PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman pantauan kualitas udara PM2.5, Rabu (30/9/2026) kembali menemukan penurunan kualitas udara di Pekanbaru akibat kabut asap yang muncul beberapa hari terakhir.
Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, berdasarkan pengamatan, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 08.00 WIB tercatat mencapai 91,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Kondisi ini masih berlanjut hingga pukul 10.00 WIB tercatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 76.6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) masuk kategori tidak sehat.
Baca Juga: Mendorong Pendidikan Ekologis di Riau
Memburuk kualitas udara di Pekanbaru dipertegas dengan masih tingginya jumlah titik panas di Pulau Sumatera yang mencapai
3734 titik panas, dengan jumlah titik panas terbanyak berada di Provinsi Sumatera Selatan berkisar 2639 titik panas, sedangkan Riau hanya 6 titik panas ditempat daerah.
"Pantauan Stasiun Himawari 9 sebaran, asap terdeteksi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung,"katanya
Baca Juga: Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026
Sementara itu, arah angin di Indonesia secara umum bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi udara kabur masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Riau sepanjang Rabu. Kondisi tersebut dipengaruhi asap dan dapat menyebabkan penurunan jarak pandang.
Meskipun demikian, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Riau. Hujan pada siang hingga malam hari diprakirakan turun di beberapa daerah, termasuk Pekanbaru pada malam hari
"Waspada karena kekaburan udara akibat asap (smoke) dapat menyebabkan penurunan jarak pandang," katanya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman