Doa Bersama Jurnalis Pekanbaru, Harap 8 Korban Kapal Hilang di Selat Sunda Segera Ditemukan

Bayu Saputra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:05 WIB
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru MHD AKHWAN  saat membaca surah Yasin 
untuk keselamatan rekan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat melaksanakan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (PFI PEKANBARU UNTUK RIAUPOS.CO)
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru MHD AKHWAN saat membaca surah Yasin untuk keselamatan rekan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat melaksanakan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (PFI PEKANBARU UNTUK RIAUPOS.CO)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jurnalis di Pekanbaru menggelar doa bersama di Jalan Sumatera, Selasa (15/9/2026), sebagai bentuk solidaritas atas hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang putus kontak sejak Senin (7/9/2026) saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Doa bersama yang diisi pembacaan surah Yasin ini diikuti oleh pengurus dan anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Riau, jurnalis media cetak, siber, dan televisi, serta Komunitas Fotografi Pekanbaru (KFP). Ketua PFI Pekanbaru, MHD Akhwan, menyampaikan doa dan harapan agar seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat.

"Kami terus memanjatkan doa terbaik agar lima rekan jurnalis dan tiga kru dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga. Kami juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel tim SAR gabungan yang tak kenal lelah menyisir perairan dan daratan di tengah medan berisiko tinggi," ujar Akhwan.

 Baca Juga: Tim Elang Kuantan Gerebek Rumah di Kuantan Mudik, 2 Perempuan dan Seorang Pria Diamankan Bawa Sabu

Ketua IJTI Pengda Riau, Ahmad Dison, menekankan pentingnya keselamatan kerja jurnalistik, khususnya saat meliput di kawasan rawan bencana.

"Tugas jurnalistik memang menuntut kita menyajikan informasi faktual kepada publik. Namun, musibah ini menjadi alarm pengingat yang sangat keras bagi kita semua bahwa tidak ada berita seharga nyawa. Keselamatan diri adalah prioritas mutlak, dan pulang ke rumah dengan selamat adalah kepulangan yang sesungguhnya," ujar Dison.

Berdasarkan data yang dihimpun, delapan orang tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) pagi menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk mendokumentasikan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

 Baca Juga: OJK Berikan Izin Penggabungan PT BPR Cempaka Mitra Nagari ke dalam PT BPR Cempaka Wadah Sejahtera

Kapal dilaporkan putus kontak di perairan Selat Sunda setelah memasuki radius perlintasan menuju gugusan Kepulauan Krakatau. Sinyal pemancar komunikasi maupun penunjuk lokasi rombongan tidak lagi terdeteksi otoritas pelabuhan setempat.

Lima jurnalis yang tercatat dalam manifes pelayaran adalah M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Lembaga Kantor Berita Nasional Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews.id), Firdaus Wajidi atau Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Tiga awak kapal lokal yang turut hilang kontak adalah Warta (55) selaku nakhoda, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu.

Hingga berita ini diturunkan, operasi search and rescue (SAR) skala besar masih berlangsung, melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud), serta unsur SAR maritim lainnya.

 Baca Juga: Beli Lahan 25 Hektare di Rohil, Dua Kali Cek Tak Sampai ke Lokasi, Prajurit TNI Lapor Polisi

Tim gabungan mengerahkan kapal penyelamat, perahu karet taktis (rigid inflatable boat/RIB), dan drone thermal untuk menyisir wilayah perairan di sekitar Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Selat Sunda bagian selatan. Komunitas jurnalis di berbagai daerah terus memantau perkembangan resmi dari posko pencarian terpadu.(bay)

 

Editor : Edwar Yaman
Gunung Anak Karakatau Jurnalis Pekanbaru Korban Kapal Hilang doa bersama selat sunda