PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Akhir pekan ini, kabut asap di Provinsi Riau kian pekat dan membuat jarak pandang di sejumlah daerah kian menurun. Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),Sabtu (17/10/2026) pagi, jarak pandang di sejumlah daerah di Provinsi Riau termasuk Kota Pekanbaru hanya tersisa 1,5 Km saja.
Kondisi ini kian meluas di berbagai daerah mulai dari Kabupaten Kampar yang kini hanya menyisakan 3 km, Kabupaten Pelalawan 1 km, dan Kabupaten Indragiri Hulu (Rengat) menjadi yang terparah dengan 500 meter saja.
Kondisi ini disebabkan masih tebalnya kabut asap (smoke) yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang mulai terbawa angin Riau.
Baca Juga: Enzo Maresca Serukan 'Banyak Pisang' di Etihad untuk Mendukung Manchester City
"Pagi ini jarak pandang Pekanbaru 1,5 Km, Kampar 3 Km, Pelalawan 1 Km, Inhu 500 meter,"katanya
Sementara itu, untuk jumlah titik panas di Pulau Sumatera juga alami peningkatan yang cukup signifikan. Di mana sebelumnya titik panas mulai turun dan hanya 1.800 titik, namun kini naik menjadi 3.048 titik panas .
Sedangkan Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan 2.558 titik. Provinsi Jambi sebanyak 206 titik, Lampung 130 titik, Bangka Belitung 119 titik, dan Bengkulu 18 titik, Aceh dan Sumatera Barat masing-masing terpantau memiliki tiga titik panas.
Baca Juga: Tumbangkan Unggulan Kelima Elina Svitolina, Petenis Inggris Sonay Kartal ke Semifinal Wuhan Open
Di Provinsi Riau, BMKG mendeteksi sembilan titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Bengkalis mencatat tiga titik panas, disusul Kabupaten Siak dan Kampar masing-masing dua titik. Sementara Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai masing-masing terdeteksi satu titik panas.
BMKG mengingatkan masyarakat di Riau untuk mewaspadai dampak asap karhutla terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan. Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap memantau perkembangan cuaca dan informasi terkait titik panas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.***
Editor : Edwar Yaman