PEKANBARU(RIAUPOS.CO) - Sejumlah pesawat yang hendak mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sempat mengalami kendala, Ahad (13/6) karena kabut dan jarak pandang yang menurun drastis. Kondisi ini cukup sering terjadi di Pekanbaru pada pagi hari akibat tingginya kelembapan udara.
Forecaster on Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Putri Santy menjelaskan, minimnya visibility atau jarak pandang di kawasan SSK II Pekanbaru disebabkan oleh adanya fenomena cuaca permukaan berupa BR atau mist (halimun).
“Berdasarkan pantauan tadi pagi (kemarin, red) pukul 06.00-07.30 WIB kondisi cuaca terpantau udara kabur (mist) dengan jarak pandang 1,5 kilometer (km) hingga 2, 5 kilometer dan kelembaban udara yang cukup tinggi. Jadi bukan disebabkan oleh asap,” ujarnya.
Baca Juga: Naik Lagi, 42 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau
Pesawat Lion Air JT292 yang terbang dari Jakarta menuju Pekanbaru gagal mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru. Pesawat Boeing 737-900ER itu sempat memasuki wilayah udara Pekanbaru dan melakukan beberapa kali berputar sebelum akhirnya meninggalkan area bandara dan terbang menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad mengatakan, pengalihan penerbangan dilakukan setelah tower melaporkan kondisi jarak pandang yang rendah ketika pesawat berada pada fase akhir menuju landasan. “Info dari tower bahwa pesawat Lion divert to BTH karena jarak pandang rendah ketika pesawat Lion mau landing (insight the runway at minimum 400 ft),” jelasnya.
Informasi tersebut menjadi dasar pesawat JT292 tidak meneruskan proses pendaratan di Pekanbaru. Demi keselamatan penerbangan, pesawat kemudian diarahkan menuju Batam.
Mengacu pada pantauan Flightradar24, Lion Air JT292 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sekitar pukul 05.32 WIB. Pesawat diperkirakan tiba di Pekanbaru sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, setelah mendekati Bandara SSK II, pesawat tidak langsung mendarat dan sempat berputar di udara.
Baca Juga: Unri-FK2PT Dorong Kolaborasi Global untuk Perikanan dan Ekonomi Biru Berkelanjutan pada ISFM XV 2026
Setelah beberapa kali holding, pesawat kemudian mengubah arah penerbangan dan melanjutkan perjalanan menuju Batam. Pada waktu yang tidak jauh berbeda, pesawat Citilink rute Jakarta-Pekanbaru juga sempat melakukan holding di wilayah udara Pekanbaru.
Citilink akhirnya dapat melanjutkan pendekatan dan mendarat di Bandara SSK II. Sementara JT292 memilih mengalihkan pendaratan ke Batam karena kondisi jarak pandang yang belum mendukung. Kondisi visibility menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam proses pendaratan.
“Karena itu, ketika jarak pandang tidak memungkinkan, penerbangan dapat melakukan holding, kembali melakukan pendekatan, atau mengalihkan pendaratan ke bandara lain untuk menjaga keselamatan penerbangan,” tuturnya. Namun, saat ini penerbangan lain, baik dari maupun menuju Bandara SSK II Pekanbaru berjalan normal.
Hasil pantauan BMKG Pekanbaru, tidak hanya Kota Bertuah yang mengalami mist tetapi sejumlah daerah di Provinsi Riau seperti Rengat (Indragiri Hulu), Pelalawan, dan Tambang (Kampar) juga demikian. BMKG Pekanbaru juga menemukan adanya sebaran kabut asap akibat kabakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau terjadi mulai siang hari sekitar pukul 11.30 WIB.
Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Riau Berdayakan Masyarakat Rohul melalui Tanaman Maman
Kondisi ini terjadi lantaran jumlah titik panas di Riau kembali meningkat menjadi 35 titik dari data sebelumnya yang hanya 12 titik. Ke-35 titik panas tersebut berada di Kabupaten Indragiri Hulu 15, Kuantan Singingi 4, Siak 4, Bengkalis 3 titik, Pelalawan 2, Rokan Hilir 2, Indragiri Hilir 2, Kampar 1, dan Rokan Hulu 1.
Kondisi peningkatan jumlah titik panas juga terjadi secara keseluruhan di Pulau Sumatera menjadi 1.022 titik. Sebaran titik panas terbanyak masih didominasi Provinsi Sumatera Selatan dengan 749 titik. Lalu di Lampung 75, Bangka Belitung 73, Jambi 58, Kepulauan Riau 15, Bengkulu 13, Sumatera Barat 3, dan Sumatera Utara 1.
