PUJUD (RIAUPOS.CO) - Polisi melakukan langkah evakusi terkait dengan ditemukannya mayat seorang pria, Puja Andriyan (30) yang ditemukan dalam keadaan leher tergantung tali tambang di sebuah rumah yang terletak di Kepenghuluan Tanjung Medan, Pujud, Rokan Hilir (Rohil).
Polisi segera mendatangi tempat kejadian begitu mendapatkan informasi soal kejadian yang diduga merupakan kasus bunuh diri ini.
Kapolsek Pujud AKP Try Adiyatmika SH MH melalui Kanitreskrim Ipda Sobaruddin Dalimunthe menyebutkan korban ditemukan tetangganya dalam keadaan tergantung pada Kamis (12/9/2024).
"Awalnya diketahui oleh tetangga korban bernama Nurita Br Harahap, di mana korban ditemukan tergantung di ruang tamu rumah," kata Sobaruddin.
Nurita mendatangi tempat korban karena sebelumnya merasa janggal, ada bau busuk tercium dari rumah tempat kejadian tersebut.
Selanjutnya datang tetangga korban bernama Rahman yang juga curiga dengan adanya bau busuk.
Mereka kemudian memanggil-manggil nama korban namun tidak ada jawaban.
Mereka kemudian bernisiatif membuka pintu belakang, dan akhirnya melihat kondisi korban Puja Andriyan dalam keadaan tak bernyawa.
Warga kemudian menghubungi kepala dusun dan juga menghubungi Bhabinkamtibmas Sei Meranti selanjutnya Bhabinkamtibmas melaporkan kejadian tersebut ke Kapolsek Pujud AKP Tri Adiyatmika MH.
Kapolsek Pujud memerintahkan personil Polsek dan Reskrim Polsek Pujud berangkat menuju tempat kejadian dan saat itu keadaan korban masih dalam keadaan tergantung.
Selanjutnya piket Reskrim melakukan pemeriksaan TKP dan minta keterangan sejumlah saksi.
Polisi bersama pihak puskesmas kemudian menurunkan mayat dengan cara memotong tali gantungan.
Mayat sempat dibawa ke Puskesmas Tanjung Medan untuk dilakukan visum.
Dari keterangan saksi, diketahui bahwa korban Puja diduga nekat mengkahiri hidup karena ditinggal pergi istri dan anak-anaknya lebih kurang sebulan terakhir.
"Dari keterangan saksi Rahmat, lebih kurang sebulan ini korban ditinggalkan anak dan istrinya. Korban mengaku rindu dan telah berusaha mencari keberadaan dua anaknya yang dibawa sang istri," kata Sobaruddin Dalimunthe.
Laporan: Zulfadhli (Bagansiapiapi)
Editor : RP Edwir Sulaiman