SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Dari tiga ruas jalan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), baru Jalan Pelabuhan Peranggas-Sei Kayu Ara yang mendapat kepastian untuk diakomodir pemerintah pusat. Ruas sepanjang sekitar 4 kilometer itu ditargetkan mulai dikerjakan paling lambat pekan kedua Oktober 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti Rahmat Kurnia ST melalui Kabid Binamarga Guspi ST mengatakan, kepastian tersebut menjadi perkembangan terbaru dari usulan penanganan infrastruktur jalan yang disampaikan Pemkab Meranti kepada pemerintah pusat.
‘’Untuk sementara, dari tiga usulan yang kita sampaikan, yang diakomodir pemerintah pusat baru ruas Peranggas-Kayu Ara. Informasi yang kami terima, proses pembangunannya ditargetkan mulai paling lambat pekan kedua Oktober,’’ kata Guspi, Selasa (29/9).
Baca Juga: Tenaga Ahli Utama KSP Tampung Aspirasi Atlet NPCI, Dispora Riau Dorong Program Prioritas
Meski baru satu ruas yang mendapat kepastian, Pemkab Meranti tidak berhenti memperjuangkan dua usulan lainnya. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dan mengupayakan agar ruas tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat.
Dua ruas yang masih diupayakan itu yakni Jalan Semukut-Kuala Merbau sepanjang sekitar 1,60 kilometer dengan estimasi kebutuhan anggaran Rp9.978.773.000. Kemudian Jalan Lukun-Sungai Tohor sepanjang sekitar 4 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp33.851.473.000.
‘’Kita tentu akan terus berupaya maksimal agar sisa ruas yang sudah kita usulkan juga bisa diakomodir pemerintah pusat. Ini menjadi perhatian kita karena kebutuhan peningkatan jalan di Meranti masih cukup besar,’’ ujarnya.
Baca Juga: Turun, Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Dihargai Rp3.912 per Kg
Sebelumnya, Pemkab Meranti mengusulkan tiga ruas tersebut melalui program IJD dengan total panjang penanganan sekitar 9,6 kilometer. Total kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp73.102.586.000.
Dalam usulan awal, Jalan Semukut-Kuala Merbau ditempatkan sebagai prioritas pertama. Ruas ini berkaitan dengan kawasan tematik swasembada pangan dan perkebunan.
Selanjutnya, Jalan Pelabuhan Peranggas-Sei Kayu Ara menjadi prioritas kedua dengan estimasi kebutuhan anggaran Rp29.272.340.000. Sedangkan Jalan Lukun-Sungai Tohor menjadi prioritas ketiga dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp33.851.473.000.(wir)
Editor : Arif Oktafian