PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Unggul Indonesia (UI) menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sekaligus kuliah umum bagi mahasiswa pada 18-19 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Generasi STAI UI 2045: Berakar pada Nilai Islam dan Budaya Melayu, Melangkah ke Pentas Global.”
Kuliah umum perdana diisi Prof Dr Firdaus LN, MSi. Dalam pemaparannya, Firdaus menekankan pentingnya pembentukan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berakhlak serta memahami dan menjaga nilai-nilai budaya Melayu.
“Menanamkan mahasiswa kita yang berakhlak, budaya Melayu sesuai dengan visi STAI Unggul Indonesia (UI),” ujar Firdaus.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki fondasi yang kuat agar mampu menghadapi perkembangan zaman. Fondasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter, budaya, serta kemauan untuk terus belajar.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Sedang Mengguyur Kuansing Subuh Hari, Udara Mulai Mrmbaik
“Bisa saya simpulkan dengan metafora pohon ya, akarnya harus kuat. Harus bertumbuh, terus belajar sepanjang hayat. Juga menguasai teknologi,” tambahnya.
Ia menilai penguatan nilai Islam dan budaya Melayu menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi STAI UI menuju 2045. Di sisi lain, mahasiswa juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan global.
Ketua STAI Unggul Indonesia, Amiruddin Tumanggor SE MSi mengatakan kuliah umum perdana tersebut diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga para dosen dan seluruh civitas akademika.
“Kuliah umum perdana semangat tadi, ilmunya baik untuk mahasiswa dan dosennya. Bermanfaat dan membakar semangat civitas akademi STAI Unggul Indonesia,” ujar Amiruddin.
Rangkaian PBAK dan kuliah umum ini menjadi bagian dari pengenalan lingkungan akademik sekaligus pembekalan bagi mahasiswa STAI UI. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun semangat belajar serta memperkuat karakter mahasiswa dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan budaya Melayu.(ilo)
Baca Juga: PLN Gandeng Surveyor Indonesia Survei SUTT 150 kV Sungai Penuh-Tapan
Ft: Kuliah umum perdana diisi Prof Dr Firdaus LN, MSi