Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, 22 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau 

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:36 WIB
Petugas BPBD Pelalawan melakukan pendinginan karhutla di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, beberapa waktu lalu. (Dok Riaupos.co)
Petugas BPBD Pelalawan melakukan pendinginan karhutla di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, beberapa waktu lalu. (Dok Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Awal pekan ini, Senin (21/9/2026), kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut terjadi lantaran kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di kisaran Kota Bertuah.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) masih terjadi di Pekanbaru. Pukul 03.00 WIB. 141 µg/m3 masih masuk dalam Kategori Tidak Sehat.

Particulate Matter (PM2.5) sendiri merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Baca Juga: El Nino dan Situasi Geo Politik Timur Tengah Sebabkan Rupiah Berpotensi Turun Hari Ini

Kondisi ini masih berlangsung hingga pukul 07.00 WIB, dimana kualitas udara dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru berkisar 88.8 µg/m3. Masuk kategori tidak sehat dengan warna indikator Kuning.

Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Gita Dewi Siregar, masih buruknya kualitas udara di Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Provinsi Riau turut terdampak dari peningkatan jumlah titik panas yang terjadi di awal pekan ini.

Dimana secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 2.056 titik. Sumatera Selatan masih menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 1.378 titik.

Baca Juga: Serangan Rudal dan Drone Houthi ke Riyadh Sebabkan Harga Minyak Dunia Turun

Kemudian Provinsi Jambi 259 titik, Lampung 120 titik, Bangka Belitung 246 titik, Kepulauan Riau 21 titik, Bengkulu lima titik, Sumatera Utara tiga titik dan Sumatera Barat dua titik.

Sementara Riau berada di angka 22 hotspot yang tersebar di enam kabupaten/kota. Seperti Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 8 titik. Selanjutnya Indragiri Hilir terdeteksi 5 hotspot dan Bengkalis 3 titik, Pelalawan terpantau 3 hotspot, Dumai 2 titik, serta Rokan Hulu 1 titik.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan kualitas udara, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG. Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun, jangan lupa gunakan masker," tegasnya.

Editor : Rinaldi
hotspot tidak sehat provinsi riau kualitas udara pekanbaru