PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengurus Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ASSRI) Riau periode 2026 hingga 2029 resmi dilantik, Sabtu (17/10/2026). Di bawah kepemimpinan dr Ade Fajri Kurnia MH CMC CCD, ASSRI Riau akan merangkul 37 rumah sakit swasta yang tersebar di Provinsi Riau.
Ia mengatakan, sebagai asosiasi yang menghimpun rumah sakit swasta di Riau, ASSRI Riau berfokus pada kepentingan rumah sakit swasta khususnya dalam hal sustainablality (keberlanjutan) dan juga pengembangan bisnis rumah sakit.
"Fokus kita adalah bagaimana Rumah Sakit Swasta bisa tetap tumbuh dan berkembang serta bertahan di tengah regulasi yang selalu berjalan dinamis," ujarnya di sela kegiatan pelantikan yang berlangsung di The Premiere Hotel Pekanbaru.
Baca Juga: Bupati Kampar Buka Ikan Antau Lubuk Larangan, Ajak Masyarakat Jaga Adat dan Lestarikan Sungai
Salah satunya diwujudkan dengan kegiatan pertemuan penguatan manajemen Rumah Sakit anggota ARRSI Riau yang gelar sekitar sepekan sebelum pelantikan. Dokter Ade menjelaskan bahwa pembekalan tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Rekredensialing kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Setelah pelantikan ini, ada beberapa program yang dijalankan olehnya bersama pengurus ASSRI Riau. Di antaranya, pihaknya mengaku akan mengkonsolidasikan semua anggota dan beberapa rumah sakit swasta yang baru tumbuh dan berdiri untuk mengajak bergabung dengan ASSRI Riau.
Kemudian akan ada beberapa program lainnya terkait kepentingan rumah sakit swasta di ataranya mengenai issue tanda tangan elektronik dan juga mengenai koordinasi antar benefit asuransi swasta.
Baca Juga: Pencuri 9 Potongan Tembaga di Warehouse PHR Diamankan Polsek Mandau
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti tantangan mengenai regulasi transformasi rumah sakit khusus menjadi rumah sakit umum yang yang harus diprogres selama 2 tahun.
"Jadi di undang-undang 17 tahun 2023 yang sudah ditetapkan sejak 3 tahun lalu, sekarang ada perubahan paradigma. Tidak lagi ada kelas rumah sakit DCBA ya. Jadi rumah sakit akan berubah menjadi rumah sakit berbasis kompetensi dengan minimum 50 tempat tidur. Dari regulasi yang ada, rumah sakit khusus yang sebelumnya punya bed di bawah 50 di atas 25 itu harus bertransformasi mengikuti ketentuan yang ada. Apakah dia akan mengikuti rumah sakit dengan minimum bed 50 atau akan menjadi klinik utama," paparnya.
Menghadapi tantangan tersebut, ARSSI Riau dikatakannya akan terus mendorong seluruh anggota agar tetap sustain berada di jalur rumah sakit.
"Di mana nanti beberapa rumah sakit swasta khusus, rumah sakit ibu dan anak contohnya, itu nanti kita akan tetap kawal agar tetap bisa memenuhi regulasi yang berlaku," lanjutnya.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Sambut Instruksi Kapolri Petakan Wilayah Rawan Narkoba
Pihaknya optimis rumah sakit anggota ARSSI Riau tetap bertahan menghadapi dinamika tersebut. Sementara itu Ketua Umum ARSSI Pusat, Dr drg Iing Ichsan Hanafi MARS MH dalam sambutannya juga menyinggung hal yang sama dengan dr Ade. Menurutnya, Di era sekarang tantangan sangat berat akan dihadapi rumah sakit swasta ke depannya. Khususnya terkait Permenkes 6 tahun 2026.
"Ini menjadi tantangan yang sangat berat bagi teman-teman rumah sakit swasta. Pertama terkendala dalam transformasi menajdi rumah sakit umum. Kedua, setelah menjadi rumah sakit umum, saat memperpanjang PKS dengan BPJS juga menjadi kendala. Jadi, hal-hal ini banyak dialami oleh rumah sakit swasta anggota ARRSI. Ini PR berat bagi kita," terangnya.
Untuk itu, ia mengajak ARRSI Riau juga menyiapkan diri untuk menghadapi tantang tersebut dengan memperkuat kolaborasi.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau, diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli SKep MH, menyampaikan, regulasi kesehatan memang cukup cepat sekali berubah dan menajdi perhatian juga bagi pemerintah Provinsi Riau. Karena itu, pihaknya berharap, kehadiran ARSSI Riau bisa menjadi wadah bagi rumah sakit swasta untuk bisa menghadapi tantangan tersebut bersama-sama.
"Kami mengucapkan selama atas pelantikan pengurus ARSSI Riau. Semoga program yang dihadirkan dapat memberikan dampak positif bagi dunia kesehatan di Provinsi Riau," tutupnya.
Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga diisi dengan seminar yang mengangkat tema "Rumah Sakit Swasta Tumbuh dan Tangguh. Navigating The Transition Through Digitalization and Acreditation".(azr)
Editor : Edwar Yaman