SPLP Perkuat Pengawasan Deforestasi di Siak dan Pelalawan Lewat Teknologi Digital

Joko Susilo • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:31 WIB
Sosialisasi dan Pelatihan Deforestation Monitoring Platform dan aplikasi seluler Integrasi Data Management (IDAMAN) Siak-Pelalawan. (Istimewa)
Sosialisasi dan Pelatihan Deforestation Monitoring Platform dan aplikasi seluler Integrasi Data Management (IDAMAN) Siak-Pelalawan. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Siak Pelalawan Landscape Programme (SPLP) memperkuat tata kelola lingkungan dan pengawasan deforestasi di Kabupaten Siak dan Pelalawan melalui pemanfaatan teknologi digital. 

Guna mewujudkan hal tersebut dilaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Deforestation Monitoring Platform dan aplikasi seluler Integrasi Data Management (IDAMAN) Siak-Pelalawan. 

Kegiatan dibuka oleh Kabid Perencanaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau Dr. Matnuril - yang menghubungkan bahwa kerja ini akan mendukung Green for Riau tentang tata kelola lingkungan.

Baca Juga: Puluhan Bikers Semarakkan Stylo Sound Ride 2026

Upaya tersebut dilakukan dengan mengembangkan Deforestation Monitoring Platform dan aplikasi seluler Integrasi Data Management (IDAMAN) Siak-Pelalawan.

Sistem ini mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh berbasis satelit dengan verifikasi langsung di lapangan untuk mempercepat deteksi dan penanganan ancaman deforestasi.

Multipihak Koordinator SPLP, Ratna Akiefnawati, mengatakan, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan lingkungan, khususnya pada kawasan bernilai konservasi tinggi (NKT) dan areal bernilai stok karbon tinggi (SKT).

Baca Juga: Tepian Narosa Disiapkan Jadi Pusat Budaya, Wisata dan Ekonomi Kuansing

"Melalui Deforestation Monitoring Platform dan aplikasi IDAMAN Siak-Pelalawan, kami ingin mendorong pemantauan deforestasi yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Dengan adanya sistem ini, informasi dari satelit dapat segera ditindaklanjuti melalui verifikasi langsung di lapangan," ujarnya Selasa (29/9).

Menurutnya, pengawasan lanskap selama ini masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan aksesibilitas data, informasi yang belum terintegrasi, serta jeda waktu antara deteksi ancaman dan tindakan mitigasi di lapangan.

 Karena itu, diperlukan sistem pemantauan yang mampu mempercepat penyampaian informasi sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak.

Baca Juga: Pemkab Siak Buka Beasiswa Betunas

"Harapannya, melalui pelatihan ini, seluruh pihak dapat memahami dan memanfaatkan platform tersebut secara optimal. Sehingga, upaya perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," katanya.

Pengembangan sistem tersebut juga menjadi bagian dari dukungan SPLP bersama Earthworm Foundation terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan di kedua kabupaten. 

Di Kabupaten Siak, perlindungan kawasan NKT dan SKT telah didukung melalui Peraturan Bupati Siak Nomor 42 Tahun 2025 tentang Pemetaan Indikatif dan Pengelolaan Areal Bernilai Konservasi Tinggi serta Areal Bernilai Stok Karbon Tinggi pada Lanskap Yurisdiksi Kabupaten Siak. (ilo)

Editor : M. Erizal
SPLP