Sebelumnya, korban pada sore sekitar pukul 18.00 WIB pulang ke rumah selesai beraktifitas mendodos sawit mengunakan sampan.
Sesampai di rumah warga tempat menitipkan dodos, korban meletakkan dodos di samping rumah tersebut. Tiba tiba korban berteriak minta tolong sehingga warga bernama Jepri yang merupakan tetangganya datang mengunakan sampan.
Saat itu memang kondisi lingkungan rumah tersebut digenangi air banjir sehingga warga terpaksa mengunakan sampan.
"Saat Jepri menggunakan sampan mendekat. korban sudah dalam air dan Jepri membantu menaikkan korban ke sampan sambil berteriak meminta tolong," kata Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Plh Kasi Humas Iptu Yulanda Alvalery STrk, Selasa (16/1/2023) kepada Riaupos.co.
Teriakan tersebut didengar warga lain bernama Kardi yang datang berusaha menolong dan mengunakan sampan. Korban dievakuasi kembali ke lokasi terdekat ke jalan lintas untuk dibawa ke Pos Kesehatan Rantau Kopar.
Terkait kejadian itu terang Kasi Humas, personel Polsek Rantau Kopar menyampaikan diperlukan otopsi atau pemeriksaan dalam maupun pemeriksaan visum luar jika ingin memastikan penyebab kematian korban.
Akan tetapi terang Yulanda, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan juga pemeriksaan visum luar, dikarenakan korban pada saat ditemukan pihak keluarga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Selanjutnya korban dibawa pihak keluarga kerumah duka untuk segera dilakukan pemakaman," katanya.
Editor : RP Rinaldi