PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penyakit batu empedu bisa menjadi berbahaya dan berakibat fatal apabila menyebabkan penyumbatan, infeksi, atau komplikasi serius pada organ pencernaan.
Hal inilah yang membuat KPJ Healthcare Malaysia membawa Ampang Puteri Specialist Hospital dan bersama Bank Riau Kepri (BRK) Syariah menggelar health talk membahas penyakit batu empedu, cara pencegahan serta penanganannya di Ballroom Hotel Pangeran, Sabtu (25/9).
Membawa langsung narasumber dari Malaysia yaitu dokter spesialis asal Malaysia, Ahmad Ramzi Yusoff, yang merupakan General Surgeon dan Hepatobiliary Surgeon, kegiatan ini turut dihadiri oleh CEO KPJ Ampang Puteri Specialist Hospital, Faizuddin Yusof, serta perwakilan KPJ Healthcare Berhad, dan perwakilan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Divisi Dana dan Jasa bagian Funding Retail, Muhammad Soha beserta nasabah prioritas dan umumnya.
Baca Juga: Siti Rohani Temukan Harapan Baru dari Kerajinan Anyaman Lidi
Dalam health talk-nya, dokter Ahmad Ramzi Yusoff menjelaskan bahwa batu empedu dapat dialami baik laki-laki maupun perempuan. Risiko juga meningkat pada usia lanjut, meski kasus pada kelompok usia yang lebih muda mulai ditemukan.
Kebanyakan orang yang mungkin mengidap penyakit batu empedu tapi mengetahui tahu gejalanya seperti apa. Sehingga ketika gejala itu terdeteksi hanya dirasa sekadar masuk angin atau kecapekan kerena bekerja saja.
Padahal banyak gejala yang sebetulnya sudah muncul, namun tidak diketahui pasti oleh penderitanya. Itu sebabnya, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh berupa medical check-up (MCU) sangat diperlukan agar bisa mendeteksi kesehatan pasien secara dini dan menangani gejala yang muncul.
Baca Juga: Kemenkum Riau Tekankan Percepatan Kinerja Triwulan IV dan Penguatan Disiplin Pegawai
Selain itu, dalam penanganan batu empedu bergantung pada kondisi pasien, termasuk ukuran dan jumlah batu serta gejala yang dialami.
‘’Kalau masih kecil batunya dan cuma satu, itu tidak perlu dilakukan tindakan pembedahan. Masih bisa dengan minum obat. Tetapi kalau sudah besar di atas satu sentimeter dan lebih dari satu, kemungkinan tindakan yang harus dilakukan adalah operasi,’’ ujarnya.(ayi)
Editor : Arif Oktafian