Salah satunya dengan adanya dapur umum yang dibentuk sejumlah tokoh dan berbagai pihak yang terletak di pinggir jalan lintas di Dusun Terminal, Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih.
Dapur umum tersebut terlihat begitu sederhana, hanya terdapat beberapa meja untuk meletakkan barang-barang dan makanan pokok, sementara bagian pembatas dengan jalan dibentang spanduk berukuran besar.
Dari spanduk yang terpampang di bagian atas terlihat adanya tulisan "Forci Riau Pesisir, Peduli Bencana Banjir Ujung Tanjung". "Aksi Tanggap YBM PLN, Penyaluran Dana Zakat Bagi Masyarakat Terdampak Banjir Riau". Sementara di sebuah pohon digantungkan tanda dengan tulisan besar, "Dapur Umum untuk Korban Banjir".
Sementara untuk peralatan memasak tampak mengunakan beberapa dandang berukuran besar, yang mengandalkan perapian mengunakan kayu bakar.
Sejumlah orang baik pria maupun wanita, saling bekerja sama untuk keperluan memasak, menyediakan makanan bagi para warga yang terdampak banjir.
Salah seorang pengurus dapur umum Nurli menyebutkan keberadaan dapur umum tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir khususnya di Ujung Tanjung.
Apalagi musibah banjir tersebut telah mengakibatkan cukup banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tempat lain yang berbeda dengan kediaman asalnya, termasuk ada yang terpaksa tinggal di posko atau tenda pengungsian.
"Ini untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, karena mereka sebagian besar meninggalkan rumah, tak bisa lagi memasak," katanya kepada Riaupos.co.
Dapur umum tersebut menyasar warga terdampak banjir di Dusun Terminal, Parit Kerbau, Sukajadi dan Kampung Baru dengan lebih kurang 3000 jiwa.
"Sehingga untuk yang dibantu makan setiap harinya, yakni makan dua kali siang dan malam sebanyak 6.000 nasi bungkus," kata Nurli.
Ia menerangkan dengan banyaknya bantuan yang disiapkan, tentunya hal itu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, perusahaan, lintas organisasi dan sebagainya.
Editor : RP Rinaldi