Kabut Asap Dampak Karhutla Kembali Muncul Selimuti Pekanbaru, Inhu dan Pelalawan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB
Kabut tipis menyelimuti Pekanbaru yang mengurangi jarak pandang di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, Senin (28/9/2026) pagi. Sore hari, kabut asap muncul di Pekanbaru dan beberapa wilayah Riau lainnya. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
Kabut tipis menyelimuti Pekanbaru yang mengurangi jarak pandang di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, Senin (28/9/2026) pagi. Sore hari, kabut asap muncul di Pekanbaru dan beberapa wilayah Riau lainnya. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui wilayah Riau. Bahkan berdasarkan pantauan radar citra satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Senin (28/9) pukul 16.00 WIB, tiga daerah yaitu Pekanbaru, Rengat (Indragiri Hulu) dan Pelalawan kembali diselimuti kabut asap.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi S menjelaskan, kabut asap memang masih mengancam Provinsi Riau akibat masih tingginya jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Pantauan BMKG Pekanbaru, total titik panas di Pulau Sumatera masih mencapai 778 titik . 

Provinsi Sumatera Selatan masih mendominasi  dengan 424 titik. Disusul Jambi 148, Bangka Belitung 115, dan Riau 11. Titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Pelalawan 3 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 3, Kuantan Singingi (Kuansing) 2, Siak 2, dan Rokan Hulu (Rohul) 1.

Baca Juga: LPPM Unri Perkuat Ekonomi Pembudidayaan Ikan Bangko Jaya Sejahtera

Akibat kabut asap yang kembali terjadi, jarak pandang (visibility) di sejumlah daerah ikut mengalami penurunan secara signifikan. Di Pekanbaru, jarak pandang tercatat menurun drastis menjadi hanya 4 kilometer (km) akibat tertutup material asap pekat.

Rengat Inhu dan Pelalawan yang sama-sama mencatatkan jarak pandang berkisar 5 km dengan kondisi diselimuti kabut asap yang mulai menebal. “Sore ini (kemarin, red) titik panas berada di wilayah Riau bagian selatan. Kami masih mencari tahu apakah kabut asap ini kiriman atau memang dari peningkatan jumlah titik panas yang terjadi di Provinsi Riau,” jelasnya.

Di luar data prakiraan BMKG, pantauan Riau Pos, selain Pekanbaru, Inhu, dan Pelalawan, asap juga masih terlihat di Telukkuantan Kuansing dan Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil). Kualitas udara di Negeri Jalur ini berada di level sedang. “Indeks kualitas udara semakin baik dari sebelumnya. Masih bertahan di level sedang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing Dody Fitrawan, kemarin.

Baca Juga: PHR Dorong Ketahanan Energi dari Zona Rokan

Kualitas udara di Inhil pun masih belum menunjukkan perbaikan signifikan. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada di angka 140 atau masuk kategori Tidak Sehat. Kondisi tersebut membuat udara di sejumlah wilayah masih terlihat berasap. Terlebih pada waktu tertentu, kabut asap masih terlihat dan mengurangi kualitas udara yang dihirup masyarakat.

Padahal, dalam beberapa hari terakhir tidak ditemukan lagi kejadian karhutla yang membutuhkan penanganan besar. Sejumlah tim yang sebelumnya dikerahkan ke lokasi karhutla juga telah menyelesaikan penanganan dan sebagian kembali dari lapangan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansyah mengatakan, masih munculnya asap baru kemungkinan disebabkan oleh kondisi lahan gambut yang sebelumnya terbakar. “Kalau untuk karhutla saat ini nihil. Kemungkinan asap itu keluar dari bawah tanah gambut akibat guyuran hujan” ujarnya.

Baca Juga: RUPSLB BRK Syariah Tetapkan Calon Pengurus Bank, Ini Daftar Namanya

Menurutnya, kebakaran pada lahan gambut tidak selalu terlihat dalam bentuk api di permukaan. Bagian bawah tanah yang terbakar dapat menyimpan bara dan menghasilkan asap, terutama ketika kondisi tertentu kembali mendukung munculnya asap.

Karena itu, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian BPBD. Pemantauan terhadap wilayah yang sebelumnya terbakar terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Arliansyah menegaskan, meski karhutla saat ini nihil, pihaknya tidak mengurangi kewaspadaan. 

Personel dan peralatan tetap disiagakan sebagai langkah antisipasi apabila kembali ditemukan titik api di wilayah Inhil. “Yang jelas kita masih siaga menghadapi karhutla,” katanya. Ya, BPBD Inhil menunda menarik personel dari lokasi, salah satunya di Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling.

Baca Juga: Jarak Pandang Berkurang, Pekanbaru, Rengat dan Pelalawan Diselimuti Kabut Asap 

Sebanyak 18 personel BPBD masih disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran. “Petugas masih berada di lokasi untuk memantau kondisi lahan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru,” ujarnya.

Menurutnya, proses pendinginan dan pemantauan terus dilakukan bersama personel TNI dan Polri. Petugas juga menyisir bagian-bagian lahan yang dinilai masih rawan, terutama lokasi yang sebelumnya terbakar. Arliansyah menyebutkan, asap yang masih keluar diduga berasal dari bara yang berada di dalam lapisan tanah atau material yang terbakar. 

Karena itu, meskipun permukaan lahan terlihat sudah aman setelah diguyur hujan, pemeriksaan tetap dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam. ‘’Jika sudah dipastikan padam total dan tidak ada asap lagi, personel akan ditarik,” katanya.

Baca Juga: Pekan Ini, Pemprov Riau Buka Pasar Murah 6 Lokasi di Pekanbaru 

Ia menegaskan, BPBD masih menerapkan pola siaga untuk mengantisipasi kebakaran kembali muncul. Penarikan personel baru dilakukan setelah kondisi di lapangan dinilai benar-benar aman. Selain melakukan pemantauan, personel gabungan juga mengecek titik-titik yang sebelumnya terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara yang masih tersisa berkembang menjadi titik api baru.(ayi/dac/*2/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

 

Editor : Arif Oktafian
asap dampak karhutla kabut asap riau titik panas asap pekanbaru karhutla riau