Tim PKM PGSD FKIP Unri Gelar Workshop Deep Learning Matematika Berbasis BM

Herianto Baserah • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 15:30 WIB
Tim PKM PGSD FKIP Unri foto bersama guru SDN 042 Tambang Kampar usai pelatihan, belum lama ini.(FKIP Unri Untuk Riau Pos)
Tim PKM PGSD FKIP Unri foto bersama guru SDN 042 Tambang Kampar usai pelatihan, belum lama ini.(FKIP Unri Untuk Riau Pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) PGSD FKIP Universitas Riau (Unri) menyelenggarakan workshop deep learning (DL) matematika yang terintegrasi dengan etnomatematika Melayu dan teknologi Virtual Tour 360°.

Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka Sabtu 22 Agustus 2026 di SDN 042 Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, dengan melibatkan 26 guru sekolah dasar.

Workshop ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran matematika yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, guru didorong untuk menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari serta kekayaan Budaya Melayu (BM) yang ada di lingkungan sekitar.

 Baca Juga: Bentrok Kelompok Masyarakat dengan Sekuriti di Muara Basung, Mess serta Kendaraan Dirusak Massa

Kegiatan diawali dengan pengisian survei oleh seluruh peserta untuk mengetahui pengetahuan dan kemampuan awal guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika. Survei tersebut menjadi dasar untuk melihat perkembangan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian workshop. Pelaksanaan workshop dibagi menjadi tiga sesi utama, yaitu pengenalan pendekatan deep learning, pengenalan etnomatematika Melayu, serta pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Virtual Tour 360°.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika sekolah dasar yang disampaikan oleh Prof Zetra Hainul Putra PhD. yang merupakan pakar pembelajaran matematika di Sekolah Dasar di Prodi PGSD FKIP Universitas Riau. Pemateri menjelaskan tiga prinsip utama pembelajaran mendalam, yaitu mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan).

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dengan mengaitkan konsep pembelajaran mendalam dengan karakteristik dan kebutuhan siswa sekolah dasar. Guru diajak memahami bahwa pembelajaran matematika tidak hanya berorientasi pada penguasaan rumus dan prosedur penyelesaian soal, tetapi juga harus membantu siswa memahami konsep, mengembangkan kemampuan berpikir, serta menghubungkan materi dengan pengalaman nyata.

Baca Juga: Kompak Umumkan di Instagram, Aktris Haruka Fukuhara Dinikahi Bintang Timnas Jepang Takefusa Kubo

Memasuki sesi kedua, peserta diperkenalkan dengan konsep etnomatematika Melayu sebagai pendekatan untuk mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika. Dalam sesi ini, guru diajak mengenali berbagai unsur matematika yang terdapat dalam aktivitas, pola, bentuk bangunan, dan artefak budaya Melayu. Berbagai konsep matematika, seperti bangun geometri, pola, simetri, pengukuran, dan hubungan keruangan, dapat ditemukan dalam objek budaya Melayu. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menjadikan budaya lokal sebagai sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa sekaligus memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya daerah.

Pada sesi ketiga, peserta mengikuti pelatihan praktik pembuatan media pembelajaran Virtual Tour 360°. Dalam kegiatan ini, pemateri memberikan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatan tur virtual sederhana menggunakan platform Theasys.

Peserta dibimbing mulai dari membuat akun, menyiapkan bahan berupa foto panorama yang diambil menggunakan telepon seluler, mengunggah foto ke platform Theasys, hingga menambahkan fitur hotspot dan berbagai elemen interaktif lainnya. Selama proses berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan yang dicontohkan oleh pemateri sehingga dapat mempraktikkan secara langsung pembuatan media pembelajaran digital tersebut.

Tidak hanya memperoleh materi secara teoretis, para guru juga mengikuti kegiatan praktik dengan mengamati berbagai objek yang terdapat di lingkungan SDN 042 Tambang. Peserta kemudian mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada objek tersebut dan merancang aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan objek lingkungan dengan materi matematika sekolah dasar.

Baca Juga: 61 Hotspot Terdeteksi di Tiga Kabupaten di Riau, 51 Titik Panas Ada di Inhil

Melalui kegiatan praktik ini, guru memperoleh pengalaman dalam mengembangkan media pembelajaran yang menggabungkan teknologi digital, konsep matematika, dan lingkungan sekitar. Hasil praktik menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan rancangan Virtual Tour 360° sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran.

Integrasi deep learning, etnomatematika Melayu, dan Virtual Tour 360° diharapkan dapat membantu guru menciptakan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna. Siswa nantinya dapat mengeksplorasi objek secara virtual serta mengidentifikasi konsep matematika melalui pengalaman visual yang lebih nyata.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 26 guru yang mengikuti kegiatan, terdapat peningkatan kompetensi deep learning matematika guru. Peningkatan ini menunjukkan adanya perkembangan kompetensi guru setelah mengikuti program. Hasil analisis juga memperlihatkan bahwa peningkatan paling besar terjadi pada aspek pemahaman dan pemanfaatan teknologi Virtual Tour 360°.

Melalui kegiatan PKM ini, tim berharap para guru dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital sekaligus memperkuat pengenalan budaya Melayu dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
workshop deep learning Tim PKM PGSD FKIP Unri fkip unri