PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mengawali rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru dan Masa Ta’aruf (PKKMB dan Masta) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 3.738 mahasiswa baru mengikuti Shalat Subuh Berjamaah di halaman Kampus Utama UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (16/9/2026).
Salat Subuh berjemaah menjadi momentum awal mahasiswa baru memasuki kehidupan akademik di Umri dengan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Kegiatan tersebut sekaligus meneguhkan bahwa proses pendidikan di Umri tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga merupakan bagian dari pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT.
Kegiatan dihadiri jajaran Wakil Rektor, Ketua dan Anggota Badan Pembina Harian (BPH), para Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, pimpinan unit kerja, dosen, serta tenaga kependidikan UMRI. PKKMB dan Masta UMRI 2026 kemudian resmi dibuka oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, serta dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan BPHN, Kenalkan Sejumlah Inovasi Pembinaan Hukum
Mengusung tema “Sang Pencerah Muda: SMART, Berkemajuan, dan Berdampak bagi Semesta”, pelaksanaan PKKMB tahun ini tidak hanya menjadi gerbang pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga menjadi momentum menanamkan karakter, semangat berkemajuan, kepedulian sosial, dan keberanian mahasiswa untuk menghadirkan perubahan.
Kegiatan PKKMB dan Masta Umri Tingkat universitas TA 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari Rabu hingga Jumat (16-18/9/2026) bertempat di Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru.
Rektor: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA mengingatkan bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak semata-mata tentang memperoleh gelar akademik. Menurutnya, mahasiswa harus membangun kapasitas intelektual, karakter, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Semangat tersebut, kata Rektor, sejalan dengan konsep Sang Pencerah Muda, yakni generasi yang mampu memadukan kecerdasan, nilai-nilai Islam, semangat berkemajuan, dan keberanian menghadirkan perubahan positif.
Zulkifli Hasan: Berani dan Miliki Critical Thinking
Sementara itu, Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan membagikan dua kunci kesuksesan kepada 3.738 mahasiswa baru UMRI. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk melangkah dan kemampuan berpikir kritis serta memecahkan persoalan.
“Seberapa pintarnya kalian, kalau tidak berani maju maka akan percuma. Pemuda Islam harus berani, jangan takut, jangan ragu. Jemputlah cita-citamu,” pesannya.
Selain keberanian, Zulkifli Hasan mendorong mahasiswa memiliki critical thinking, problem solving, serta keingintahuan yang tinggi. Ia juga mengajak mahasiswa Umri mengambil peran dalam mengembangkan berbagai potensi Riau, mulai dari pangan, pertanian, perkebunan, teknologi, digitalisasi, logistik, keuangan hingga kewirausahaan.
Baca Juga: Produksi CPO di Riau Tembus 9,4 Juta Ton per Tahun
Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan turut menyerahkan beasiswa untuk 100 mahasiswa baru Umri sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan akses pendidikan bagi generasi muda.
Tanam Jagung dan Nanas, Tandai Gerakan Ketahanan Pangan Berbasis Kampus
Rangkaian pembukaan PKKMB UMRI 2026 juga ditandai dengan penanaman benih jagung dan nanas di lahan pertanian Kampus Utama UMRI. Didampingi Rektor UMRI Saidul Amin dan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Zulkifli Hasan secara simbolis menanam benih jagung dan nanas di kawasan lahan pertanian UMRI seluas sekitar 3,8 hektare.
Pengembangan lahan tersebut diarahkan menjadi kawasan pertanian produktif sekaligus laboratorium lapangan dan ruang pembelajaran mahasiswa. Kawasan ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, kewirausahaan, teknologi pertanian, pengelolaan sumber daya berkelanjutan hingga pengembangan agro wisata.
Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam penguatan ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan itu harus dekat dengan kampus. Kalau tidak, Indonesia akan tertinggal,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan membutuhkan dukungan teknologi, irigasi, inovasi dan tata kelola yang baik. Perguruan tinggi, katanya, memiliki kapasitas untuk menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan sektor pangan.
“Kita harus menyiapkan teknologi, dan teknologi itu bisa diciptakan oleh kampus,” katanya.
Rektor Umri Saidul Amin menyampaikan, pengembangan lahan pertanian tersebut akan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Keberadaannya tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.
“Kami berharap pengembangan ini dapat menjadi contoh pengelolaan ketahanan pangan Umri yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Kami juga berharap pengembangan ini membuka peluang kolaborasi antara universitas, pemerintah, dunia usaha, mahasiswa, dan berbagai pihak lainnya,” ujar Saidul Amin.
Baca Juga: Selamatkan 343.546 Jiwa, Polres Bengkalis Musnahkan 68,6 Kg Sabu
Pimpinan, Civitas Akademika, serta Mahasiswa Baru Umri Berbusana Petani
Pesan ketahanan pangan juga tampil unik dalam pembukaan PKKMB dan Masta Umri 2026. Rektor, jajaran pimpinan, sivitas akademika, hingga 3.738 mahasiswa baru mengenakan busana dan atribut layaknya petani. Aksi tersebut menjadi simbol ajakan kepada generasi muda untuk memandang persoalan pangan sebagai tanggung jawab bersama. Pada saat yang sama, perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih nyata melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, konsep “Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Kampus” menjadi salah satu pesan utama PKKMB dan Masta UMRI tahun ini. Melalui konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga sebagai generasi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
PKKMB dan Masta UMRI Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung selama tiga hari ini, mengintegrasikan pengenalan kehidupan akademik, penguatan AIK, pengembangan karakter, kepemimpinan, inovasi, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap ketahanan pangan dalam satu rangkaian kegiatan.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman