secara teknis memberikan penjelasan bagaimana cara pemadaman di lahan gambut,” kata Ihsan Abdillah.

Saat ini api sudah padam, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar setiap hari berada di lapangan bersama personelnya, ikut membantu melakukan pemadaman. Dan kini api sudah padam, tinggal pendinginan sekaligus memastikan kondisi benar-benar aman dan terkendali.

Sebenarnya jika sudah seperti ini, pemulihan memerlukan waktu. Makanya penting dilakukan pencegahan, dengan cara pendekatan dengan semua pihak termasuk masyarakat.

Saat ini pun, kabut asap di Siak sudah semakin tipis, mudah-mudahan aktivitas dapat kembali normal

Pasca Hujan, Kualitas Udara Sedikit Membaik

Pascahujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuansing secara merata, Jumat (11/9), Sabtu (12/9) kualitas udara sedikit membaik, kendati Indeks kualitas udara secara keseluruhan masih di level tidak sehat. “Kalau dari angka, indeks kualitas udara sedikit membaik pascahujan turun Jumat lalu,” ungkap Plt Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing, Dody Fitrawan. 

Di jelaskan Dody Fitrawan, di wilayah Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah, angka indeks kualitas udara terpantau 114-154. Kemudian di Muara Lembu Kecamatan Singingi juga jauh membaik. Yakni di angka 94-123. Petai Kecamatan Singingi Hilir di angka 94-123.

Kecamatan Gunung Toar di angka 115-152. Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik 118-153. Wilayah Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat dan sekitarnya di angka 111-155. Kecamatan Pangean 114-155. Dan Kecamatan Cerenti di angka 143-163. “Memang secara keseluruhan masih di level tidak sehat, tetapi kualitasnya semakin membaik,” ujar Dody Fitrawan. 

Dody Fitrawan tetap mengimbau masyarat agar mengikuti imbauan Dinas Kesehatan Kuansing. Mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu menggunakan masker bila keluar rumah.(sol/amn/kom/kas/mng/dac/muh)

Editor : Bayu Saputra
karhutla kabut Asap karhutla riau titik api