PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat meminta seluruh jajaran kepolisian harus mengedepankan pelayanan publik yang responsif, humanis, dan berintegritas.
Setiap laporan maupun persoalan yang dihadapi masyarakat harus segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu viral di media sosial.
Penegasan itu disampaikan Arman saat memberikan arahan dalam kegiatan Commander Wish terkait program prioritas dan kebijakan pimpinan Polri Tahun 2026 di Aula Tri Brata Lantai 5 Mapolda Riau, Rabu (14/10/2026) pagi.
Baca Juga: Setia Dampingi Dharma Loka Selama 16 Tahun, Coach Dewit Fokus Perkuat Dasar Permainan
Dalam arahannya, Arman menekankan bahwa kebijakan pimpinan Polri tidak boleh berhenti sebagai program administratif atau sekadar memenuhi target kegiatan. Seluruh kebijakan harus diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam pola pikir, sikap, dan perilaku personel ketika menjalankan tugas.
Menurutnya, berbagai program prioritas yang telah berjalan perlu terus diperkuat melalui pelaksanaan yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat, bukan menciptakan jarak. Setiap laporan dan persoalan masyarakat harus ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat merasa keadilan hanya bisa diperoleh setelah suatu peristiwa menjadi viral,” demikian penekanan Kapolda dalam arahannya.
Baca Juga: Pernah Berprestasi di Taekwondo, Puan Hafeeza Kini Tampil di AQUA DBL Dance
Arman juga mengingatkan seluruh personel agar tidak menyalahgunakan seragam dan kewenangan untuk kepentingan pribadi. Integritas dan profesionalisme, menurutnya, merupakan hal mendasar yang harus dijaga setiap anggota demi mempertahankan kehormatan institusi Polri.
Untuk memastikan hal tersebut berjalan, ia meminta para Kapolres, Kapolsek, dan pimpinan satuan menjadi teladan bagi anggotanya. Pimpinan tidak cukup hanya memberikan perintah, tetapi juga harus berani mengambil keputusan, mengevaluasi pelaksanaan tugas, memperbaiki kesalahan, serta bertanggung jawab atas kinerja personel di wilayah masing-masing.
Selain menekankan kualitas pelayanan dan integritas, Kapolda Riau juga mendorong penguatan transformasi Polri melalui empat aspek utama, yakni orientasi pelayanan, metode pengamanan, pola kerja, dan akuntabilitas.
Baca Juga: Pengelola Terbukti Sediakan Narkoba Terancam Dicabut Izinnya
Keempat aspek tersebut harus diterapkan oleh setiap satuan kerja dengan menyesuaikan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat.
Arman turut menekankan pentingnya penguatan Green Policing dan Democratic Policing. Kedua pendekatan ini diharapkan mendorong pelaksanaan tugas kepolisian yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
"Pelestarian lingkungan, perlindungan satwa, pembangunan fasilitas publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu diarahkan pada hasil yang dapat dirasakan secara langsung," tuturnya.
Baca Juga: Capella Honda Perkuat Pendampingan Vokasi SMK Binaan AHM se-Riau
Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Dampak nyata seperti meningkatnya akses masyarakat, berkurangnya potensi kerawanan, serta terciptanya lingkungan yang aman dan produktif juga harus menjadi tolok ukur.
Editor : M. Erizal