PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru kembali menemukan enam titik panas di Provinsi Riau yang didominasi Kabupaten Kampar, Jumat (2/10/2026).
Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Deby C, bukanhanya Provinsi Riau, BMKG juga menemukan peningkatan jumlah titik panas di Pulau Sumatera yang mencapai 3.428 titik dengan sebaran terbanyak ada di Provinsi Sumatera Selatan dengan 2.757 titik panas, lalu Lampung 406 dan Bangka Belitung 208 titik panas.
Sedangkan Aceh ada 13 titik, Bengkulu 7, Jambi 10, Sumatera Barat 20, Sumatera Utara 1 dan Provinsi Riau 6, berada di Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Kapolri Suyudi Siap Hapus Fenomena No Viral, No Justice
Sedangkan untuk prakirakan cuaca di Provinsi Riau sejak pagi hari cuaca berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang.
Kondisi ini masih akan berlangsung pada siang hingga sore hari diprakirakan kabur hingga cerah berawan dan berawan. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi dihampir sebagian besar wilayah Riau.
Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar. Sementara pada dini hari, hujan ringan yang bersifat lokal berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Baca Juga: Raih Emas Panahan, Hani Ingin Umrahkan Ibu
Untuk suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 23-33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50-98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter atau kategori rendah.
"BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru pada siang atau sore serta malam hari," tuturnya.
Editor : Rinaldi