Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sisi Lain Iven Bakar Tongkang di Rokan Hilir, Penarik Becak Keluhkan Penurunan Pendapatan

Zulfadly • Rabu, 11 Juni 2025 | 13:00 WIB
Para penarik becak menunggu penumpang, di depan Klenteng Ing Hok King di Bagansiapiapi, Rabu (11/6/2025).
Para penarik becak menunggu penumpang, di depan Klenteng Ing Hok King di Bagansiapiapi, Rabu (11/6/2025).

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Sejumlah penarik becak di Bagansiapiapi, mengeluhkan menurunnya pendapatan yang diharap-harapkan, berkaitan dengan iven Bakar Tongkang. Biasanya, beberapa hari menjelang dan pasca Bakar Tongkang kalangan penarik becak di Bagansiapiapi kecipratan joki (rezeki) yang tidak kecil. 

Hal itu disebabkan tingginya permintaan dari setiap wisatawan yang datang, mengunakan jasa becak tersebut. Becak di Bagansiapiapi memang menjadi salah satu moda transportasi yang masih bertahan. Bentuk becaknya cukup khas, di mana motor berada di sebelah kanan, menyediakan dua kursi utama untuk penumpang dan terdapat atap kecil guna melindungi penumpang dari panas.

Menurut salah seorang penarik becak, Ayar, sebelum-sebelumnya setiap iven Bakar Tongkang becak menjadi alat transportasi favorit bagi pengunjung yang datang.

 Baca Juga: Revitalisasi Sejumlah Sekolah di Riau, Ini Kata Plt Kadisdik Erisman Yahya

"Kalau dulu becak dicari-cari, tapi sekarang sepi permintaan. Bahkan kami menunggu lama, mengharapkan ada yang mau naik," kata Ayar, Rabu (11/6/2025).

Berkurangnya pengunaan becak tersebut, terangnya, dinilai karena ada pihak yang menyediakan jasa sewa atau pemakaian sepeda motor bagi para wisatawan. Bahkan menurutnya ada pihak yang biasanya menyediakan penginapan bagi wisatawan, juga menyediakan penyewaan motor melibatkan pihak tertentu.

"Jadi bagi wisatawan, mereka bisa pakai motor sendiri. Akibatnya ya beginilah, kami kehilangan trip. Memang kalau dibandingkan dengan hayi (hari, red) biasanya, tak seperti tahun lalu," keluhnya.

Ayar membandingkan pada iven Bakar Tongkang sebelum-sebelumnya, penarik becak bisa meraup pendapatan Rp400-Rp500ribu per hari. Jasa para penarik becak, terangnya, beragam tidak hanya untukantar-jemput penumpang, termasuk juga membawakan pesanan barang-barang maupun makanan. Bahkan ada becak yang disewa secara penuh untuk satu atau dua pekan.

"Tapi kalau tahun ini nampaknya sudah berkurang jauh, dalam sehari mencari Rp100 ribu sudah payah, seperti inilah saya sudah menunggu lama sampai sekarang belum ada yang pesan becak," katanya.

Untuk tarif, tambah Ayar, biasanya dipatok murah, di mana biasanya rute yang diantar dari tempat-tempat terdapat kegiatan berkaitan iven Bakar Tongkang ke tempat di mana wisatawan menginap seperti hotel, wisma, mess komunitas masyarakat Tionghoa dan lain-lain.

"Untuk harga biasanya mulai dari Rp10ribu, mengantar saja," katanya.

Sementara jika penarik becak menunggu atau sistem antarjemput ongkos becaknya lebih besar lagi. Dengan kondisi yang sekarang Ayar mengharapkan pemeirntah daerah melalui pihak terkait dapat memperhatikan keberadan para penarik becak karena keberadaan mereka menjadi pihak yang selalu ada pada setiap pelaksanaan iven Bakar Tongkang di Bagansiapiapi.

Baca Juga: Resmikan Gedung Perpustakaan Baru, Bupati Teken MoU dengan Universitas Rokania

Pendapat berbeda diungkapkan penarik becak lainnya, Aam yang mengaku justru tetap memperoleh pendapatan besar pada saat ini dibandingkan dengan hari biasanya.

"Kalau sebelum dekat Bakar Tongkang pendapatan tak menentu, malahan ada tak memperoleh penumpang, tapi saat ini setiap hari ada," katanya. Ia mengungkapkan sekitar dua pekan belakangan, setidaknya memperoleh Rp100ribu dalam hari karena jasa membawa penumpang.

Dimulai dari pagi, terang Aam, aktivitas menarik becak dilakukan sampai malam hari.

"Kalau pas ramainya bisa Rp200 ribu dapat," tambahnya.

Ia menerangkan, memang biasanya ada iven tertentu yang membuat ramai pengunjung di Bagansiapiapi khususnya didatangi oleh wisatawan, maupun masyarakat Bagansiapiapi dari kalangan Tionghoa yang pulang kampung.

Seperti pada kegiatan-kegiatan komunitas atau marga tertentu, perayaan tahun baru Imlek, sembayang kubur, kegiatan di tempat ibadah/pekong,  syukuran dan yang paling ramai Iven Bakar Tongkang.(fad)

 

 

Editor : Edwar Yaman
#penarik becak #Penurunan Pendapatan #bakar tongkang #rokan hilir