Guru Besar Bidang Tafsir Khairunnas Jamal Kupas Merawat Kehidupan dan Kelestarian Bumi

Herianto Baserah • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:33 WIB
Prof Dr Khairunnas Jamal MA.(Istimewa)
Prof Dr Khairunnas Jamal MA.(Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Prof Dr Khairunnas Jamal MA merupakan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau dalam bidang Tafsir. Ia dikukuhkan sebagai guru besar dalam sidang terbuka Senat UIN Suska Riau di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau, Senin (5/10/2026). 

Judul orasinya ‘’Tafsir Ekoteologi Alquran: Membangun Etika Qurani untuk Merawat Kehidupan dan Kelestarian Bumi’’. Poin utama orasinya mengkaji kedudukan alam dalam Al-Qur’an bukan sekadar objek eksploitasi semata, melainkan sebagai ayat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan umam (komunitas makhluk hidup).

Melalui pendekatan tersebut beliau merumuskan prinsip etika ekologis Qurani yang berpijak pada tauhid, khalifah, mizan (keseimbangan), amanah, larangan kerusakan (la ifsad), kewajiban restoratif (islah) dan kasih sayang (rahmah).

 Baca Juga: 1.491 KK Masuk Data Perlindungan Sosial Meranti, Ribuan Masih Berstatus Calon Penerima

Menurutnya, tafsir ekoteologi tidak seharusnya berhenti pada penjelasan makna ayat-ayat Al-Qur’an tentang alam, melainkan perlu bergerak menuju perumusan etika yang mampu membimbing tindakan manusia terhadap lingkungan. Dalam kerangka ini, Al-Qur’an dipahami bukan hanya sebagai sumber norma keagamaan, tetapi juga sebagai sumber paradigma dalam memahami relasi antara Allah, manusia dan alam.

Relasi tersebut dapat dirumuskan dalam sebuah alur konseptual yang menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah diberi amanah untuk menjaga keseimbangan alam, bukan merusaknya. Prinsip mizan dan rahmah menjadi fondasi penting agar pengelolaan bumi tetap lestari dan berkeadilan bagi generasi mendatang.

Prof Dr Khairunnas Jamal MA  lahir di Pekanbaru pada 5 November 1973. Beliau merupakan putra dari pasangan H Jamaluddin Khatib dan Hj Jamillah Khatib, yang keduanya dikenal sebagai pendidik dan guru sekolah.Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri 17 Umban Sari, Rumbai, Pekanbaru (1986) dan Madrasah Diniyah Awaliyah di Masjid Taufik Wajidayah, Jalan Yos Sudarso, Rumbai.

Setelah itu melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, Jawa Timur (1986-1992) dan pengabdian di pesantren (1992-1994). Pendidikan tinggi ditempuh di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1998), Magister di UIN Suska Riau (2003-2005), dan Doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) (2008-2013).

Baca Juga: Harga Tiket Tribun Timur Diturunkan saat PSPS Menjamu PSMS

Dalam kehidupan keluarga, beliau menikah dengan Nurul Hidayah SPsi dan dikaruniai lima orang anak, yaitu Aulia Wardah Khairani, Safira Nadia Khairani, Salma Azizah Khairani, Chayara Elya Ramayza Labiba, dan Chalila Mutia Lubna Asyifa. Dalam perjalanan akademik di UIN Suska Riau. Beliau pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Kepala Pusat Naskah Klasik pada LPPM UIN Suska Riau, Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, dan Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Program Doktor (S3) Pascasarjana.

Selain akademisi, beliau aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, antara lain Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Riau, Sekretaris Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQH) Kota Pekanbaru, Pengurus MUI Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, Ketua IPQH Kecamatan Rumbai, Pengurus LPTQ Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau, serta Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau. Beliau juga aktif sebagai pembina dan Dewan Hakim MTQ Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, hingga tingkat nasional. Perjalanan tersebut menunjukkan komitmen beliau dalam mengembangkan ilmu-ilmu keislaman, khususnya Al-Qur’an, tafsir, serta pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
Khairunnas Jamal Merawat Kehidupan Kelestarian Bumi guru besar