PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menyerahkan langsung bantuan pangan komoditas beras di Kantor Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan pendistribusian beras produksi petani lokal kepada masyarakat penerima manfaat berjalan secara optimal. Hadir mendampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan pangan nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. “Ini adalah bentuk kepedulian dari Presiden kita. Bagaimana masyarakat dapat menerima bantuan pangan. Alhamdulillah, kalau dulu beras kita harus didatangkan dari luar negeri, sekarang beras kita merupakan beras produksi petani lokal,” kata Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian memaparkan bahwa program bantuan pangan ini menyasar 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan 619 ribu orang di antaranya berada di Provinsi Riau. Khusus di Kecamatan Marpoyan Damai, tercatat ada 60.478 penerima manfaat dengan total beras yang disalurkan mencapai 1.814 ton. “Jadi, tiap penerima manfaat menerima 30 kilogram. Ini alokasi periode Juli, Agustus, dan September,” ujarnya.
Baca Juga: Sehari, 1.128 Warga Riau Terserang ISPA Masyarakat Diimbau Gunakan Masker dan Kurangi Aktivitas
Selain memantau penyaluran beras, Menteri Pertanian memberikan apresiasi terhadap sinergi lintas instansi di Provinsi Riau dalam mendukung sektor pertanian. Koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dinilai sangat krusial untuk menjaga ketahanan pangan wilayah. “Kami mengapresiasi Pak Gubernur, Pangdam dan Kapolda karena sudah kompak dan luar biasa. Riau ini luar biasa kompak Forkopimdanya,” tutur Amran Sulaiman.
Guna mendukung percepatan masa tanam di Provinsi Riau, Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih. Pemerintah pusat berkomitmen memperkuat kapasitas produksi pangan daerah melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung pertanian. “Kami berikan juga bibit untuk ditanam pada 10 ribu hektare lahan. Kemudian kami beri bantuan 3 traktor, tapi harus ditanam sampai September,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang berhasil menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di atas standar minimum pemerintah. Kebijakan penetapan harga tersebut dinilai selaras dengan instruksi Presiden Republik Indonesia untuk melindungi kesejahteraan petani di seluruh wilayah nasional.
Baca Juga: Potensi Hujan Masih Ada, 71 Hotspot Terdeteksi Ada di Provinsi Riau
Langkah Pemprov Riau tersebut diapresiasi karena mampu menjaga kestabilan harga beli TBS di tingkat petani rata-rata di atas Rp3.200 per kilogram. Kementan sendiri telah menetapkan batas minimum harga beli sawit petani sebesar Rp3.000 per kilogram. “Ini adalah instruksi Presiden RI untuk melindungi kesejahteraan para petani kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” katanya.
Pada periode 16–22 September 2026, harga TBS kelapa sawit di Riau tercatat mencapai Rp3.976 per kilogram untuk kemitraan plasma dan Rp3.912 per kilogram untuk kemitraan swadaya. Regulasi harga tersebut diperkuat melalui Pergub Riau Nomor 77 Tahun 2020 yang juga memasukkan komponen cangkang dalam perhitungan harga.
“Bagus Riau ini. Saya dengar rata-rata di atas Rp3.200. Karena harga sawit itu tidak boleh di bawah Rp3.000. Saya apresiasi betul atas langkah yang diambil Pemprov Riau,” ujarnya.
Baca Juga: 64 Tahun Berkarya, Unri Terus Menguat dan Memperluas Dampak
Menteri Pertanian juga memberikan peringatan tegas kepada para pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) agar mematuhi ketentuan penetapan harga tersebut. PKS dilarang membeli TBS petani di bawah standar resmi yang telah ditetapkan pemerintah. “Kita tidak boleh menzalimi petani. Mereka tulang punggung perekonomian. Ini negara agraris, petani kita ada sekitar 160 juta, jadi harus kita sejahterakan,” tegas Amran Sulaiman.
Sementara itu, Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan, sinergi antara Pemprov Riau, Forkopimda, dan pemerintah pusat kembali menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Penyaluran bantuan pangan beras menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban masyarakat Riau.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pertanian RI Bapak Amran Sulaiman atas perhatian, dukungan, dan bantuan yang diberikan. Mari terus bergandengan tangan, bekerja bersama, dan memastikan setiap program pemerintah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Riau,” ujarnya.
Baca Juga: Sudah 61 Orang Ditetapkan Tersangka Karhutla, Polda Riau Minta Stop Bakar Lahan
Pemprov Riau juga siap mendukung program pemerintah terkait tanaman pangan. Di mana saat ini Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten/kota juga terus berusaha meningkatkan luas lahan pertanian. “Di provinsi Riau saat ini juga sudah ada beberapa daerah yang menjadi penghasil padi. Kami bersama pemerintah kabupaten/kota juga akan terus berupaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan di Riau untuk mendukung program pemerintah pusat,” ujarnya.(adv/sol)
Editor : Arif Oktafian