PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah daerah termasuk Kota Pekanbaru membuat jarak pandang kembali terbatas, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan pantauan radar citra satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru sejak dini hari hingga pukul 09.00 WIB. Jarak pandang di Pekanbaru berada di bawah 1 kilometer sehingga membuat masyarakat khususnya para pengendara harus waspada saat beraktivitas ditengah kabut asap yang masih terjadi.
Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna kondisi kekaburan udara akibat asap berpotensi terjadi sejak pagi hingga malam hari.
Baca Juga: Disubsidi Pemerintah Rp3,2 Juta, Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta, Jemaah Lunasi Rata-Rata Rp23 Juta
Pagi hari berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) masih berlangsung dan membuat jarak pandang di Pekanbaru hanya tersisa 900 meter.
Kondisi ini terjadi lantaran arah angin masih terkonsentrasi menuju ke arah provinsi Riau dari arah arah tenggara dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.
Sementara itu, jumlah titik panas di Pulau Sumatera kembali alami peningkatan yang cukup signifikan. Dimana sebelumnya hotspot di Pulau Sumatera sudah memecahkan rekor tertingginya dengan 3.000 lebih titik panas. Kini naik menjadi 4.845 titik panas.
Baca Juga: Lionel Messi Cetak Gol dalam 'Tango Terakhir' yang Mengharukan untuk Argentina
Di mana, 3.847 titik panas berada di Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar,disusul Provinsi Jambi 384 titik, Provinsi Bangka Belitung 316 titik dan Provinsi Lampung 251 titik, serta Provinsi Riau naik 19 titik panas.
Hotspot di Riau tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi 15 titik, Siak, Rohil, Inhu dan Dumai masing-masing 1 titik. Seluruh hotspot di level confidence (tingkat kepercayaan) sedang.
"Dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau pada hari ini, kami untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan. Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," tegasnya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman