TANJUNG MEDAN (RIAUPOS.CO) - Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan massal di Rohil, tepatnya di daerah Dusun Simpang Tugu Kepenghuluan Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung Medan yang terpaksa menjalani perawatan sudah berkurang.
"Sampai saat ini, sekitar pukul 18.00 WIB yang masih dirawat di puskesmas sebanyak tiga orang," kata Kepala Puskesmas Tanjung Medan. dr Agridivonanda, Senin (14/7/2025).
Sebelumnya, terang dr Agri, total jumlah warga yang diduga keracunan dan mendapatkan penanganan di puskesmas tersebut mencapai 119 orang. Dari jumlah itu sebanyak empat orang dirujuk ke rumah sakit, dengan rincian tiga orang ke RSUD dr RM Pratomo dan satu orang di RS Awal Bros Bagan Batu.
Terkait kejadian itu, tambah dr Agridivonanda, telah dilakukan rapat koordinasi lintas sektoral. Mulai dari kepala puskesmas, camat Tanjung Medan, pihak dinas kesehatan, datin penghulu, BPOM Dumai dan anggota DPRD Rohil di Puskesmas Tanjung Medan.
"Tadi tim BPOM bersama dengan tim puskesmas dan diskes telah melakuka penelusuran ke rumah tuan rumah, dan sampel juga sudah dibawa untuk diperiksa ke laboratorium di Pekanbaru," katanya.
Kepala Puskesmas Tanjung Medan menyebutkan sebelumnya warga mengelar wirid, pada Jumat (11/7/2025) malam dengan menyediakan makanan berupa pecal. Malam itu juga sebagian warga sudah merasakan gejala diduga keracunan seperti sakit perut, diare, mual, muntah hingga demam.
Selanjutnya, terang dr Agridivonanda lagi, pasien berobat ke puskesmas dan bidan praktek swasta dan sudah banyak yang diperbolehkan pulang hingga Ahad (13/7/2025) lalu.
"Ahad sore puskesmas telah melakukan PE (Penyelidikan Epidemiologi-red) dan pengambilan sampel berupa sisa pecal dan sampel muntahan pasien yang akan diperiksakan ke Labkesda Provinsi Riau," katanya.
Begitu juga pihak BPOM Dumai, tambahnya, sudah melakukan kegiatan pengambilan sampel yang diperlukan.
Sebelumnya sejumlah warga di Dusun Simpang Tugu Kepenghuluan Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung Medan, Rohil mengalami keracunan massal usai menyantap makanan pada acara sebuah hajatan warga di dusun tersebut.
Keadaan yang dialami warga diduga karena keracunan, di mana mereka sebelumnya menghadiri sebuah kegiatan wirid yang berlangsung pada Jumat (11/7/2025) malam.
Terpisah Camat Tanjung Medan Bahrul SSos, ketika dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Untuk penyebabnya kami masih menunggu dari BPOM, yang saat ini masih dalam proses," katanya.(fad)
Editor : Edwar Yaman