FIK Universitas Pahlawan Perkuat Kolaborasi Internasional melalui 1st PI-CARE 2026

Herianto Baserah • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB
Para pimpinan dan pembicara PI-CARE FIK UP foto bersama usai pembukaan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026).(Herianto Baserah/Riau Pos)
Para pimpinan dan pembicara PI-CARE FIK UP foto bersama usai pembukaan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026).(Herianto Baserah/Riau Pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) menyelenggarakan ‘’1st Pahlawan International Conference on Health and Research (PI-CARE) 2026’’ di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring ini menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas strategi global dalam menghadapi penyakit tidak menular dan permasalahan gizi. Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pungkas Bahjuri Ali STP MS PhD.

Lima pembicara internasional hadir dalam konferensi tersebut, yaitu Prof Dr Ir Hardinsyah MS dari Indonesia, Prof Linda Sweet dari Australia, Dr Ramadan dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Dr Syarifah Aqilah dari Mahidol University Thailand, dan Dr Rita Hong dari CGUST Taiwan. Kehadiran para akademisi dari berbagai negara menjadikan PI-CARE sebagai ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta penguatan jejaring kolaborasi di bidang kesehatan dan penelitian.

 Baca Juga: Diduga Jadi Lokasi Transaksi Narkotika, Polisi Grebek Pondok Kayu di Dusun Simpang Mahang

Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Prof Dr Amir Luthfi mengapresiasi penyelenggaraan konferensi tersebut. Menurutnya, penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular, serta berbagai permasalahan gizi masih menjadi tantangan kesehatan utama yang dihadapi banyak negara.

‘’Sekitar 74 persen kematian di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Karena itu, Universitas Pahlawan merasa terpanggil untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi dalam upaya menghadapi penyakit tidak menular tersebut,’’ ujarnya.

Sementara itu, Dekan FIK Universitas Pahlawan, Dr Besti Verawati SGz MSi, menyampaikan bahwa PI-CARE merupakan wujud komitmen FIK UP dalam memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta mendorong hasil riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 Baca Juga: Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Pekanbaru, Wako Agung Ajak 3.500 Anggota Jadi Pelopor Aksi Nyata

‘’Kami ingin FIK Universitas Pahlawan menjadi bagian dari solusi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi internasional di bidang penyakit tidak menular dan masalah gizi,’’ ujarnya.

Menurutnya, PI-CARE juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan, bertukar gagasan, serta membangun jejaring akademik dengan para peneliti dan akademisi dari berbagai negara. Dengan cakupan program studi kesehatan yang luas, FIK Universitas Pahlawan terus memperkuat perannya sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan di Provinsi Riau. FIK UP menaungi S1 Keperawatan, Profesi Ners, S1 Gizi, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kebidanan, dan Profesi Bidan.

Melalui penyelenggaraan PI-CARE 2026, FIK UP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai institusi pendidikan kesehatan yang unggul, adaptif, dan terbuka terhadap kolaborasi global, sekaligus berkontribusi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
Universitas Pahlawan Rektor Universitas Pahlawan Kolaborasi internasional