PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pekatnya kabut asap yang diakibatkan peningkatan jumlah titik panas di Pulau Sumatera membuat jarak pandang di Kota Pekanbaru semakin parah.
Berdasarkan pantauan radar citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru jarak pandang di Pekanbaru hanya berkisar 800 meter saja jaul lebih menurun dari hari sebelumnya yang berkisar 1,5 kilometer, Rabu (7/10/2026).
Pantauan Riau Pos disejumlah ruas jalan di Pekanbaru seperti Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Soekarno-Hatta terlihat kabut asap putih pekat membuat seluruh gedung pencakar langit di Pekanbaru lenyap, terselimuti kabut asap yang juga diiringi dengan aroma bau bekas pembakaran.
Baca Juga: Paripurna Pembahasan Delapan Ranperda Ditunda DPRD Kampar Tidak Kuorum
Sebagai besar pengendara motor yang melintas turut menggunakan masker agar meminimalisir dampak kabut asap yang terjadi di Pekanbaru. Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, kondisi udara kabur akibat asap berpotensi terjadi mulai siang hingga dini hari.
Di mana pagi ini jarak pandang di Pekanbaru hanya berkisar 800 meter saja, kondisi ini akan berlangsung lama lantaran arah angin yang masih mengarah ke Riau. Kondisi ini juga didukung dengan Suhu Udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 45-90 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam. Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di wilayah perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter atau dalam kategori rendah.
Sementara itu, BMKG juga mencatat Provinsi Riau ikut menyumbang 16 titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera. Di mana, secara keseluruhan, terdapat 4.806 hotspot di wilayah Sumatera. Jumlah terbanyak terdeteksi di Sumatera Selatan sebanyak 3.689 titik, disusul Jambi 438 titik, Lampung 353 titik, Bangka Belitung 296 titik, dan sejumlah wilayah lainnya.
Baca Juga: Ronaldo Sebut Jorge Jesus Ingkar Janji, Minta Maaf kepada Rekan Setim di Portugal
"16 hotspot di Riau tersebar di Kuantan Singingi sebanyak dua titik, Pelalawan dua titik, Siak dua titik, Kampar satu titik, Indragiri Hulu enam titik, Indragiri Hilir satu titik, dan Kota Pekanbaru dua titik,"katanya.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
"Memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," imbau Alfa.(ayi)
Editor : Edwar Yaman