Soal Karhutla di Riau Tahun Ini, Menhut Raja Juli: Pak Plt Gubernur, Kapolda dan Pangdam Keren

Soleh Saputra • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:51 WIB
Menhut Raja Juli bersama Plt Gubri SF Hariyanto saat mengunjungi rumah runding restorasi di Bengkalis, Rabu (30/9/2026). Ft Diskominfo Riau
Menhut Raja Juli bersama Plt Gubri SF Hariyanto saat mengunjungi rumah runding restorasi di Bengkalis, Rabu (30/9/2026). Ft Diskominfo Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Provinsi Riau yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu daerah dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tinggi menunjukkan perubahan dalam penanganan kebakaran. Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni menyebut posisi Riau dalam catatan hotspot dan firespot tahun ini berada di urutan terakhir dibandingkan enam provinsi yang selama ini menjadi langganan karhutla.

Menhut Raja Juli juga mengapresiasi langkah yang dilakukan dalam penanggulangan karhutla di Riau, bahkan menyebut Plt Gubernur Riau, Kapolda Riau, pangdam, bupati dan wali kota serta masyarakat keren.

Menhut RI, Raja Juli mengatakan perubahan tersebut menjadi perkembangan penting mengingat Riau secara historis memiliki rekam jejak panjang dalam persoalan Karhutla dan asap.

Baca Juga: Pulihkan Lahan Pascakebakaran, Polres Kampar dan Kodim 0313/KPR Tanam 300 Pohon di Sungai Sarik

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan di Rumah Runding Restorasi, Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

"Alhamdulillah dari enam provinsi yang langganan Karhutla, biasanya Riau langganan nomor satu. Kalau kita lihat sejarahnya track record, historical record Riau ini nomor satu. Saya sebagai orang Riau merasakan betapa sengsaranya ibu di masa-masa karhutla yang memang sangat tinggi di Riau," kata Raja Juli.

Baca Juga: Sidang Mantan Menag Yaqut di PN Tipikor, Saksi Ungkap Hal Ini soal Uang 1 Juta Dolar Amerika

Dijelaskannya, kondisi tahun ini menjadi perhatian karena Riau menghadapi periode yang disebut berada pada puncak El Nino. Namun, situasi karhutla yang terjadi justru tidak menunjukkan pola seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Bahkan tahun lalu saja rasanya lebih pekat asapnya ketimbang tahun ini, padahal ini puncak El Nino. Nah sekarang saya kira semua pakar nasional maupun internasional yang sempat berinteraksi dengan saya, melihat bahwa Alhamdulillah Riau urutan hotspot dan firespotnya nomor terakhir," jelasnya.

Menhut Raja Juli menilai kondisi tersebut tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu faktor atau keberhasilan satu pihak.

Menurut dia, penurunan ancaman karhutla merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan pemerintah hingga masyarakat.

Baca Juga: 102 Orang Saksi Diperiksa Polda Riau Terkait Dugaan Korupsi BLUD RSD Madani Pekanbaru 2022-2024

"Tentu ini adalah rasa syukur kita, jawabannya tidak bisa singkat bahwa ini tanda Pak Plt Gubernurnya keren, Pak Pangdamnya keren, Pak Kapolda keren, Buk Bupati keren dan masyarakatnya juga keren. Tapi tentu tidak cukup hanya dengan memberikan jawaban sesimpel itu dan saya kira nanti akan banyak saintis, ilmuwan yang akan melakukan studi ke Riau," ungkapnya.

Ia menerangkan salah satu bagian penting yang perlu dilihat adalah perubahan kondisi kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi kebakaran berulang. Kawasan tersebut mengalami degradasi gambut sebelum kemudian dilakukan proses pemulihan.

"Nah salah satu potongan jawaban terhadap kondisi hari ini saya kira adalah apa yang sedang kita saksikan pada saat sekarang ini. Dimana tadi disampaikan ini dulu (Tanjung Leban) adalah tempat kebakaran hutan berulang terjadi, terjadi degradasi gambut," terangnya. 

Editor : Rinaldi
karhutla di riau tahun ini plt gubernur keren kapolda keren hotspot riau menhut raja juli antoni