PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah di Provinsi Riau. Namun, hampir sebagian besar wilayah di Provinsi Riau masih diselimuti kabut asap pekat yang tidak hilang meskipun diguyur hujan lebat. Diduga keras, asap pekat yang terjadi masih merupakan asap kiriman. Sebab, hingga kemarin, Riau masih nihil titik panas (hotspot). Sementara titik panas tertinggi Sumatra masih berada di Sumatra Selatan dengan 950 titik.
Pantauan Riau Pos, Sabtu (17/10) di sejumlah ruas jalan di Pekanbaru seperti Jalan Riau dan Jalan Jenderal Sudirman, terlihat hujan ringan hingga lebat disertai petir cukup kencang melanda Kota Pekanbaru sejak pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Meskipun demikian kabut asap putih pekat masih menyelimuti seluruh kota Pekanbaru, dan suhu udara di Pekanbaru terasa lebih sejuk setelah diguyur hujan beberapa jam.
Menurut Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, masih pekatnya kabut asap di Provinsi Riau walaupun diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disebabkan arah angin yang masih terkonsentrasi ke wilayah Riau.
Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55–98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga utara dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam. Sementara itu, untuk protensi hujan sudah terjadi pada pagi hari yang berlangsung di Kabupaten Indragiri Hilir dan Pelalawan.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan diprakirakan meluas ke Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, serta Kota Dumai. Pada malam hari, hujan berpeluang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.
Sementara itu, pada dinihari, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai. Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau dalam kategori rendah.
Di tengah potensi hujan tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai kondisi asap yang masih tebal di sejumlah wilayah Riau akibat karhutla. Pasalnya hingga kini, sebanyak 1.112 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera. Dan Provinsi Sumatera Selatan masih mendominasi jumlah titik panas sebanyak 950 titik, Provinsi Riau tidak mencatat adanya hotspot. Provinsi Lampung sebanyak 77 titik, Bangka Belitung 52 titik, Jambi 28 titik, Aceh tiga titik, dan Bengkulu dua titik. Sedangkan di Riau nihil titik panas.
“Riau sore ini (kemarin, red) nihil titik panas karena hampir sebagian besar daerah diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap bagi kesehatan, terutama gangguan pada sistem pernapasan,” tuturnya.
Asap Ganggu Penerbangan di Bandara SSK II, Dua Pesawat Alami Delay
Persoalan asap masih menjadi kendala bagi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru saat ini. Tercatat, Sabtu (17/10) dua pesawat terpaksa mengalami delay atau penundaan keberangkatan akibat asap yang membuat jarak pandang minim. Hal itu dikatakan oleh General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad. “Saat ini terdapat 2 jadwal penerbangan yang mengalami penundaan (delay), yaitu pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6855 rute Jakarta (CGK) - Pekanbaru (PKU) dan pesawat Lion Air JT 236 rute Batam (BTH)- Pekanbaru (PKU),” ujarnya.
Hingga pukul 19.30 WIB pihaknya mencatat jarak pandang atau visibility hanya berkisar pada rentang 1.000 hingga 1.200 meter akibat kondisi asap. Sementara itu, hingga pukul tersebut, Bandara SSK II Pekanbaru sudah melayani 24 flight keberangkatan dan 19 flight kedatangan dengan lancar dan normal.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG, maskapai, serta pihak terkait. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” tutupnya.
Rumah Oksigen Dinkes Riau
Mulai Digunakan Masyarakat
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau menyiapkan rumah oksigen dengan kapasitas tiga tempat tidur untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Fasilitas ini melayani masyarakat yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), radiasi mata dan radang tenggorokan akibat dampak kabut asap.
Rumah oksigen tersebut berada di lingkungan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru. Fasilitas ini difungsikan seiring meningkatnya eskalasi kabut asap yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan rumah oksigen tersebut dilengkapi dengan peralatan oksigen yang telah diuji fungsinya. Pelayanan juga didukung satu orang dokter dan dua orang perawat yang bersiaga secara bergantian antara rumah oksigen dan posko kesehatan di halaman kantor.
“Rumah oksigen ini kami fungsikan karena eskalasi asap dalam beberapa hari terakhir meningkat. Ini juga sesuai dengan arahan Gubernur Riau agar seluruh infrastruktur dan fasilitas kesehatan bersinergi, berkolaborasi, serta terintegrasi untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat,” kata Zulkifli.
Selain rumah oksigen, Dinkes Riau juga mendirikan posko kesehatan di halaman kantor. Posko tersebut terintegrasi dengan lima posko lainnya yang disiapkan melalui kolaborasi dengan Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Zulkifli menyebutkan, sejak mulai beroperasi pada Senin (12/10) lalu, posko kesehatan tersebut telah melayani 17 orang yang menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah untuk mengantisipasi dampak kabut asap.
Ia menegaskan, keberadaan posko kesehatan tidak semata-mata diukur dari jumlah warga yang datang, tetapi juga dari fungsinya sebagai tempat masyarakat mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan kesehatan.
“Yang kami harapkan, keberadaan posko ini benar-benar menjadi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap,” ujarnya.
Zulkifli mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Ia menambahkan, pelayanan rumah oksigen di Kantor Dinkes Riau mengikuti jam kerja hingga Sabtu. Namun, masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan melalui puskesmas, rumah sakit, dan posko kesehatan yang tersedia di kabupaten dan kota. Pihaknya berharap seluruh fasilitas kesehatan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan secara cepat dan tepat selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Riau.(ayi/azr/sol/epp/kas/fad/kom/dac)
Editor : Bayu Saputra