PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi merata di wilayah Riau, Ahad (25/10) petang. Kondisi ini membuat kualitas udara semakin membaik dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menghilang.
Namun, Forecaster on Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Yasir Prayuna mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem. “Pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat berkendara di tengah guyuran hujan. Cuaca ekstrem atau hujan lebat berpotensi menimbulkan berbagai risiko keselamatan di jalan raya,” tuturnya, Ahad (25/10).
Di Pekanbaru, hujan merata mengguyur Kecamatan Pekanbaru Kota, Lima Puluh, Senapelan, Rumbai, Binawidya, Tuah Madani, Marpoyan Damai, Tenayan Raya, dan Rumbai Pesisir. Kabut asap pun sudah tidak terlihat lagi di Kota Bertuah sejak pagi hingga malam.
Baca Juga: Waspada Hujan Ringan hingga Sedang Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Wilayah Riau
Hujan juga terjadi di Kampar, tepatnya di Kecamatan Bangkinang Kota, Kampar, Tambang, XIII Koto Kampar, Kuok, Siak Hulu, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Hulu, Tapung, Salo, Rumbio Jaya, Perhentian Raja, Kampar Timur, Kampar Utara, Kampar Kiri Tengah, dan Gunung Sahilan.
Sementara itu di Indragiri Hulu, hujan turun di Rengat, Rengat Barat, Kuala Cenaku, dan Lubuk Batu Jaya. Sedangkan di Kabupaten Bengkalis, hujan mengguyur Kecamatan Bengkalis, Bantan, Rupat, Rupat Utara, dan Siak Kecil.
Di Kabupaten Indragiri Hilir, hujan terjadi di Kecamatan Enok, Kuala Indragiri, Tembilahan, Tempuling, Gaung Anak Serka, Mandah, Keritang, Batang Tuaka, Gaung, Tembilahan Hulu, Pelangiran, Pulau Burung, Concong, dan Kempas.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Polda Riau Tindak Penyalahgunaan Bio Solar
Hujan di Kabupaten Pelalawan terjadi di Kecamatan Ukui, Pangkalankerinci, Pangkalan Kuras, Langgam, Pelalawan, Kerumutan, Bunut, Teluk Meranti, Bandar Sungai Kijang, dan Bandar Petalangan. Di Dumai, hujan terjadi di Sungai Sembilan, dan sekitarnya.
Di Kabupaten Rokan Hulu, hujan mengguyur Kecamatan Tambusai, Rambah Hilir, Bangun Purba, Kabun. Sedangkan di Kabupaten Rokan Hilir Bangko, hujan turun di Kecamatan Bagan Sinembah, Sinaboi, dan Pujud. Di Kabupaten Siak, hujan juga terjadi di Kota Siak, Kecamatan Sungai Apit, Tualang, Sungai Mandau, Dayun, Kerinci Kanan, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Mempura, danPusako.
Hujan juga mengguyyr Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), tepatnya di Kecamatan Singingi, Kuantan Hilir, Gunungtoar, Singingi Hilir, Pangean, Logas Tanah Darat, Hulu Kuantan, Kuantan Hilir Seberang, Sentajo Raya, dan Pucuk Rantau. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, hujan mengguyur Kecamatan Tebing Tinggi, Rangsang, Tebing Tinggi Barat, Merbau, Pulaumerbau, Tebing Tinggi Timur, dan Rangsang Pesisir.
Baca Juga: Turnamen Sepak Bola di Buluh Nipis, EMP Bentu Dukung Talenta Muda dan Ekonomi Desa
Berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Stasiun Pekanbaru, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 11,9 µg/m³, menunjukkan kondisi udara yang mulai membaik. Pasalnya Riau sudah memasuki awal musim penghujan sehingga membantu menjernihkan udara.
Forecaster on Duty BMKG Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Yasir, saat ini kualitas udara di Pekanbaru telah menunjukkan perbaikan. Bahkan jarak pandang juga semakin baik dibandingkan kondisi sebelumnya yang mencapai 500 meter hingga 3 kilometer (km) kini menjadi 9 km.
“Hingga kini visibility di wilayah Riau cukup baik, berkisar 9 kilometer di Pekanbaru, disusul Rengat (Inhu) 6 kilometer, Pelalawan 8 kilometer, dan Tambang (Kampar) 10 kilogram. Semuanya sudah minim kabut asap,” ujarnya, kemarin.
