BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) -- Seorang warga Labuhan Tangga Hilir (LTH), Tarmisi alias Sari (39), dinyatakan hilang usai pergi menangkap udang di pinggiran Sungai Rokan di daerah Batu VIII, Bagansiapiapi.
Hilangnya Tarmisi disebutkan warga bernama Pandi (63) tetangga korban yang sama-sama tinggal di Jalan Ar Rahman Batu VIII, LTH, Kecamatan Bangko tersebut.
"Sebelumnya dia pergi hendak menangkap udang di pinggiran Sungai Rokan memakai tangguk," kata Pandi, Ahad (27/7/2025).
Pandi mengungkapkan, korban pergi untuk mencari udang sekitar pukul 10.00 WIB, pada Sabtu (26/7/2025). Namun hingga siang, korban masih belum kembali ke rumah. Pandi yang merasa penasaran, menanyakan kepada warga di sekitar tempat tigngalnya apakah ada melihat korban pulang atau belum.
"Namun tak ada yang melihat dia pulang, dan akhirnya warga melakukan pencarian ke sekitaran tempat di mana dia mencari udang," kata Pandi.
Saat ditelusuri di daerah pinggiran sungai di Batu VIII tersebut, di tempat yang diduga korban menangkap udang, warga hanya menemukan tangguk yang biasanya dipergunakan korban untuk menangkap udang.
Melihat hal itu, akhirnya terang Pandi, warga meyakini bahwa Sari sudah diserang oleh buaya di Sungai Rokan. Kepala Unit SAR Bagansiapi Dhoni menuturkan pihaknya telah melakukan upaya pencarian sejak kejadian yang menimpa Sari dilaporkan ke unit SAR tersebut. "Namun sampai saat ini keberadaan korban masih belum ditemui," kata Dhoni.
Ia menyebutkan, pencarian sempat dihadapkan dengan kendala turunnya hujan. Ia menyebutkan memang sudah diketahui masyarakat bahwa di sepanjang Sungai Rokan terdapat ekosistem buaya dan kejadian manusia diserang atau dimangsa buaya sudah sering terjadi. "Kepada warga juga sudah dilakukan sosialisasi perihal bahaya beraktivitas di sepanjang Sungai Rokan atau larangan mencari udang di sepanjang Sungai Rokan," terangnya.
Namun diperkirakan hal itu diabaikan oleh korban sehingga berujung dengan kejadian hilangnya korban yang diduga diserang oleh buaya tersebut. Dari informasi tambahnya diperoleh keterangan bahwa korban hidup seorang diri karena kedua orang tuanya sudah lama meninggal dunia.
Editor : Rinaldi