SIAK (RIAUPOS.CO) - Ketua DPRD Siak Indra Gunawan SE mengaku prihatin atas luar biasanya peredaran narkoba di Kabupaten Siak. Pengungkapan demi pengungkapan yang dilakukan Satres Narkoba Polres Siak di bawah pimpinan Kasat Narkoba AKP Benny Afriandi Siregar SH MH, benar-benar membuat tercengang. Hampir setiap hari ada pengungkapan, tak hanya oleh Satresnarkoba, tapi juga Polsek yang menjadi jajaran Polres Siak.
Satu kilo sabu di Tualang, Jumat (11/9) akhir pekan lalu dimusnahkan Kapolres AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Wabup Syamsurizal dengan cara dibelender.
”Tentu saja ini menjadi perhatian, daya rusak 1 kilogram sabu, bisa untuk berapa ribu korban,” kata Indra Gunawan yang akrab disapa Ngah Ige.
Baca Juga: Solar Masih Terbatas, Truk Antre hingga 6 Jam
Tak berhenti di situ, narkoba juga menyasar ke lingkungan pemerintahan, dan oknum pelayan masyarakat menjadi penyalahguna barang haram itu. Keprihatinan itu semakin menjadi-jadi mana kala mereka yang selama ini bergaul di lingkungan masyarakat, ternyata terjebak dalam lingkaran kejahatan narkoba. “Saya sebagai Ketua DPRD Siak dan wakil rakyat mengajak untuk bangkit, perang terhadap narkoba,” kata Indra Gunawan lagi.
Ngah Ige juga sudah mengingatkan Sekwan untuk bersih-bersih di lingkungan DPRD Siak. Sebab ratusan pegawai memang mesti terbabas dari penyalahgunaan narkoba. “Bila perlu kami melakukan tes urine untuk memastikan semua benar-benar bersih dari penyalahgunaan barang haram itu,” ucapnya.
Ada konsekuensi yang harus dihadapi jika terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba dan itu tentu saja sangat berat dan tak bisa dibantu. “Kami juga seluruh pimpinan dan anggota DPRD sudah sepakat untuk mengajak konstituen dan masyarakat perang terhadap narkoba,” imbuhnya.
Baca Juga: Mentan Bersama Plt Gubri Serahkan Bantuan Pangan
Menurutnya, ini tugas bersama dan penyelamatan lintas generasi dilakukan secara terpadu. Dan semua berawal dari rumah. Kedua orang tua mengingatkan anak anak agar membatasi pergaulan, dan mengatakan tidak pada narkoba.
Saat ini narkoba sudah sampai ke ceruk kampung, peran camat, penghulu atau kepala desa dan perangkatnya menjadi garda terdepan dalam membangun lingkungan bebas narkoba. “Penindakan ada pada Polri, namun pencegahan dimulai dari lingkungan rumah tangga masing masing,” ucap Ngah Ige.
Kepada kepala OPD, Ngah Ige juga mengajak untuk peduli terhadap seluruh staf, setiap apel jangan pernah bosan untuk mengingatkan bahaya narkoba. “Bila perlu buat MoU, pastikan tidak ada yang terperangkap dalam jaringan dan melakukan penyalahgunaan narkoba,” ucap Ngah Ige.
Baca Juga: Sehari, 1.128 Warga Riau Terserang ISPA, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker dan Kurangi Aktivitas
Dan yang tak boleh terlewat kepada kepala sekolah dan guru, tolong jangan bosan mengingatkan para siswa dan siswi untuk mengatakan tidak pada narkoba. “Mereka adalah kelompok rentan dan rawan, godaan begitu besar. Jangan abai, karena masa depan mereka masih panjang,” .
Sebagai penguatan, sebut Ngah Ige lagi, Wakil Ketua I H Syarif pada Selasa ( 15/9), bertemu langsung dengan Kepala BNN Komjen Pol Dr (HC) Suyudi Ario Seto SIK SH MSi di kantornya, Jalan MT Haryono No 11 Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Disebutkan H Syarif, dia ke BNN bersama Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi). Ternyata BNN menemukan narkoba tidak hanya serbuk atau daun, tapi sudah ada yang berbentuk cairan. BNN berhasil mengungkap yang terbesar dan mungkin negara pertama pengungkapan narkoba cair. “Pintu masuk penggunaannya adalah lewat vape,” terang Syarif.
Baca Juga: Potensi Hujan Masih Ada, 71 Hotspot Terdeteksi Ada di Provinsi Riau
BNN sedang mengusulkan tentang aturan penggunaan vape. Mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi, aturan tersebut keluar. “BNN mengatakan narkoba sudah di halaman rumah kita, tugas perang narkoba harus kita lakukan secara bersama sama,” kata Syarif.
Tidak cukup hanya mengandalkan BNN/ BNNK, yang baru terbentuk 182 BNNK se-Indonesia. “Saya mengusulkan ke BNN agar Riau umumnya dipercepat pembentukan BNNK di kabupaten kota, sebab masih banyak yang belum,” sebut Syarif.
Syarif mengusulkan itu, mengingat Riau pintu masuk narkoba. Selain berbatasan dengan negara tetangga, dan jalur internasional. Sangat sulit untuk melakukan pengawasan dan pemantauan karena perairan sangat luas.(adv)
Editor : Arif Oktafian