PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Riau terus mendorong penguatan pelindungan Kekayaan Intelektual terhadap produk unggulan daerah. Kali ini melalui kegiatan Edukasi Kekayaan Intelektual, yang menyasar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Kegiatan ini mengusung tema 'Penguatan Perlindungan Kekayaan Intelektual melalui Inventarisasi dan Pendampingan Potensi Indikasi Geografis Produk Unggulan Kabupaten Indragiri Hilir.' Dilaksanakan pada Senin (14/9/2026), kegiatan berlangsung di Aula Ismail Saleh Kanwil Kemenkum Riau.
Pada kesempatan itu Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Riau Febri Mujiono mengatakan, kegiatan edukasi ini menjadi tindak lanjut atas pendataan potensi Indikasi Geografis Manggis Ratu Pulau Palas dan Nenas Madu Bayas Jaya. Ia menekankan pentingnya penguatan pelindungan Kekayaan Intelektual, khususnya Indikasi Geografis.
Baca Juga: Dua Lahan Terbakar di Kampar, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
''Ini penting dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk unggulan daerah sekaligus memberikan pengakuan terhadap kekhasan produk yang memiliki keterkaitan dengan wilayah geografis tertentu,'' ujar Febri.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Riau Yuliana Manulang, perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil. Sementara Guru Besar UIN Sultan Syarif Kasim Riau Prof Dr Rosmaina SP MSi sebagai narasumber.
Pada kegiatan ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep Indikasi Geografis, dasar hukum, manfaat, objek pelindungan, dokumen deskripsi, persyaratan dan tata cara permohonan, hingga pembinaan dan pengawasan.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pria yang Diduga Bakar Lahan di Kateman Inhil
Peserta juga mendapat penjelasan bahwa Indikasi Geografis berkaitan dengan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu suatu produk yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan geografis, baik faktor alam maupun faktor manusia atau kombinasi keduanya.
Adapun Prof Rosmaina menyampaikan materi mengenai Pelepasan Varietas Tanaman yang berkaitan dengan potensi produk pertanian unggulan Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam pemaparannya turut disampaikan contoh varietas nenas yang telah berhasil didaftarkan sebagai varietas unggul nasional. diantaranya Nenas Mahkota Siak dan Nenas Suska Kualu.
Materi tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya pendataan, pengembangan, dan pelindungan varietas tanaman yang memiliki keunggulan serta karakteristik tertentu.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, Selasa Besok Siswa Rohul Tak ke Sekolah, Wajib PJJ
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber dan peserta. Disini perangkat daerah Kabupaten Inhil dan pemangku kepentingan untuk membahas lebih lanjut potensi Indikasi Geografis, persyaratan pelindungan, penyusunan dokumen deskripsi, serta langkah yang perlu dipersiapkan dalam mengembangkan produk unggulan daerah.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Kanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan menegaskan, pihaknya akan terus mendorong hadirnya layanan Kekayaan Intelektual yang tidak hanya berorientasi pada pencatatan dan pelindungan hukum, tetapi juga pada pengembangan potensi ekonomi daerah.
Menurut Rudy, kehadiran berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan pada kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan memberikan pelindungan terhadap potensi Kekayaan Intelektual daerah.
Baca Juga: NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Ahli Waris Menerima dengan Ikhlas
''Sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem Kekayaan Intelektual yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Riau,'' ujarnya.
Melalui kegiatan ini, lanjut Rudy, Kanwil Kemenkum Riau bersama Pemkab Inhil dan perguruan tinggi berkomitmen memperkuat koordinasi dalam inventarisasi, pendampingan, pengembangan, dan pelindungan Kekayaan Intelektual. Upaya ini diharapkan dapat mendorong potensi Manggis Ratu Pulau Palas dan Nenas Madu Bayas Jaya untuk dikembangkan secara berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.(end)
Editor : Edwar Yaman