13 Murid SD di Kampar Diduga Keracunan MBG

Kamaruddin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:50 WIB
Murid SDN 044 Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar mendapatkan perawatan medis di RSD Madani Pekanbaru karena diduga keracunan makanan program MBG, Selasa (6/10/2026). (ISTIMEWA)
Murid SDN 044 Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar mendapatkan perawatan medis di RSD Madani Pekanbaru karena diduga keracunan makanan program MBG, Selasa (6/10/2026). (ISTIMEWA)

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Kampar. Sebanyak 13 murid SDN 044 Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung dilarikan ke rumah sakit usai mengalami gejala diduga keracunan makanan, Selasa (6/10).

Gejala tersebut muncul beberapa saat setelah para murid menyantap hidangan program MBG di sekolah. ​Kepala Dinas Kesehatan (Diskes)Kampar Zulhendra Das’at, melalui Kabid P2P Elfian, membenarkan kejadian tersebut. 

Pihaknya menerima laporan dari tim Surveilans Puskesmas dan langsung menerjunkan tim ke RS Madani untuk melakukan verifikasi serta penanganan awal. ​“Dari total 555 siswa penerima program MBG di sekolah tersebut, tercatat ada 13 siswa yang mengalami gejala,” ujar Elfian, kemarin.

Baca Juga: Jarak Pandang Minim, Tiga Pesawat Sempat Berputar-putar sebelum Landing di Bandara SSK II Pekanbaru

​Para korban terdiri dari 12 murid kelas 6B dan 1 murid kelas 6A. Gejala yang dialami siswa adalah kulit keme­rahan, timbul bentol atau ruam, sakit perut, mual, muntah, hingga demam. Reaksi tersebut dirasakan para siswa hanya selang 10 menit setelah mengonsumsi menu MBG pada jam istirahat sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. 

Adapun menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi, telur goreng sambal cabai, tempe goreng, tumis sawi putih, dan buah semangka. ​Saat ini, seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di RS Madani. 

Sebanyak sembilan murid sudah dipindahkan ke ruang rawat inap untuk menjalani observasi lanjutan. Sementara empat lainnya masih mendapat penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Baca Juga: Kabut Asap Meluas, 9 Daerah PJJ Jarak Pandang 600 Meter, 2 Pesawat Gagal Mendarat

​Kondisi para siswa juga mendapat perhatian langsung dari Kadis Kesehatan Provinsi Riau beserta jajaran, Tim Gerak Cepat (TGC), dan jajaran Diskes Kampar yang turun meninjau langsung ke RS Madani guna memastikan perawatan berjalan maksimal.

​Meskipun demikian, Dinkes Kampar menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dari peristiwa ini. Sampel sisa makanan yang dikonsumsi para siswa telah diambil dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Riau untuk dilakukan uji laboratorium.

​Saat ini kejadian masih dalam proses penyelidikan epidemiologi. Pemantauan terhadap kondisi seluruh pasien maupun potensi munculnya kasus tambahan akan terus dilakukan oleh pihak Diskes selama 3x24 jam ke depan.

Baca Juga: Muklisin Temui Anggota DPD RI Asal Riau Minta Dukungan Trase Tol Pekanbaru- Telukkuantan

Kepala SDN 44 Karya Indah, Iwan Saepudin, mengonfirmasi bahwa belasan siswanya mengalami gejala tersebut tidak lama setelah mengonsumsi makanan MBG pada Selasa pagi. Ia memastikan para siswa belum sempat membeli jajanan lain di kantin sekolah.

​“Anak-anak mengeluhkan gatal dan mual tidak lama setelah mengonsumsi MBG. Saat itu mereka belum ke kantin karena masih pagi dan baru makan sajian MBG tersebut,” ujar Iwan.

​Pihak sekolah sempat membawa para siswa ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan awal. Namun, petugas puskesmas menyarankan agar seluruh siswa segera dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan yang lebih intensif.

Baca Juga: Diselimuti Kabut Asap, Jarak Pandang Pekanbaru Hanya 900 Meter

​Meskipun demikian, Iwan menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari kondisi para murid. Tim medis RSD Madani Pekanbaru saat ini telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium.

​“Kami belum bisa memastikan apakah ini murni keracunan atau ada faktor lain. Sampel sudah diambil oleh pihak rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Iwan.

Sebelumnya, kasus keracunan MBG juga telah terjadi di Kampar, tepatnya di Tapung Hulu pada 18 Agustus lalu. Korbannya mencapai 141 orang, yang terdiri dari 126 siswa dari SMKN 1 Tapung Hulu dan Pondok Pesantren Al Muktas, serta 15 guru.(kom)

 

 

Editor : Arif Oktafian
MBG Kampar Makan Bergizi Gratis keracunan mbg