Baca Juga: Gloria dan Syafira Siap Wakili Riau di Ajang Putri Cilik Nusantara Nasional
Selain itu, hotspot atau titik panas wilayah Sumatera turut mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi 441 titik panas. Provinsi Sumatera Selatan masih mendominasi sebanyak 336 titik. Disusu Bangka Belitung 65 titik, Lampung 31 titik, dan Jambi 9 titik. “Seluruh wilayah di Provinsi Riau nihil hotspot karena hujan deras merata di seluruh daerah,” katanya.
Meskipun Riau nihil karhutla, BMKG akan terus memantau perubahan pola cuaca dan akan terus melakukan update melalui website stamet-riau.bmkg.go.id , instagram @infoBMKGriau, dan WhatsApp channel BMKG Provinsi Riau.
Di Kuansing, hujan dengan intensitas sedang membuat kondisi kabut asap jauh berkurang. Bahkan kualitas udara jauh membaik. ‘’Indeks kualitas udara Kuansing secara keseluruhan sudah jauh lebih baik, yakni di level sedang, meski ada beberapa yang masih tidak sehat,’’ ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing Dody Fitrawan, kemarin.
Baca Juga: Selain Pekanbaru, Ini Daerah di Riau yang Diguyur Hujan Ahad Sore
Kondisi kualitas udara yang membaik membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing memutuskan, Senin (26/10) hari ini tetap menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) untuk semua jenjang pendidikan.
“Hasil laporan dinas terkait dan pantauan, udara membaik pasca hujan ini. Kita putuskan, Senin 26 Oktober 2026, pembelajaran tatap muka kembali kita lanjutkan,” ujarnya. Herizon meminta orang tua atau wali murid memastikan anak yang melakukan aktivitas di luar rumah tetap menggunakan masker untuk menghindari paparan kabut asap.
Demikian juga di Rohul. Hujan yang terjadi sejak Jumat (23/10) hingga Ahad (25/10) petang membuat udara terasa lebih sejuk dan segar. Kabut asap yang sebelumnya terlihat tebal berangsur menghilang.
Baca Juga: HIMA PSPD Univrab Raih Peringkat Ketiga Nasional Anugerah Abdi Daya PPK Ormawa 2026
Pantauan Riau Pos, udara yang sebelumnya terasa panas kini lebih sejuk. Bahkan, hingga Ahad (25/10) malam, hawa dingin masih terasa di Pasirpengaraian. Pepohonan dan tanaman di sepanjang jalur dua Jalan Tuanku Tambusai Pasirpengaraian, tampak lebih segar.
Kondisi serupa juga dirasakan di sejumlah kecamatan, di antaranya Rambah, Kunto Darussalam, Tambusai, Bangun Purba dan Bonai Darussalam. Sejumlah warga Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah, menyambut baik kondisi cuaca tersebut.
“Alhamdulillah, setelah beberapa hari diguyur hujan, udara terasa lebih sejuk dan segar. Bahkan, sampai malam ini (kemarin, red) terasa dingin. Kabut asap yang sebelumnya terlihat tebal juga sudah berangsur menghilang,” ujar seorang warga Pasirpengaraian, Herman saat diwawancarai Riau Pos, Ahad (25/10).
Baca Juga: Ancaman Pidana untuk Alih Fungsi Bekas Karhutla
Meski udara terasa lebih segar, Herman mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari ketika hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Minimnya penerangan lampu jalan di sejumlah ruas jalan provinsi perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih saat kondisi jalan basah dan licin.
“Kita mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) agar tetap meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Hujan lebat berpotensi meningkatkan debit air hingga menyebabkan sungai-sungai besar di Rohul meluap,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Rambah tersebut.
Di Kampar, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan belum terdapat laporan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Skema Iuran UHC Dievaluasi Ulang, Hak Peserta JKN Tetap Jadi Prioritas
“Berdasarkan laporan pemantauan hari ini (kemarin, red), belum ada kejadian bencana yang tercatat di Kabupaten Kampar. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat,” jelasnya.
’’Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama di wilayah yang masuk dalam peringatan dini cuaca serta saat kondisi kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat,’’ tambahnya.(ayi/dac/epp/kom/das)
Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian