Lama Mangkrak, Pemprov Riau Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Rumbio 

Soleh Saputra • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 17:36 WIB
Plt Gubri SF Hariyanto saat menerima kunjungan tokoh adat kenegerian Rumbio di kantor Gubernur Riau, Senin (28/9/2026). (Diskominfo Riau untuk Riaupos.co)
Plt Gubri SF Hariyanto saat menerima kunjungan tokoh adat kenegerian Rumbio di kantor Gubernur Riau, Senin (28/9/2026). (Diskominfo Riau untuk Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi Riau mendorong percepatan penyelesaian pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Rumbio dengan Pulau Payung, Kabupaten Kampar. 

Infrastruktur tersebut telah mangkrak selama delapan tahun dan dinilai penting untuk membuka akses masyarakat di dua kecamatan menuju jalur lintas.

Upaya penyelesaian jembatan tersebut dibahas saat tokoh masyarakat dan tokoh adat Kenegerian Rumbio bertemu dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Lions Club Pekanbaru Advance Mulia dan Leo Pekanbaru Advance, Beri Dukungan Anak Penderita Kanker

Pemprov Riau berkomitmen mempertemukan pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Kampar, untuk mengidentifikasi kendala pembangunan sekaligus mencari solusi agar pekerjaan yang telah dimulai tersebut dapat kembali dilanjutkan.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan pembangunan jembatan Rumbio menjadi perhatian setelah masyarakat menyampaikan kebutuhan terhadap keberadaan akses penghubung tersebut.

“Jembatan ini sudah delapan tahun mangkrak dan masyarakat sangat membutuhkan keberadaannya, sehingga kami akan duduk bersama Pemkab Kampar untuk mencari tahu kendalanya dan mencari jalan keluar agar pembangunan ini bisa diselesaikan,” tuturnya.

Baca Juga: Wako Agung Gandeng Forkopimda Pastikan Keamanan dan Ketentraman Pekanbaru

Menurut SF Hariyanto, keberadaan jembatan tersebut memiliki potensi manfaat yang besar bagi masyarakat karena dapat menjadi akses penghubung bagi warga dari dua kecamatan menuju jalan lintas. Dengan tersedianya jembatan, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menempuh jalur yang lebih jauh.

“Potensinya cukup besar karena masyarakat dari dua kecamatan akan menggunakan akses ini untuk menuju jalan lintas, sehingga kita tentu mendukung penyelesaian jembatan tersebut demi kepentingan masyarakat,” kata SF.

Ia menegaskan, penyelesaian jembatan perlu dilihat dari kepentingan masyarakat sekaligus keberlanjutan pembangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Menurutnya, penghentian pembangunan dalam waktu yang panjang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Petakan Ancaman Banjir, DBD dan Pohon Tumbang Hadapi La Nina

“Kalau tidak diselesaikan tentu kerugiannya akan semakin besar, karena sudah ada anggaran yang terserap di sana dan yang paling penting masyarakat memang sangat membutuhkan jembatan ini,” katanya.

Sementara itu, Datuk Kampar sekaligus Tokoh Masyarakat, Munasir Ma'adab, mengatakan kedatangan tokoh masyarakat Rumbio merupakan upaya menyampaikan langsung harapan masyarakat agar pembangunan jembatan tersebut kembali dilanjutkan.

Ia menyebut, masyarakat telah melakukan berbagai komunikasi dengan pihak terkait sebelum menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemprov Riau, di antaranya dengan Bupati Kampar, anggota DPRD Provinsi Riau dan pihak Dinas PUPR Kabupaten Kampar.

Baca Juga: Daftar 26 Hari Libur dan Cuti Bersama Sepanjang Tahun 2027, Ada Libur Panjang hingga 10 Hari

“Kami datang membawa harapan masyarakat Desa Rumbio karena jembatan yang menghubungkan Rumbio dengan Pulau Payung ini sudah mangkrak selama delapan tahun dan banyak masyarakat yang terkendala karena belum tersedianya akses tersebut,” ungkap Munasir. (sol)

Editor : M. Erizal
jembatan rumbio plt gubri sf hariyanto pemprov riau