Produksi CPO di Riau Tembus 9,4 Juta Ton per Tahun 

Soleh Saputra • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:29 WIB
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto. (Dok Riaupos.co)
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto. (Dok Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menyebutkan bahwa sektor perkebunan, masih menjadi kekuatan dasar Riau untuk mendukung kesejahteraan rakyat. Di mana saat ini Riau memiliki tutupan perkebunan kelapa sawit sekitar 3,88 juta hektare dengan produksi sekitar 9,4 juta ton CPO per tahun. 

"Riau menyumbang sekitar 21 persen areal sawit nasional dan 20 persen produksinya, dengan 61 persen merupakan perkebunan rakyat. Artinya, sawit bukan hanya komoditas utama, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat," kata Plt Gubri saat menghadiri kegiatan di Universitas Muhammdiyah Riau, Rabu (16/9).

Selain sawit, dikatakan SF Hariyanto, Provinsi Riau juga memiliki perkebunan kelapa sekitar 441 ribu hektare, dengan produksi lebih dari 406 ribu ton kopra atau sekitar 2,2 miliar butir per tahun, terbesar di Indonesia. Belum lagi sagu dengan produksi terbesar di Indonesia.

Baca Juga: APBD 2026 Bengkalis Jadi Rp3,57 Triliun

Namun demikian, SF Hariyanto menegaskan pemerintah tidak boleh hanya membanggakan angka. Persoalan serius ada di komoditas kelapa.

"Di sinilah persoalan kita mulai terlihat. Pada komoditas kelapa, misalnya, sekitar 80 ribu hektare atau 18,3 persen tanaman kita sudah berada dalam kondisi tua dan rusak," ungkapnya.

Produksi kelapa Riau pernah mencapai sekitar 2,9 miliar butir pada tahun 2010, turun menjadi sekitar 2,1 miliar butir pada tahun 2020. Dalam satu dekade, terjadi penurunan sekitar 814 juta butir atau hampir 28 persen.

Baca Juga: Rp6 Miliar Modal Daerah, Dividen Tak Kunjung Mengalir dari BUMD Bumi Meranti

"Persoalannya bukan hanya peremajaan. Di kawasan pesisir kita menghadapi persoalan tata air, abrasi dan intrusi air laut. Di sisi lain, akses pasar dan hilirisasi produk kelapa kita juga masih perlu diperkuat," tegasnya.

Di sektor pangan pokok, produksi beras Riau tahun 2025 sekitar 133 ribu ton, baru memenuhi sekitar 23 persen kebutuhan konsumsi beras daerah.

"Produksi pangan terus kita tingkatkan. Pada Januari sampai Agustus 2026, luas panen padi telah mencapai sekitar 45 ribu hektare, dengan produksi lebih dari 175 ribu ton gabah kering giling, tumbuh sekitar 6,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," sebutnya.

Baca Juga: Pemkab Tata Ulang Penempatan Pedagang dan Lalu Lintas Ruas Jalan Kota

SF Hariyanto menegaskan Pemprov Riau terus mendorong optimasi lahan, peremajaan kelapa yang dibarengi pembenahan tata air, penyediaan benih, dan penguatan industri pengolahan. 

Editor : Rinaldi
produksi cpo sektor perkebunan provinsi riau