PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pemenuhan imunisasi anak melalui Bulan Imunisasi Kejar Nasional yang akan dilaksanakan sepanjang Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak di seluruh kabupaten/kota di Riau yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang belum lengkap imunisasinya dapat ditemukan, dijangkau, dan diberikan pelayanan sesuai kebutuhan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, keberhasilan pelaksanaan Bulan Imunisasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah, hingga unsur masyarakat lainnya.
"Tujuan kita bersama meningkatkan pemahaman dan kesiapan kabupaten/kota serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan Bulan Imunisasi Kejar Nasional pada Oktober 2026," ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Riau Pastikan Tenaga PPPK Dapat Perlindungan Jaminan Sosial
Menurutnya, penguatan koordinasi diperlukan untuk memastikan sasaran imunisasi dapat diidentifikasi dan dijangkau, khususnya anak yang belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap sesuai usianya.
Selain memperkuat koordinasi, petugas di lapangan juga didorong meningkatkan pendataan dan pencatatan pelayanan. Seluruh hasil pelayanan imunisasi nantinya dicatat dan dilaporkan secara real-time melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dipaparkan, masih terdapat risiko anak zero dose di Provinsi Riau. Pada 2026, risiko tersebut diperkirakan mencapai sekitar 31.909 anak. Data ini menjadi salah satu dasar untuk melakukan intervensi melalui Bulan Imunisasi Kejar.
Baca Juga: Kepesertaan BPJS Kesehatan Kuansing Capai 367.880 Peserta atau 97,19 Persen
"Ini mari bersama kita temukan anak-anak zero dose, kita lakukan pendataan, pelayanan, kemudian kita lengkapi imunisasinya," katanya.
Dikatakannya kondisi geografis dan luas wilayah Riau menjadi salah satu tantangan dalam memperluas akses pelayanan imunisasi. Karena itu, diperlukan keterlibatan lintas sektor agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa, kelurahan, dan keluarga.
Bulan Imunisasi Kejar Nasional akan dilaksanakan serentak selama satu bulan pada 1-31 Oktober 2026. Di Provinsi Riau, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemenuhan imunisasi anak yang belum lengkap sekaligus penurunan Zero Dose di setiap wilayah.
Baca Juga: Rp219 Juta Zakat untuk Modal Usaha Sejumlah Warga Meranti
Prioritas pemberian imunisasi dalam kegiatan tersebut adalah DPT dosis pertama bagi anak yang belum mendapatkannya. Namun, apabila ditemukan anak yang belum mendapatkan jenis imunisasi lainnya, pelayanan dapat diberikan sesuai jadwal dan ketentuan imunisasi kejar.
"Prioritas pemberian imunisasi itu DPT 1 sebagai bentuk intervensi zero dose. Tetapi jika ditemukan jenis imunisasi lain yang belum lengkap, maka dapat diberikan," jelasnya.
Adapun sasaran kegiatan mencakup bayi usia 0-11 bulan yang belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama atau zero dose. Selain itu, baduta usia 12-23 bulan.
Baca Juga: Kekeringan Melanda Kampung Dompak Lama Tanjungpinang, 10 Ton Air Bersih Disuplai buat 200 KK
Pelaksanaan imunisasi dapat dilakukan di Puskesmas, jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, Posyandu, pos pelayanan imunisasi, maupun fasilitas pelayanan kesehatan swasta seperti rumah sakit, praktik dokter, dan praktik bidan.
Editor : Rinaldi