Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mandi Belimau, Tradisi Membersihkan Diri Menyambut Ramadan di Bagansiapiapi

Zulfadli • Senin, 11 Maret 2024 | 20:05 WIB
Datuk Bakhtiar SH
Datuk Bakhtiar SH

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Hari ini masyarakat muslim di Rokan Hilir (Rohil) terutama di wilayah pesisir melaksanakan mandi belimau. Kegiatan tradisi tersebut biasanya dilakukan sehari menjelang dilaksanakannya ibadah puasa, yang jatuh pada Selasa (12/3/2024) besok.

Mandi belimau (dengan limau-red) yang menjadi simbol membersihkan badan dari kotoran sehingga semakin siap dan selaras dengan momentum bulan suci yang menghendaki selalu terjaga dari kotoran baik badan maupun hati.

Ketum Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohil Datuk Jufrizan melalui Sekum LAMR Rohil, Datuk H Bakhtiar SH menyebutkan tradisi itu sudah berlangsung lama dan masih lestari sampai sekarang.

"Jadi mandi belimau itu artinya mandi dengan daun-daun yang wangi dimana untuk limau yang biasa digunakan adalah jenis Jeruk Purut atau Jeruk Pagar," kata Bakhtiar, di Bagansiapiapi.

Yang paling umum digunakan terangnya adalah jeruk purut karena memiliki aroma yang khas, lebih kuat dan lebih wangi. Selain itu biasanya terang Bakhtiar dicampur dengan mayang, beberapa daun lain yang berbau wangi juga dan setelah itu direbus.

Rebusan air itulah katanya bisa digunakan untuk mandi belimau satu keluarga. "Biasanya pada saat mandi, air limau tersebut digunakan untuk bagian akhir dan setelah itu dibilas," katanya.

Menurutnya tujuan dari mandi itu juga bisa dimaknai sebagai membersihkan badan, yang mana dulunya dilakukan oleh orang tetua dulu karena saat itu tidak ada mewangian. Tapi karena dipandang baik, memberikan manfaat maka hal itu terus dijalankan juga oleh generasi saat ini.

"Kebiasaan itu terutama di daerah pesisir Rohil namun rasanya juga tak jauh berbeda dengan yang daerah lainnya di Rohil. Hanya saja kalau dibandingkan dengan daerah lainnya di Riau, ada perbedaannya. Dimana kita tidak mandi di sungai, karena ini mandinya masing-masing saja," katanya.

Lebih jauh diterangkannya kebiasaan mandi belimau itu bukan satu-satunya hal tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat melayu dalam menyambut kedatangan bulan suci ramadan. Terutama di daerah pesisir Rohil katanya ada berbagai tradisi lain yang dilaksanakan oleh masyarakat muslim melayu.

Diantaranya berupa memberikan sedekah makanan kepada kerabat atau tetangga, selain itu melakukan ziarah kubur serta ada tradisi saling bermaaf-maafan.

Baca Juga: Perankan Karakter Eksperimen Fantastis, Emma Stone Kembali Raih Piala Aktris Terbaik di Oscar 2024 Melalui Film Poor Things

"Untuk bersedekah itu ada pula momennya seperti kalau di bulan syaban masuk itu dikenal masyarakat adanya kenduwi nasik (kenduri nasi-red) artinya orang bersedekah makanan nasi," katanya.

Sementara jika memasuki bulan rajab terdapat pula tradisi kenduwi sabai (serabi-red), dalam artian masyarakat pada saat ini bersedekah kue atau makanan manis seperti serabi.

"Jadi menjelang ramadan terdapat berbagai tradisi yang dilakukan masyarakat, dimana hal itu sudah berjalan sejak lama," katanya. Kebiasaan bersedekah tersebut dapat dilakukan dengan cara mengundang orang untuk datan ke rumah dan doa bersama. Bentuk lainnya juga bisa dengan cara menghantarkan makanan yang disedekahkan kepada orang yang menerima.

Dengan kebiasaaan itu terangnya diharapkan menjadi ajang silaturrahmi, saling mengingat satu sama lain agar memasuki ramadan dapat menjadi insan yang lebih baik lagi kedepannya baik dalam hal beribadah maupun dalam hal hubungan baik sesama manusia. (fad)

Laporan : Zulfadhli (Bagansiapiapi)

Editor : M. Erizal
#balimau #balimau kasai #puasa #ramadan