Larang Terbitkan SKGR di Bekas Lahan Terbakar
Konsentrasi pemadaman karhutla di Inhu fokus di Kecamatan Kuala Cenaku. Pasalnya, yang terjadi di Kecamatan Rengat yakni di Desa Sungai Guntung Hilir dan Kuantan Babu mulai terkendali. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian.
Baca Juga: FIK Universitas Pahlawan Perkuat Kolaborasi Internasional melalui 1st PI-CARE 2026
Tim, terutama dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Inhu lebih banyak dikerahkan ke Kecamatan Kuala Cenaku tepatnya di Desa Tanjung Sari. Selain pola pemadaman dengan penyerangan kepala api, juga dilakukan pembangunan sekat bakar.
Dengan membangun sekat bakar, diharapkan kepala api tidak lagi menjalar lebih luas. “Pemadaman karhutla di Inhu juga dibantu melalui water boming dengan helikopter,” ungkapnya.
Untuk penanganan karhutla, juga dilakukan rapat bersama Bupati dengan camat, lurah dan kepala desa (kades) se-Inhu melalui zoom. “Pihak kecamatan diminta tuntas mendirikan posko pada Senin (14/9) dan pihak kelurahan dan desa diminta tuntas pada Rabu (16/9),” ungkapnya.
Baca Juga: Pakar Internasional Kesehatan Tampil pada 1st ICPHDI 2026 FKM UHTP
Kemudian dalam rapat itu, kepada lurah dan kades diminta untuk tidak menerbitkan SKGR pada lahan yang sudah terbakar. Kepada warga yang beraktivitas mencari rumput atau mencari ikan dengan cara memancing, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Imbau itu akan dimasifkan melalui masjid dan rumah ibadah lainnya,” terang Sekda.
Polres Inhu Terima Tekhnologi Cairan X Fire
Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) menerima dukungan teknologi berupa cairan pemadam api X Fire 01 dari Asisten Logistik (Asslog) Mabes Polri untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di daerah itu yang masih terjadi.
Baca Juga: Opening Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Series Meriah
Kapolres Inhu, AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi melalui Kasi Humas, Aiptu Misran SH mengatakan, cairan pemadam api X Fire 01 yang diterima sebanyak 200 gelon X Fire 01, dengan kapasitas masing-masing 20 liter. “Cairan pemadam api X Fire 01 mencapai sekitar 4.000 liter tiba di Mapolres Inhu tadi (kemarin, red),” ujar Misran, Ahad (13/9).
Belajar Tatap Muka
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu kembali menerapkan pembelajaran secara tatap muka mulai Senin (14/9). Hal itu mengacu kepada kualitas udara di daerah itu terus membaik. Hal ini ditegaskan melalui surat edaran yang sudah disampaikan kepada kepala PAUD/TK, SD/MI dan SMP/MTs negeri/swasta se-Inhu.
“Bupati sudah menandatangani surat edaran tentang penyesuaian kembali pembelajaran secara tatap muka,” ujar Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Inhu, Joni Maryanto, Ahad (13/9). Dalam surat edaran itu sebut Joni Maryanto, pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka dengan memperhatikan perkembangan kondisi kualitas udara di Kabupaten Inhu.
Baca Juga: Hujan Merata, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Pada surat edaran kali ini, ada empat poin penekanan dalam pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka. Di antara poin penekanan itu yakni, satuan pendidikan tetap membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila diperlukan.
Siswa Diminta Pakai Masker ke Sekolah
-Kabut asap tipis mulai menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah, Rokan Hulu (Rohul) Ahad (13/9) menjelang petang hingga malam. Kondisi ini menjadi perhatian karena seluruh satuan pendidikan di Rohul yang baru kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka, Jumat (11/9).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul Alreza Ahyu mengatakan, meski kegiatan PTM telah kembali berjalan, pihak sekolah harus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Salah satunya dengan mengimbau dan mewajibkan siswa menggunakan masker saat berangkat dan berada di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Semakin Ketat, Saling Adu Strategi di Hari Kedua HSBL 2026 Pekanbaru Series
“Kami mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar tetap waspada terhadap kondisi kabut asap. Peserta didik mulai PAUD/TK hingga SMP negeri dan swasta se-Rohul gunakan masker ke sekolah, terutama ketika kondisi udara mulai berkabut atau kualitas udara menurun,” ujarnya, Ahad (13/9).
Angin Kencang Persulit Pemadaman
Karhutla masih terjadi di wilayah Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Ahad (13/9) sore. Api dilaporkan telah padam, namun sejumlah titik masih mengeluarkan asap.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran terjadi pada lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar. “Luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare. Saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik,” jelasnya.
