PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan 980 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Bali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 dapur SPPG berada di Provinsi Riau.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN) Harjito B mengatakan, untuk di Provinsi Riau, kegiatan peresmian SPPG dilakukan di Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru. Dengan adanya penambahan 87 SPPG tersebut, hingga saat ini total SPPG yang telah beroperasi di Riau mencapai 683 dapur.
‘’Kita telah mengikuti rangkaian peresmian 980 SPPG di Wilayah Sumatera, Kalimantan dan Bali. Dan untuk Provinsi Riau terdapat 87 dapur,’’ kata Harjito B, Rabu (14/10).
Baca Juga: 600 Lulusan UHTP Yudisium dan Angkat Sumpah, Siap Rebut Peluang Kerja
Ia menjelaskan, dari total yang beroperasi, terdapat 13 SPPG di Riau yang untuk sementara di-suspend atau dihentikan operasionalnya. ‘’Untuk Provinsi Riau sendiri, sampai saat ini sudah beroperasional sebanyak 683 SPPG, kemudian yang di-suspend untuk sementara ada 13 SPPG. Suspend ini ada beberapa kesalahan, terutama yang belum memiliki SLHS,’’ jelasnya.
Harjito menyebutkan, untuk wilayah Riau, terdapat 1,5 juta penerima manfaat (PM). Di mana, khusus pada SPPG Kota Pekanbaru Payung Sekaki Air Hitam 3, Jalan Karya Indah melayani sebanyak 1.011 penerima manfaat.
‘’Pada SPPG ini jumlah penerima manfaatnya 1.011 dan untuk Provinsi Riau terdapat 1,5 juta,’’ ujarnya.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau, Helmi D yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden RI, Badan Gizi Nasional, serta seluruh pihak yang terus mendorong perluasan Program Makan Bergizi Gratis hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Baca Juga: Kapolda Riau Baru Ditantang Usut Tuntas Karhutla
‘’Pemerintah Provinsi Riau sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap Program MBG sebagai salah satu program prioritas presiden, kami memandang program ini sebagai investasi penting bagi masa depan generasi Indonesia, sekaligus bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,’’ katanya.
Karena itu, dikatakan Helmi, pihaknya sangat menyambut baik langkah BGN yang terus memperluas pelayanan melalui pengembangan SPPG di wilayah 3T.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sendiri mendorong penambahan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas jangkauan penerima manfaat program tersebut.
Baca Juga: Pemutihan Denda Pajak Kembali Diberlakukan, Mulai 15 Oktober Hingga 30 November
Perluasan sasaran diharapkan tidak hanya menyentuh pelajar, tetapi juga balita, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia).
Hal itu disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Abdul Jamal, saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Karya Indah, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (14/10).
Abdul Jamal mengatakan, program MBG saat ini telah menjangkau sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru. Namun, pemerintah berharap seluruh sekolah dapat segera menerima manfaat program tersebut.
Baca Juga: Capella Honda Perkuat Pendampingan Vokasi SMK Binaan AHM se-Riau
‘’Sasarannya tidak hanya sekolah. Di sini juga ada balita, ibu hamil, dan lansia. Mungkin penyalurannya bisa melalui Posyandu,’’ jelasnya.(sol/ilo)
Editor : Arif Oktafian