Personel kepolisian tampak mengecek lokasi banjir yang mulai mengering di Jalan Siak, Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Ahad (13/10/2024).
BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Bagansiapiapi, Rokan Hilir sejak 1 Oktober lalu secara perlahan menyusut, Ahad (13/10). Ketinggian air di beberapa titik yang sebelumnya terlihat rata-rata mencapai betis orang dewasa, kini berkurang drastis, bahkan ada yang tidak lagi digenangi air.
Dari pantauan di lapangan, Ahad (13/10), beberapa titik lokasi banjir yang cukup parah seperti di lingkungan Masjid Al Ikhlas, Bagansiapiapi yang bersebelahan dengan TMP Kusuma Bakti kini mengering. Begitu juga di jalan lintas SMP Negeri 1, air juga menyusut drastis.
Hal yang sama terjadi di ruas jalan Pahlawan. Lokasi yang sebelumnya sempat terendam air selama beberapa hari, kini air di permukaan jalan tidak ada lagi. Titik genangan yang sempat terjadi di Jalan Utama, Kelurahan Bagan Barat juga nampak kering.
Sementara di Jalan Pelabuhan Baru, ketinggian permukaan air juga berkurang. Luas areal tergenang di jalan Pelabuhan Baru juga menjadi lebih pendek. Kebanjiran hanya menyisakan di bagian pertengahan jalan.
Penetapan siaga penanggulangan bencana banjir yang dilakukan pemerintah daerah Rohil dalam sepekan terakhir memang menunjukkan hasil yang baik. “Memang curah hujan masih tinggi tapi kita tetap berusaha agar dampak dari banjir yang terjadi tidak begitu besar,” ujar Plt Bupati Rohil Sulaiman, Ahad (13/10).
Untuk itu terangnya telah dilakukan berbagai langkah dengan memaksimalkan normalisasi aliran air dan drainase, baik di wilayah perkotaan maupun di lokasi yang terdampak banjir langsung.
Wilayah perkotaan yang relatif terhindar dari banjir tetap dilakukan pembersihan saluran drainase secara rutin untuk memastikan seluruh saluran air yang terhubung berjalan dengan baik dan lancar.
Di samping peran dari jajaran OPD terkait di lingkungan Pemkab Rohil, kepolisian juga turut turun tangan mengatasi dampak banjir agar tidak meluas. Seperti dilakukan Polsek Bangko dimana Kapolsek Bangko Kompol IMT Sinurat MH didampingi Bhabinkamtibmas Bripka Azwar yang melaksanakan kegiatan gotong royong bersama warga di Jalan Usaha I Ujung, Kelurahan Bagan Barat, Bangko, Ahad (13/10) kemarin.
Kapolsek langsung turun masuk ke dalam aliran parit bersama warga untuk melakukan pembersihan drainase yang tersumbat akibat rumput dan lumpur air pasang yang naik. “Kegiatan ini untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di Kelurahan Bagan Barat,” kata Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni melalui Kapolsek Bangko Kompol IMT Sinurat.
Kapolsek juga mengimbau agar masyarakat di Kecamatan Bangko untuk berhati-hati dan selalu waspada terhadap bencana banjir. “Semoga gotong royong ini dapat mengurangi dampak banjir yang terjadi sehingga saudara-saudara kita yang terkena dampak banjir dapat melakukan aktivitasnya seperti biasanya,” katanya.
Kapolsek Bangko juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan, terutama jangan membuang sampah di dalam drainase agar tidak menjadi penyebab banjir.
Dengan kondisi terus menyusutnya banjir, warga menyampaikan terima kasih atas langkah cepat yang telah dilakukan Pemkab Rohil.
“Alhamdulillah, sudah berkurang banyak banjirnya. Terima kasih atas respons cepat yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi banjir yang terjadi kali ini,” ujar warga Jalan Utama, Imam.
Terima kasih juga disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al Asasiyyah Bagansiapiapi, Ustaz Ibrahim Ahmad.
“Alhamdulillah, proses normalisasi parit di depan pondok sudah dilaksanakan. Semoga banjir segera teratasi. In sya Allah. Terimakasih Plt Bupati yang sudah mendengar keluhan kami dan mengarahkan program normalisasi,” kata Ibrahim.
24 Rumah Terdampak Banjir di Kampar
Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Kampar akhir pekan ini mengakibatkan banjir di Desa Silam, Kecamatan Kuok. Penjabat (Pj) Bupati Kampar Hambali diwakili Kepala Pelasana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Agustar meninjau banjir sekaligus memberikan bantuan, Ahad (13/10).
Peninjauan dan penyerahan bantuan berupa makanan siap saji, beras, susu, sarden, kornet, mi, roti, dan gula dipusatkan di perumahan warga yang terdampak banjir.
Kehadiran Kalaksa BPBD yang mewakili Pj Bupati Kampar ini disambut masyarakat setempat yang dihadiri Kasi Logistik BPBD Kampar Edison, Pj Kepala Desa Silam Jusnira, serta kepala dusun dan tokoh masyarakat.
Pj Kepala Desa Silam Jusnira menjelaskan, Sabtu (12/10) sekitar pukul 21.00 WIB air yang mengalir di permukiman warga dengan tinggi lebih satu meter. Namun, Ahad (13/10) sore air sudah mulai surut. Kalaksa BPBD Kampar Agustar menjelaskan, data dari BPBD Kampar, sebanyak 26 KK warga yang terdampak banjir dan 24 rumah warga yang terkena banjir.
Agustar menyebutkan, kedatangannya merupakan bentuk kepedulian Pemkab Kampar untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Paket yang diberikan untuk 24 rumah yang terdampak bencana sehingga kami berharap dapat meringankan beban masyarakat,” jelas Agustar. Agustar mengajak Pemerintah Desa Silam ini untuk bergotong royong untuk membersihkan daerah permukiman ini dan bersama-sama menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membuang sampah di aliran sungai.
‘’Semoga bencana ini cepat berlalu sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitasnya kembali dan kami harap sembako ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemkab akan selalu berkomunikasi untuk memantau masyarakat yang belum mendapatkan bantuan yang terdampak banjir di Kabupaten Kampar,” jelas Agustar.(fad/kom)