Ia mengatakan, proses pemadaman melibatkan Tim Satgas Karhutla Kampar. Menurut Adi, salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah kondisi angin yang berubah-ubah dan cukup kencang sehingga menyulitkan proses pemadaman dan pendinginan. “Tim terus melakukan pemadaman, pemblokiran dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala,” ujarnya.
Baca Juga: Program CD PT Rimba Lazuardi di Wilayah Operasional Kuansing dan Inhu Sentuh Berbagai Sektor Ini
Lokasi karhutla di Desa Dayun berbatasan dengan Kampung Sukamulya keduanya masuk dalam Kecamatan Dayun. Luasan terbakar mencapai 40 hektare. Dengan jenis lahan gambut dan tanaman rawa yang mudah terbakar, pemadaman memerlukan waktu 9 hari kerja dengan melibatkan 1.330 personel.
Bupati Siak Afni Z mengatakan, saat ini titik api sudah padam dan tinggal pendinginan. Karhutla di Siak mayoritas berada dalam kawasan hutan. Di antaranya di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Taman Nasional Zamrud, dan lahan Perhutanan Sosial.
Semua titik api pada kawasan di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan ini sudah berhasil dipadamkan oleh Tim Satgas Karhutla. ‘’Ini hasil kerja kolaborasi dan gotong royong bersama,” ujarnya.
Kasus ISPA di Kuansing Bertambah
Kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Kuantan Singing (Kuansing) masih terus bertambah. Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kuansing, selama 25 hari wilayah Kuansing diselimuti asap, kasus ISPA tercatat sebanyak 1.138 kasus. Data ini adalah laporan dari semua puskesmas di wilayah Kuansing.
“Jadi dari data penanganan kasus yang dilakukan seluruh puskesmas, selama 25 hari terakhir ini kasus ISPA mencapai 1.138 kasus. Jumlah ini jauh naik dibandingkan sebelum asap menyelimuti Kabupaten Kuansing,” ujar Kadis Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Helma Muliani, Ahad (13/9).
Baca Juga: Budaya Riau Ikut Ditampilkan pada Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Semarang
Helma Muliani kembali mengingatkan agar masyarakat bisa mengurangi aktivitas di luar rumah terutama ibu hamil, bayi, balita, anak, Lansia dan yang beresiko tinggi. Menggunakan masker saat di luar rumah, banyak meminum air putih, dan makan makanan bergizi.
Karhutla di Riau Sudah Mencapai 19 Ribu Ha
BPBD dan Damkar Riau, mencatat luas lahan terbakar akibat karhutla di sejumlah daerah terus bertambah. Berdasarkan laporan harian terdapat penambahan 149 hektare (ha) lahan terbakar.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, penambahan luasan terbesar terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu, yakni 132 hektare. Dengan tambahan tersebut, total luas lahan terbakar sudah mencapai 901 ha. “Kemudian di Siak mengalami penambahan 10 hektare, sehingga total luas lahan terbakar mencapai 438 hektare. Kemudian Kampar bertambah 1,5 hektare, dengan total mencapai 150 hektar,” kata M Edy Afrizal.
Penambahan lainnya terjadi di Pekanbaru, yakni 0,54 hektare, dengan total luas lahan terbakar mencapai 105 hektare. Laporan harian ini terus berubah sesuai situasi lapangan setiap harinya. Dari data kita terima kemarin penambahan lahan terbakar sebanyak 149 hektare,” ujarnya.
Baca Juga: UIR Bersama Komisi X DPR RI Beri Pemahaman Pemanfaatan AI
Ada pun berdasarkan total luasan lahan terbakar di Riau terhitung 1 Januari 2026 hingga sekarang, Bengkalis masih menjadi daerah dengan luasan terbesar, yakni 8.505 hektare. Disusul Pelalawan 6.718 hektare, Inhil 1.158 hektare, Inhu 901 hektare, dan Dumai 561 hektare.
Kemudian, Rohil tercatat 455 hektare, Siak 438 hektare, Kampar 150 hektare, Pekanbaru 105 hektare, Meranti 307 hektare, Kuansing 76 hektare, serta Rohul 39 hektare. Total lahan terbakar tercatat mencapai 19.418 ha.
“Ini data keseluruhan terhitung awal Januari 2026,” paparnya. Edy mengatakan perkembangan karhutla di setiap daerah terus menjadi perhatian dan penanganan dilakukan sesuai kondisi di lapangan. “Kami terus memantau perkembangan karhutla,” ujar Edy. (azr/ksm/epp/kom/dac/sol/das)
Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian