Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Diserang Buaya, Nelayan di Rimba Melintang Rohil Riau Tewas saat Tebar Jaring di Sungai Rokan

Zulfadli • Selasa, 8 Oktober 2024 | 10:20 WIB
Proses evakuasi korban diserang buaya di dekat Jembatan Jumrah, Rimba Melintang, Selasa (8/10/2024).
Proses evakuasi korban diserang buaya di dekat Jembatan Jumrah, Rimba Melintang, Selasa (8/10/2024).

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Seorang warga Rokan Hilir (Rohil), Riau tewas diserang buaya, tepatnya di wilayah Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang.

Informasi diperoleh, korban merupakan warga Rimba Melintang bernama Hariono (34).

Saat kejadian, korban melakukan aktivitas menebar jaring di sungai Rokan di wilayah Jumrah tersebut atau berdekatan juga dengan Jembatan Jumrah, Rimba Melintang, Senin (7/10/2024) malam.

Camat Rimba Melintang Sukirman menyebutkan korban meninggal dunia setelah diterkam buaya di aliran Sungai Rokan di Kepenghuluan Jumrah, Rimba Melintang.

"Korban Hariono (34) bin Turut alias Undul, merupakan warga Kelurahan Rimba Melintang Kecamatan Rimba Melintang," katanya.

Lurah Rimba Melintang Khairul MIzan membenarkan adanya kejadian tragis yang menimpa warganya tersebut.

Ia menerangkan, korban pada malam harinya pergi ke sungai mengunakan sampan untuk menebar jaring.

"Namun beberapa saat kemudian, nelayan lain di sekitaran kemudian mendapati kondisi hanya ada sampan, dan senter menyala di sampan sementara orangnya (korban) tak ada," kata Khairul.

Nelayan kemudian menghubungi keluarga korban, dan malam itu juga dilakukan pencarian.

Adik korban terangnya yang turut melakukan penyisiran di sungai, sempat melihat korban sudah tewas, dengan kondisi tangan di mulut buaya.

"Ada beberapa buaya di sungai dan korban di buaya yang paling besar, masih di tolong Allah, buaya kemudian tersangkut di rawai nelayan, sehingga akhirnya jasad korban dapat diselamatkan," katanya.

Sekitar pukul 08.00 WIB mayat korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Menyikapi maraknya kejadian manusia di serang buaya, Khairulmizan menghimbau masyarakat khususnya yang kerap beraktifitas di sungai untuk berhati-hati.

"Kami menghimbau masyarakat semakin waspada, terutama nelayan, komuntas pemancing. Sekarang ini sudah banyak serangan buaya kemarin di Kubu, dan baru-baru ini ada penampakan buaya di depan kantor BPBD," katanya.

Salah seorang tokoh Rohil, Agus Salim mengharapkan pemerintah bisa mengambil sikap serius dengan terus terjadinya korban tewas di serang atau dimangsa buaya khususnya di Sungai Rokan, Rohil.

"Diharapkan pemerintah daerah, propinsi maupun pusat mengambil sikap serius terhadap kasus ini, karena sudah banyak kejadian menimpa warga khususnya nelayan Rohil," katanya.

Ia menyebutkan memang buaya merupakan hewan yang dilindungi namun nyawa manusia dinilai lebih berharga.

"Dibandingkan buaya, tentu nyawa manusia lebih bernilai. Karena itu perlu langkah yang jelas untuk menuntaskan persoalan yang sering terjadi ini, apakah dibuatkan penangkaran buaya atau evakuasi, atau bagaimana yang jelas hal ini harus dapat ditanggulangi," katanya.

Disisi lain terangnya aktifitas masyarakat Rohil di sungai Rokan tetap masih tinggi, apalagi bagi nelayan. Dimana nelayan mengantungkan hiduip, mencari mata pencaharian dengan menangkap ikan di sungai.

"Kalau tidak beraktivitas, bagaimana mereka menghidupi keluarganya. Sementara kondisinya keberadaan buaya semakin marak," kata dosen STAI Ar Ridho Bagansiapiapi ini. (fad)

Laporan : Zulfadhli (Bagansiapiapi)

Editor : M. Erizal
#diterkam buaya #rokan hilir #diserang buaya #buaya sungai