PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar silaturahmi dengan pengurus dan dewan sekaligus sosialisasikan Hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII.
Silaturahmi yang berlangsung di Sekretariat PSMTI Riau Jalan Setiabudhi, Pekanbaru ini dihadiri seluruh anggota PSMTI Riau serta Demisioner pengurus PSMTI pusat, Karya Elly, Ketua Dewan Penasehat PSMTI Riau, Syukur, Ketua Dewan Pembina PSMTI Riau yang juga Tim Froma PSMTI Pusat, Peng Suyoto, Sekjen PSMTI Riau, Romo Toni, dan Wakil Ketua PSMTI Riau Hubungan Antar Ormas, Siswaja Muljadi, Jumat (18/9/2026).
Menurut Peng Suyoto kegiatan silaturahmi ini sebagai ajang untuk diskusi serta menyampaikan hasil Munas VIII PSMTI di Jakarta, beberapa waktu lalu kepada seluruh anggota PSMTI Riau.
Baca Juga: Tiket Nonton PSPS Hanya Tersedia Online, Tak Ada Penukaran Fisik, Cek Harganya
Apalagi selama Munas PSMTI berlangsung, banyak terobosan baru yang perlu disosialisasikan kepada para anggota.
Berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI pada September 2026, organisasi ini resmi mengubah namanya dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia menjadi Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia.Perubahan kata dari "Sosial" menjadi "Seluruh" disosialisasikan dengan maksud memperluas makna dan ruang lingkup pergerakan organisasi.
"Dari Wadah Sosial Menjadi Rumah Bersama" dimana sebelumnya PSMTI kerap dipahami sebatas wadah kegiatan sosial (filantropi/kemanusiaan), kini dengan pergantian nama membuat maknanya diperluas menjadi rumah bersama bagi seluruh marga, dialek, daerah asal, dan komunitas Tionghoa di Indonesia dengan semangat persatuan.
Baca Juga: SMP Stella Gracia Lolos ke Final, Besok Tantang ICS Perebutkan Gelar Juara
Inklusivitas yang lebih luas membuat "Seluruh" menegaskan komitmen organisasi untuk merangkul segala keberagaman di dalam internal komunitas Tionghoa agar semakin solid dan inklusif.
Perubahan makna ini juga mengarahkan PSMTI untuk tidak hanya fokus di bidang sosial-budaya, tetapi juga memperbesar kontribusinya dalam pembangunan nasional.
Diungkapkan Peng Suyoto lagi, Sebagai tim formatur PSMTI pusat, dirinya berharap keberadaan PSMTI semakin dikenal luas dan memberi dampak positif menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Pegadaian Dorong UMKM Jangkau Pasar Lebih Luas melalui Program Gemilang
"Secara nasional, PSMTI bagian dari seluruh suku yang ada di Indonesia. PSMTI mendukung program pemerintah, seperti pertumbuhan ekonomi dan lainnya," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, kata Peng Suyoto Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) memperkenalkan Wakaf Al-Qur'an Beriluminasi (Berornamen) Tionghoa. Langkah ini menjadi salah satu bentuk nyata dari akulturasi budaya dan penguatan rajutan kebhinekaan di tanah air.
Nantinya mushaf Al-Qur'an berornamen Tionghoa yang telah ditashih oleh Kementerian Agama RI kepada sejumlah organisasi keagamaan di Provinsi Riau.
Baca Juga: Fondasi Menggantung, PUPR-PKPP Riau Perbaiki Pilar Jembatan Ujungbatu Rohul
Langkah ini bertujuan untuk memperkokoh persaudaraan, di mana keberagaman latar belakang budaya dan agama bukan menjadi penghalang melainkan perekat sosial.
"PSMTI bukan organisasi antar agama melainkan organisasi yang menyatukan seluruh marga tionghoa yang lahir di Indonesia. Jadi dengan adanya mushaf Al-Qur'an yang turut disaksikan dan didukung langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam rangkaian agenda nasional PSMTI beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa PSMTI mejdi rumah bagi seluruh keturunan Tionghoa yang ada di Republik Indonesia,"katanya.
Sementara itu, Demisioner pengurus PSMTI pusat, Karya Elly menyampaikan tentang sejarah pendirian dan perkembangan PSMTI.
Baca Juga: Sama-sama Kalah di Laga Perdana, PSPS vs Persiraja Adu Gengsi
Dimana organisasi kemasyarakatan tingkat nasional ini didirikan pada tanggal 28 September 1998. PSMTI didirikan oleh para pendiri yang menyadari adanya akar masalah yang perlu didialogkan, diselesaikan, dan diusahakan tuntas bersama pemerintah, lembaga legislatif, serta komponen masyarakat.
Itu sebabnya, PSMTI dibentuk sebagai wadah yang kompeten untuk menampung, menyalurkan aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan warga suku Tionghoa sebagai Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kini, PSMTI telah berkembang serta tersebar di puluhan tingkat provinsi dan ratusan kota/kabupaten di seluruh wilayah Indonesia, dengan visi dan misi bersifat sosial, budaya, dan kemasyarakatan untuk membangun keharmonisan serta kebersamaan dengan seluruh suku bangsa di Indonesia.
Baca Juga: DJP Catat Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Rp57,23 Triliun
"Saya berharap dengan silaturahmi ini semakin mempererat silaturahmi dan solidaritas anggota PSMTI agar bisa berkontribusi terhadap suku tionghoa dan juga negara Republik Indonesia,"tuturnya. (ayi)
Editor : M. Erizal